BREBES – METROPAGINEWS.COM || Hujan deras yang disertai angin kencang menerjang Dukuh Pekulen, Dukuh Krajan RT 04/05, dan Dukuh Glempang, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan hingga berat.
Berdasarkan keterangan warga, angin kencang datang secara tiba-tiba saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Sejumlah atap rumah beterbangan, genteng berjatuhan, serta beberapa bagian bangunan, terutama dapur dan atap belakang rumah warga, mengalami kerusakan cukup serius.

Daryo, warga RT 01/RW 06 Dukuh Pekulen, mengaku terkejut saat mendengar suara keras dari bagian atas rumahnya.
“Saya sedang duduk di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara genteng jatuh. Hujannya besar sekali, baru pertama kali terjadi seperti ini,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sarwoto, yang akrab disapa Gogon. Ia menuturkan, saat kejadian dirinya tengah menutup pintu rumah bersama anaknya sebelum angin kencang menerjang.
“Sekitar pukul 14.30 WIB hujan deras berbarengan dengan angin. Atap bagian belakang rumah rusak, banyak genteng yang terlepas dan bolong. Selama ini belum pernah ada kejadian separah ini,” jelasnya.
Dampak paling parah dilaporkan terjadi di Dukuh Glempang, di mana sebuah rumah roboh setelah tertimpa pohon tumbang akibat kuatnya hembusan angin.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Kepala Desa Pagojengan, Suid Ama, membenarkan adanya kerusakan di sejumlah dukuh. Saat ditemui di lokasi Dukuh Pekulen, ia meninjau langsung rumah-rumah warga terdampak serta pohon tumbang yang merusak bangunan.
“Kami sudah menerima laporan dari warga di beberapa dukuh. Di Glempang ada rumah roboh tertimpa pohon. Kami segera berkoordinasi dan melaporkan kejadian ini ke instansi terkait agar cepat mendapat penanganan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, tidak terdapat laporan korban jiwa. Aparat desa bersama warga masih melakukan pendataan kerusakan serta bergotong royong membersihkan material genteng dan batang pohon yang tumbang.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera menyalurkan bantuan darurat maupun perbaikan rumah, mengingat sebagian atap dalam kondisi terbuka dan berisiko apabila hujan kembali turun.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan potensi cuaca ekstrem di wilayah selatan Brebes, khususnya pada masa peralihan musim yang rawan hujan lebat dan angin kencang.
(Mistam)


Komentar Klik di Sini