KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Apresiasi untuk WLKB.Bantuan ODGJ, disabilitas, lansia. Simbol sinergi media, pemerintah, & Disperakim demi kesejahteraan. Desi: “Terima kasih tim.Minggu (15/2/2026)
Di tengah gemerlap Hari Pers Nasional, Wartawan Lokal Klaten Bersinar (WLKB) tak hanya merayakan kebebasan pers, namun juga menebar kebaikan dengan menyalurkan bantuan sosial yang menyentuh hati. Kali ini, WLKB fokus pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Tijayan, Manisrenggo Klaten, sebuah inisiatif yang mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Desa setempat, Joko Lasono.

Sebelum menyalurkan bantuan door to door kepada ODGJ, WLKB juga telah memberikan sentuhan kasih kepada penerima manfaat disabilitas dan lansia, sebagai wujud komitmen untuk menjangkau kelompok rentan di masyarakat. Aksi kemanusiaan ini menunjukkan bahwa WLKB tidak hanya fokus pada satu isu, melainkan berupaya memberikan dampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepedulian WLKB terhadap ODGJ di Desa Tijayan berawal dari keprihatinan Joko terhadap belasan warganya yang berjuang melawan gangguan mental. Meskipun sebagian besar kasus dipicu oleh faktor genetik dan tidak menimbulkan keresahan, Joko tak pernah menutup mata terhadap kondisi warganya. Bantuan dari pemerintah desa pun selalu diupayakan, meski terbatas.
“Saya sangat mengapresiasi langkah WLKB yang memberikan perhatian khusus kepada ODGJ di desa kami,” ujar Joko dengan tulus. “Sebagai wartawan, mereka tidak hanya menulis berita, tetapi juga menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Ini adalah contoh yang sangat baik bagi jurnalis lainnya.”ucapnya.

Selain ODGJ, Joko juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), berkat kerjasama yang baik dengan Anton Sanjaya, staf dari Disperakim (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman). Hal ini membuktikan komitmennya dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Desa Tijayan.
Joko berharap, sinergi antara pemerintah, media, dan Disperakim seperti yang ditunjukkan oleh WLKB tidak hanya sebatas pemberitaan, namun juga kolaborasi nyata dalam mengatasi permasalahan sosial.
Ketua Paguyuban WLKB, Desi Puruso, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras demi mewujudkan misi mulia ini:
“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim WLKB yang telah menunjukkan kerjasama dan dedikasi yang luar biasa. Dengan satu misi yang sama, kita mampu memberikan sentuhan humanis bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik,” ujar Desi dengan penuh haru.
Desi Puruso, dengan semangat yang menginspirasi, juga mengungkapkan filosofinya dalam menjalankan tugas sebagai wartawan:
“Seorang wartawan, selain sebagai penulis, juga berfungsi sebagai kontrol sosial. Semua tergantung pada individu masing-masing. Bagi saya, ketika seseorang menjalankan tugas dengan rasa, bukan ego atau kepentingan pribadi, semua akan berbeda. Kita boleh dibatasi oleh peraturan dan sistem, namun kita sebagai manusia punya akal dan hati sebagai senjata ampuh untuk penggerak langkah.”tuturnya.
Desi berharap, kegiatan ini dapat berlanjut secara berkelanjutan, dengan dukungan dari berbagai pihak. “Yang terpenting, penerima manfaat tidak salah sasaran dan benar-benar tepat,” tegasnya.
Kisah inspiratif dari Desa Tijayan ini menjadi bukti nyata bahwa jurnalisme tidak hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang menggerakkan hati dan menyatukan kekuatan untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
( Desi )

Komentar Klik di Sini