BerandaSosial - EkonomiWLKB Dan Sinergi : Bakti Sosial Di Rusunawa Klaten Ungkap Realitas Sosial...

WLKB Dan Sinergi : Bakti Sosial Di Rusunawa Klaten Ungkap Realitas Sosial Yang Terlupakan  

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || WLKB gelar bakti sosial di Rusunawa Klaten bersama Lapas IIB, ungkap realitas sosial yang terlupakan. Sinergi media lokal dan pemerintah wujudkan kepedulian di HPN 2026.Jumat ( 13/2/2026)

 

Di tengah gemerlap informasi yang serba cepat, WLKB, ( Wartawan Lokal Klaten Bersinar) sebuah paguyuban yang terdiri dari lima media lokal, memilih jalan sunyi untuk menyuarakan realitas yang sering terlupakan. Bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten, mereka menggelar bakti sosial di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Klaten, sebuah potret buram ketimpangan sosial yang nyata. Lima media yang tergabung dalam WLKB—Metropaginews, Tombak Rakyat, Media Rakyat, Lintas Klaten, dan Bhayangkara Lipsus,menegaskan peran pers sebagai garda depan kepedulian.

Desain tanpa judul 20260213 090753 0000

Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi pijakan bagi kolaborasi ini untuk bergerak langsung ke akar permasalahan. Bakti sosial door to door dengan tema “Wartawan Bersama Masyarakat: Jembatan Kebaikan Untuk Semua” bukan sekadar aksi karitatif, melainkan sebuah pernyataan sikap.

 

Desi Puruso, ketua panitia pelaksana, dengan lugas menyatakan bahwa wartawan tidak hanya menjadi corong informasi, tetapi juga agen perubahan. “Tugas kami bukan hanya menulis, tetapi juga mengawal keadilan, menjadi mata dan telinga masyarakat yang terpinggirkan,” ujarnya. Ia menambahkan, “Integritas dan nurani adalah kompas kami. Di tengah arus kepentingan, kami memilih untuk berpihak pada kebenaran.”

 

Lebih lanjut, Desi menuturkan bahwa batasan regulasi dan sistem tidak boleh membungkam idealisme seorang jurnalis. “Akal dan hati adalah senjata. Dengan keduanya, kami bergerak, menyuarakan aspirasi, dan mendorong perubahan,” tegasnya.

Desain tanpa judul 20260213 085945 0000

Dukungan dari Lapas Kelas IIB Klaten, yang langsung di hadiri oleh Kalapas Andik Dwi Saputro, memberikan dimensi baru pada sinergi ini. Partisipasi aktif dari jajaran Lapas menunjukkan komitmen bersama untuk mengatasi masalah sosial. Anton Sanjaya, aktivis anti-narkoba, dan Joko Mursito, ketua paguyuban Asmoro Nolo, turut hadir memberikan dukungan.

 

Pemilihan Rusunawa Klaten sebagai lokasi bakti sosial bukanlah sebuah kebetulan. Inisiatif pengobatan gratis yang telah dilakukan sebelumnya oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk Ketua GM FKPPI Klaten Fransiscus Andri Harmoko dan Ketua Gerakan Pemuda Anti Narkoba (GARDATIBA) Galang Mujahid Abdillah, menjadi landasan bagi aksi yang lebih terstruktur.

 

Andik Dwi Saputro menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan program akselerasi Kementerian Hukum dan Kemasyarakatan. “Kami mendukung penuh inisiatif ini dan siap berkolaborasi dalam upaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Peraskim dan Budi Susilo dari Pokja PSU atas dukungan fasilitas yang diberikan.

 

Kolaborasi antara media, pemerintah, dan masyarakat sipil ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan.

 

WLKB dan para mitranya telah menunjukkan bahwa pers tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga kekuatan penggerak perubahan. Dengan ketegasan, ketajaman, dan keberimbangan, mereka terus menyuarakan kebenaran dan mengawal keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini