BerandaDaerahMenuju Kampus Mandiri, Rektor Undana Optimalkan Kolam Bundar FPKP sebagai Unit Riset...

Menuju Kampus Mandiri, Rektor Undana Optimalkan Kolam Bundar FPKP sebagai Unit Riset dan Bisnis Akademik

KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Deretan kolam bundar berteknologi modern di kawasan Lahan Kering Universitas Nusa Cendana (Undana) tampak berkilau diterpa matahari pagi, Jumat (6/2/2026).

Di lokasi inilah Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S. T, M. Eng, melakukan kunjungan kerja strategis ke fasilitas laboratorium perikanan Fakultas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (FPKP), sekaligus menegaskan arah baru transformasi laboratorium menuju unit unggulan Teaching Factory (TEFA).

Kunjungan ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pemanfaatan sarana prasarana hasil modernisasi yang telah dimulai sejak 2024.

Nomor satu Undana itu ingin memastikan bahwa investasi negara melalui Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PRPTN) benar-benar memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset, serta kemandirian finansial universitas.

FPKP Undana mencatat tahun 2024 sebagai fase penting pembaruan sarana praktik perikanan. Pada tahun tersebut, kolam bundar berbasis teknologi intensif dihadirkan untuk menggantikan sistem konvensional yang dinilai kurang efisien dalam pemanfaatan lahan dan air.

Kolam-kolam ini dilengkapi sistem central drain dan manajemen oksigen yang lebih terukur, sehingga memungkinkan produktivitas pemeliharaan ikan yang lebih tinggi dan terkontrol.

Dalam peninjauan lapangan, Rektor memberikan apresiasi terhadap ketahanan fasilitas tersebut yang hingga kini masih dimanfaatkan secara aktif untuk kegiatan pembelajaran dan riset.

“Apa yang kita tanam sejak 2024 kini mulai menunjukkan hasil. Fasilitas ini hidup, dimanfaatkan, dan menjadi penopang lahirnya calon-calon teknokrat perikanan yang unggul,” ujar Rektor Undana.

Keberlanjutan pemeliharaan ikan sebagai hewan uji dinilai sebagai indikator bahwa pengadaan sarana tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar terintegrasi dalam aktivitas akademik harian mahasiswa dan dosen.

Dalam arah kebijakan ke depan, Rektor Undana menegaskan bahwa kolam bundar FPKP dan UPT Lahan Kering II (Laker II), termasuk kolam fiber dan beton yang tersedia, harus berfungsi sebagai laboratorium hidup.

Seluruh fasilitas diarahkan untuk mengintegrasikan tiga pilar Tridharma Perguruan Tinggi secara simultan.

Menuju Kampus Mandiri, Rektor Undana Optimalkan Kolam Bundar FPKP sebagai Unit Riset dan Bisnis Akademik
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Pertama, sebagai pusat riset. Kolam bundar menjadi medium ideal bagi penelitian nutrisi pakan, genetika ikan, hingga rekayasa kualitas air yang berorientasi pada luaran ilmiah bereputasi nasional dan internasional.

Kedua, sebagai wahana pembelajaran berbasis industri. Mahasiswa didorong terlibat langsung dalam pengelolaan komoditas perikanan sesuai standar dunia usaha dan industri.

Pola ini sejalan dengan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana kampus menghadirkan simulasi dunia kerja yang nyata.

Ketiga, sebagai sumber pendapatan non-akademik. Rektor menekankan pentingnya universitas mengembangkan unit bisnis akademik untuk memperkuat kemandirian finansial.

“Hasil panen ikan tidak hanya untuk kepentingan akademik, tetapi harus memiliki nilai ekonomi. Keuntungannya dapat diputar kembali untuk perawatan dan pengembangan fasilitas,” tegas Rektor.

Melihat pengelolaan unit kolam yang telah berjalan baik, Rektor juga menginstruksikan percepatan pemasangan sisa paket kolam bundar yang belum terpasang akibat kendala teknis infrastruktur pendukung.

Seluruh unit kolam ditargetkan segera terintegrasi ke dalam sistem yang ada. Penambahan kapasitas ini diyakini akan meningkatkan daya tampung mahasiswa untuk praktikum sekaligus meningkatkan volume produksi ikan secara signifikan, seiring dengan meningkatnya beban Tridharma FPKP.

Lebih jauh, modernisasi fasilitas UPT Laker II dinilai sebagai strategi efektif untuk menarik minat calon mahasiswa, khususnya generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

“Calon mahasiswa kini sangat kritis. Mereka menilai fasilitas. Laboratorium perikanan modern seperti ini memberi keyakinan bahwa kuliah di FPKP Undana akan menghasilkan keterampilan nyata, bukan sekadar ijazah,” ungkap Rektor.

Keberadaan fasilitas berteknologi tinggi ini diharapkan mampu meningkatkan angka pendaftaran mahasiswa baru, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia perikanan yang kompeten bagi provinsi kepulauan seperti NTT.

Kunjungan kerja tersebut diakhiri dengan diskusi bersama Wakil Dekan I FPKP Dr. Tian Liufeto, Kepala UPT Lahan Kering Nixon Ramang, S.Hut., M.Si., Kepala Laboratorium Perikanan Laker Dr. Priyo Santoso, Kepala Laboratorium Peternakan Aris Lambe, M.Si., serta para pengelola dan teknisi.

Dengan semangat kolaborasi, FPKP Undana menatap masa depan di mana laboratorium tidak lagi menjadi pusat biaya semata, melainkan episentrum inovasi, pembelajaran aplikatif, dan sumber pendapatan. Kolam bundar di Laker II kini berdiri sebagai simbol transformasi—menghubungkan dunia akademik dengan realitas industri perikanan modern.


Alberto

Komentar Klik di Sini