KLATEN-METROPAGINEWS.COM ||
Palang Merah Indonesia (PMI) Klaten menggelar kegiatan donor darah dalam rangka menyambut perayaan Imlek yang akan berlangsung selama dua hari, yakni 16–17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PMI Klaten, Jalan Veteran No. 80, Klaten Utara, dengan jam pelayanan yang diperpanjang setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Penyelenggara menyiapkan souvenir berupa t‑shirt khusus sebagai bentuk apresiasi bagi para pendonor, namun menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah menyelamatkan nyawa dan menumbuhkan budaya kepedulian di tengah masyarakat (16/02/2026).
Konfirmasi mengenai pelaksanaan acara disampaikan oleh Guntur dari UDD PMI Klaten. Menurut Guntur, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan dengan standar pelayanan donor darah yang berlaku. Proses dimulai dari pendaftaran, skrining kesehatan awal, pemeriksaan tekanan darah dan kadar hemoglobin, hingga pengambilan darah oleh petugas terlatih serta pengawasan pasca‑donor. Dengan jam operasional yang panjang, panitia berharap dapat menjangkau lebih banyak calon pendonor, termasuk mereka yang memiliki kesibukan kerja hingga sore atau malam hari, sehingga kesempatan untuk berpartisipasi menjadi lebih fleksibel.

Lebih lanjut di paparkan, agar proses donor aman bagi pendonor dan darah yang dikumpulkan layak untuk transfusi, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Calon pendonor wajib berusia minimal 17 tahun dan maksimal 60 tahun serta memiliki berat badan minimal 48 kilogram. Kondisi kesehatan jasmani dan rohani harus prima, pendonor tidak boleh sedang menderita penyakit akut atau penyakit menular seperti hepatitis dan sifilis. Selain itu, calon pendonor tidak sedang mengonsumsi obat yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan atau keselamatan proses donor. Bagi calon pendonor wanita, ada ketentuan tambahan, tidak sedang hamil, tidak sedang menyusui, dan tidak sedang mengalami menstruasi pada saat donor.
Sebelum pengambilan darah, setiap calon pendonor diminta mengisi formulir riwayat kesehatan dan menandatangani informed consent yang memuat identitas, riwayat kesehatan singkat, persetujuan untuk pemeriksaan darah, serta kesediaan menerima informasi hasil pemeriksaan. Informed consent ini penting untuk memastikan pendonor memahami prosedur, manfaat, dan potensi risiko, serta memberi izin agar darah yang diambil dapat diperiksa demi keamanan transfusi. Skrining awal yang teliti membantu menilai kelayakan pendonor dan meminimalkan risiko bagi pendonor maupun penerima darah.
Panitia juga memberikan sejumlah rekomendasi praktis agar pengalaman donor berjalan lancar. Disarankan untuk makan setidaknya dua jam sebelum donor agar kadar gula darah stabil dan mengurangi risiko pusing atau lemas. Istirahat yang cukup pada malam sebelum donor sangat dianjurkan. Pendonor diminta menghindari konsumsi alkohol dan obat‑obatan tertentu sebelum hari donor kecuali atas petunjuk medis. Pada hari pelaksanaan, membawa identitas diri yang sah akan mempercepat proses pendaftaran. Dengan jam layanan yang panjang, pendonor dapat memilih waktu yang paling nyaman, bagi yang ingin menghindari antrean, datang pada jam‑jam tidak sibuk seperti pagi hari atau awal malam bisa menjadi pilihan.
Kegiatan donor darah ini juga menjadi momen edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya ketersediaan stok darah. Kebutuhan darah di rumah sakit bersifat kontinyu, kecelakaan, operasi, persalinan berisiko, dan berbagai kondisi medis lainnya memerlukan pasokan darah yang aman dan memadai. Dengan mendonorkan darah, masyarakat tidak hanya membantu individu yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat ketahanan layanan kesehatan di wilayah Klaten dan sekitarnya. PMI Klaten memanfaatkan momentum Imlek untuk mensosialisasikan pentingnya donor darah rutin dan prosedur keamanan yang diterapkan dalam proses pengambilan darah.
Salah seorang pendonor aktif, Amin Raharja, menyatakan rasa terpanggil dan antusiasnya untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Amin yang rutin mendonorkan darah beberapa kali setahun mengatakan bahwa donor darah adalah tindakan sederhana namun berdampak besar. Menurutnya, momentum Imlek yang identik dengan kebersamaan dan berbagi menjadi waktu yang tepat untuk menebar kebaikan. Amin mengajak rekan‑rekannya untuk datang bersama, menegaskan bahwa suasana kebersamaan saat donor dan kenang‑kenangan berupa t‑shirt membuat pengalaman menjadi lebih bermakna. Dorongan dari pendonor aktif seperti Amin diharapkan dapat memotivasi lebih banyak warga untuk berpartisipasi.
Dukungan dari komunitas, organisasi, dan perusahaan sangat diharapkan untuk meningkatkan partisipasi. Bagi kelompok yang ingin mengirimkan rombongan pendonor, koordinasi sebelumnya dengan PMI Klaten akan membantu pengaturan jadwal dan kelancaran pelaksanaan. Panitia juga menghimbau masyarakat datang lebih awal pada hari pelaksanaan untuk mengurangi antrian dan memastikan semua calon pendonor dapat dilayani dengan baik. Keamanan dan kenyamanan pendonor menjadi prioritas, sehingga protokol kesehatan dan prosedur medis akan dijalankan secara ketat.
Souvenir t‑shirt khusus yang disiapkan panitia menjadi daya tarik tambahan, terutama bagi pendonor yang datang lebih awal, serta selama stok persediaan masih ada. Namun panitia menegaskan bahwa souvenir bukan tujuan utama, semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama tetap menjadi inti kegiatan. T‑shirt tersebut diharapkan menjadi simbol solidaritas dan pengingat bahwa setiap kantong darah yang disumbangkan memiliki potensi menyelamatkan nyawa.
Donor darah sambut Imlek di PMI Klaten bukan sekadar pengumpulan kantong darah, melainkan upaya membangun budaya kepedulian dan gotong royong. Di tengah perayaan dan tradisi, aksi sederhana seperti mendonorkan darah menjadi wujud nyata berbagi berkah dan menyebarkan kebaikan. Dengan persiapan matang, protokol kesehatan yang ketat, dan dukungan masyarakat, diharapkan kegiatan pada 16 – 17 Februari 2026 berjalan sukses, aman, dan memberi manfaat luas bagi banyak pihak. Bagi warga Klaten dan sekitarnya, ini saat yang tepat untuk merayakan Imlek dengan tindakan nyata, menyumbangkan sebagian darah demi keselamatan sesama.
( Pitut Saputra )

