BerandaPendidikanSMP Negeri 3 Bawang Latih 430 Siswa Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai...

SMP Negeri 3 Bawang Latih 430 Siswa Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai Ekonomi

BANJARNEGARA – METROPAGINEWS.COM || SMP Negeri 3 Bawang, Kabupaten Banjarnegara, menggelar kegiatan kokurikuler bertajuk “Sekolahku Indah, Sekolahku Sehat” pada 7–13 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, termasuk 430 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX.

Program tersebut tidak hanya menitikberatkan pada kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan lingkungan dengan penguatan jiwa kewirausahaan siswa. Melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pengelolaan bank sampah, para siswa dilatih mengolah limbah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi.

 

Kepala SMP Negeri 3 Bawang, Rochmat Kuncoro, S.Pd., menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai menjadi produk kreatif.

 

Foto MPN 728 x 1000 20260213 160718 0000

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa bahwa sampah dapat diolah menjadi barang yang bernilai guna bahkan bernilai jual. Ini bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini,” ujar Rochmat saat diwawancarai awak media.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi sarana latihan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan praktis. Ke depan, produk-produk yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha karena memiliki daya saing di pasaran.

Senada dengan itu, Koordinator Kokurikuler, Bangun Wahyulianti, S.Ag., menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata sekolah terhadap program daur ulang serta upaya penanggulangan sampah di lingkungan pendidikan.

Selama sepekan, siswa terlibat dalam seluruh tahapan proses kreatif, mulai dari perancangan desain menggunakan aplikasi Canva hingga tahap produksi. Setiap jenjang kelas diberikan fokus proyek yang berbeda guna mengoptimalkan potensi dan kreativitas masing-masing.

Adapun pembagian proyek berdasarkan tingkatan kelas yakni:

– Kelas VII membuat kerajinan tempat lauk, buah, dan sayur dari bahan daur ulang.

– Kelas VIII memproduksi kerajinan tanaman bunga untuk mempercantik estetika lingkungan sekolah.

– Kelas IX membuat lampu hias bertema laki-laki dan perempuan dari bahan bekas.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pameran mini dan presentasi hasil karya siswa di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih asri dan nyaman, sekaligus membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab, kreatif, mampu bekerja sama, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kehidupan nyata.
(Heri)

Komentar Klik di Sini