KLATEN – METROPAGINEWS.COM || HPN 2026: WLKB beri sepeda ke Aritha & Alya, siswi Klaten yang gigih Dinsos jelaskan prosedur bansos.Jumat ( 14/2/2026)
Aritha Siswi (18), siswi kelas XII SMK 1 Kristen Klaten yang selama ini harus menempuh jarak 3 km berjalan kaki setiap hari untuk sekolah, kini bisa melangkah lebih ringan. Bersama Alya (14), siswi SMPN 6 Klaten yang menghadapi kondisi serupa, keduanya menerima bantuan alat transportasi berupa sepeda dalam acara bakti sosial yang digelar Wartawan Lokal Klaten Bersinar (WKLB) tepat pada Hari Pers Nasional (HPN) tanggal 9 Februari 2026. Paguyuban ini terdiri dari lima media pendukung yaitu Metropaginews.com, Tombak Rakyat.com, Media Rakyat.com Lintas Klaten.com,dan Bhayangkara Lipsus.com.

Acara yang mengambil tema door to door “Wartawan Bersama Masyarakat Jembatan Kebaikan Untuk Semua” dan untuk memastikan tepat sasaran, memulai kegiatan utama di Rusunawa Klaten, sebelum menyebarkan bantuan ke beberapa titik lainnya. Selain dua unit sepeda, juga diberikan bantuan alat tulis yang disumbangkan oleh Lapas IIB Klaten.
Bantuan Tepat Sasaran, Hasil Verifikasi Langsung Jurnalis
Tim jurnalis dari kelima media pendukung WKLB tidak hanya berperan sebagai penyelenggara atau pelapor, tetapi melakukan verifikasi langsung lapangan untuk mengidentifikasi penerima yang benar-benar membutuhkan. Mereka datang langsung ke rumah Aritha dan Alya, bertemu dengan orang tua mereka, mendengar keluhan secara langsung, memahami kondisi ekonomi keluarga akurat, dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Langkah ini menunjukkan bahwa peran wartawan tidak hanya sebagai pemberitahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif berkontribusi pada kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita tidak mau bantuan salah sasaran. Oleh karena itu, kami dari WLKB bekerja sama melakukan pengecekan langsung agar setiap bantuan benar-benar memberi manfaat dan mendukung cita-cita anak-anak kita dalam pendidikan,” ujar Desi Puroso, Ketua WKLB sekaligus Ketua Panitia Acara HPN.
Kondisi Aritha: Semangat Belajar Tidak Surut Walau Terbatas Ekonomi
Keterbatasan ekonomi keluarga Hendro (ayah Aritha) tidak menyurutkan semangat belajar sang anak yang tengah mengejar cita-cita. Ayahnya bekerja sebagai pekerja OB dan setelah menjalani operasi usus serta tinggal di rumah kontrakan sangat sederhana di pinggiran kota Klaten. Meskipun harus berjalan kaki jauh setiap pagi, Aritha selalu mendapatkan nilai baik di sekolah.
“Saya ingin menjadi orang sukses untuk membantu keluarga nanti. Meskipun jalan ke sekolah jauh, saya tidak mau menyerah,” ucap Aritha.
Kondisi yang dialami Aritha dan Alya merupakan cerminan dari banyaknya anak muda di Klaten yang memiliki potensi besar namun terkendala akses dan fasilitas dasar untuk menunjang pendidikan mereka. Banyak di antaranya yang hanya pasrah dan harus bertahan hidup dengan segala keterbatasannya.
Mengenal Prosedur Bansos: Kenapa Tidak Semua Bisa Mendapatkan Bantuan dari Pemerintah?
Sebelum mengambil langkah memberikan bantuan secara mandiri, Desi Puruso sempat mengusulkan kasus Aritha dan Alya kepada Dinas Sosial (Dinsos) Klaten. Pihak dinas kemudian menjelaskan secara jelas tentang cara kerja sistem bantuan sosial di daerah ini, agar masyarakat bisa memahami alasan tidak semua kebutuhan bisa segera terpenuhi.
Desi Puroso mengungkapkan, “Saya sering mendengar keluhan mereka yang menginginkan keadilan namun terbentur sistem, bahkan polemik bansos salah sasaran sudah menjadi hal biasa. Itulah mengapa saya merasa perlu membantu mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara kerja sistem yang ada.”
Kepala Dinas Sosial Klaten Puspo Enggar Hastuti SE,menjelaskan poin penting tentang bantuan sosial:
– Anggaran memiliki aturan jelas ,Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (DPA) harus melalui proses pertanggungjawaban yang ketat dan tidak bisa diberikan secara kondisional atau sembarangan.
– Prioritas untuk kelompok desil 1-5 – Bantuan sosial umumnya ditujukan untuk keluarga miskin dan rentan miskin yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5.
– Proses pengajuan harus dilakukan ,Jika ada kebutuhan seperti BPJS Kesehatan, alat bantu untuk penyandang disabilitas, atau bantuan pendidikan, masyarakat bisa mengajukan usulan ke dinas sosial agar diproses dan masuk dalam daftar prioritas.
“Kami tidak menutup pintu bagi siapa saja yang membutuhkan. Namun semua harus melalui prosedur yang benar agar bantuan bisa merata dan akuntabel,” jelas Kadinsos.
Pesan Penting untuk Masyarakat
Dari kegiatan Hari Pers Nasional ini, yang digelar bersama oleh Metropaginews, Tombak Rakyat, Media Rakyat, Lintas Klaten dan Bhayangkara Lipsus, kita bisa mengambil pelajaran penting:
– Jika Anda atau orang di sekitar membutuhkan bantuan sosial terkait pendidikan atau kebutuhan dasar lainnya, segera hubungi kantor dinas sosial terdekat untuk mengetahui cara pengajuan yang benar.
– Pastikan data diri dan kondisi keluarga tercatat dengan benar dalam sistem pemerintah agar bisa mendapatkan akses bantuan yang sesuai.
– Peran wartawan lokal dari berbagai media dan masyarakat sipil bisa menjadi bagian penting dalam membantu mengisi kekosongan dan memberikan dukungan kepada yang membutuhkan.
“Kami berharap dengan kegiatan ini pada Hari Pers Nasional, tidak hanya membantu Aritha dan Alya, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana sistem bekerja dan bagaimana kita bisa saling membantu dengan cara yang tepat untuk mendukung pendidikan generasi muda,” tambah Desi Puroso.
( Desi )

Komentar Klik di Sini