SAMPANG – METROPAGINEWS.COM || Menyongsong Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Sampang bersinergi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang melakukan pengawasan langsung terhadap ketersediaan stok serta perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting), Senin (9/2/2026).
Kegiatan pengawasan ini difokuskan pada dua pusat aktivitas ekonomi masyarakat, yakni Pasar Srimangunan yang berlokasi di Jalan KH. Wahid Hasyim serta Pasar Sore Sampang di Jalan Suhadak, Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang.
Kedua pasar tersebut menjadi indikator utama pergerakan harga dan distribusi kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Sampang.
Pengecekan lapangan dipimpin langsung oleh Ps. Kasat Reskrim Polres Sampang, Iptu Nur Fajri Ali, didampingi Kanit III Tipidsus Satreskrim Ipda Muamar Amin, bersama personel Satgas Pangan Unit III Tipidsus. Petugas menyisir sejumlah kios pedagang untuk memastikan stok tersedia serta menanyakan langsung harga jual berbagai komoditas strategis.
Berdasarkan hasil monitoring, ketersediaan bahan pokok secara umum terpantau mencukupi dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan. Harga sejumlah kebutuhan pokok masih berada dalam batas wajar, di antaranya beras premium Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, beras SPHP Bulog Rp12.500 per kilogram, gula pasir Rp16.500 per kilogram, serta minyak goreng Minyakita Rp15.700 per liter.
Sementara untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi tercatat Rp120.000 per kilogram, daging ayam ras Rp37.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp27.000 per kilogram.
Namun demikian, hasil pemantauan juga menunjukkan adanya kenaikan harga pada komoditas cabai, khususnya cabai rawit merah yang mencapai Rp80.000 per kilogram.
Harga tersebut diketahui melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP). Kenaikan ini terjadi karena pedagang memperoleh pasokan dari distributor dengan harga beli yang sudah relatif tinggi.
Menurut keterangan petugas di lapangan, lonjakan harga cabai dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan, serta faktor cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir yang berdampak pada penurunan hasil panen petani.
Selain itu, pasokan cabai di Pasar Srimangunan dan Pasar Sore Sampang diketahui berasal dari luar Pulau Madura, sehingga kondisi distribusi turut memengaruhi harga jual di tingkat pedagang.
Kapolres Sampang AKBP Hartono, melalui Kasat Reskrim Iptu Nur Fajri Ali menegaskan bahwa secara umum kondisi ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Sampang menjelang HBKN Ramadhan masih dalam keadaan aman dan terkendali.
“Terkait kenaikan harga cabai, kami pastikan tidak ditemukan adanya praktik penimbunan ataupun permainan harga oleh distributor maupun pedagang. Kenaikan ini murni dipengaruhi faktor alam dan berkurangnya pasokan dari petani akibat cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan, Satgas Pangan Polres Sampang akan terus meningkatkan pengawasan dan melakukan pemantauan secara berkelanjutan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi, serta untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap berjalan lancar.
“Langkah preventif ini kami lakukan guna menjaga stabilitas harga, melindungi daya beli masyarakat, serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif selama bulan Ramadhan,” pungkasnya.
(K.Umam)


Komentar Klik di Sini