KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang menargetkan penerimaan sebanyak 1.885 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
Target tersebut disesuaikan dengan kapasitas sumber daya yang dimiliki kampus, baik dari sisi jumlah dosen, sarana dan prasarana perkuliahan, maupun fasilitas laboratorium yang tersedia.
Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Citra Bangsa, Prof. Dr. Frans Salesman, S.E saat diwawancarai media ini pada Jumat, 6 Maret 2026.
Menurut Prof. Frans, dari total target penerimaan mahasiswa baru tersebut, sebagian besar masih didominasi oleh program studi di bidang kesehatan.
Beberapa di antaranya yaitu Program Studi Ners yang ditargetkan menerima 230 mahasiswa baru, Program Studi Farmasi sebanyak 380 mahasiswa, Program Studi Kebidanan sebanyak 120 mahasiswa, serta Program Studi Kedokteran yang tahun ini minimal menerima 50 mahasiswa baru.
Ia menjelaskan bahwa pihak kampus saat ini tengah memperjuangkan tambahan kuota dari pihak kementerian untuk Program Studi Kedokteran.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi UCB dalam membantu mengatasi kekurangan tenaga dokter di wilayah Nusa Tenggara Timur.
“Kami sedang memperjuangkan agar mendapatkan tambahan kuota dari kementerian untuk program studi kedokteran. Kalau memungkinkan kami berharap bisa menerima hingga 75 mahasiswa baru,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Frans menegaskan bahwa Universitas Citra Bangsa memiliki komitmen kuat dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di pasar kerja internasional. Hal tersebut tercermin dari tagline kampus yang selama ini diusung yaitu “Kuliah di UCB, Kerja di Luar Negeri”.
Menurutnya, tagline tersebut bukan sekadar slogan, tetapi telah dibuktikan melalui berbagai kerja sama yang telah terjalin dengan sejumlah perusahaan dan institusi di luar negeri seperti di Jepang, Jerman, Italia, dan Australia.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Ia menjelaskan bahwa lulusan Program Studi Ners dari UCB telah banyak terserap di berbagai fasilitas layanan kesehatan di luar negeri. Di Jepang misalnya, para alumni bekerja di homecare maupun rumah sakit yang menangani perawatan lansia. Sementara di Italia dan Jerman, lulusan UCB juga bekerja di rumah sakit serta pusat perawatan lansia.
Selain itu, lulusan UCB yang berasal dari Timor Leste juga banyak diserap di sektor pemerintahan di negara tersebut. Misalnya lulusan Program Studi Farmasi yang bekerja di lembaga pengawasan obat seperti Balai POM Timor Leste, Kementerian Kesehatan, berbagai rumah sakit, hingga universitas yang memiliki program studi kesehatan.
“Karena itu kami tegaskan bahwa tagline Kuliah di UCB, Kerja di Luar Negeri bukan hanya pepesan kosong. Ini sudah terbukti dari berbagai pengalaman lulusan kami yang bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Ke depan, pihak kampus akan terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra internasional agar peluang kerja bagi lulusan semakin terbuka luas. Tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada sektor teknik dan pariwisata.
Saat ini UCB juga memiliki program studi yang mendukung sektor tersebut, yaitu Program Studi Bisnis Digital dan Program Studi Pengelolaan Perhotelan.
Untuk menunjang kesiapan lulusan bekerja di luar negeri, Universitas Citra Bangsa juga memiliki pusat studi bahasa asing yang menyediakan pelatihan berbagai bahasa internasional seperti bahasa Jepang, Mandarin, Jerman, dan bahasa Inggris.
Menurut Prof. Frans, sejumlah dosen di UCB juga memiliki kemampuan di bidang bahasa asing sehingga turut berperan sebagai pengajar di pusat studi tersebut.
Saat ini Universitas Citra Bangsa memiliki 16 program studi dengan jumlah mahasiswa aktif mencapai 6.459 orang. Dengan target penerimaan mahasiswa baru sebanyak 1.885 orang pada tahun ini, pihak kampus berharap total jumlah mahasiswa dapat meningkat hingga mencapai sekitar 8.000 orang.
Di sisi lain, UCB juga terus menekankan peningkatan mutu pendidikan di lingkungan kampus. Salah satu standar akademik yang diterapkan adalah memastikan mahasiswa benar-benar menyelesaikan seluruh mata kuliah sebelum mengikuti ujian skripsi.
“Di UCB kami tidak main-main. Sekitar 80 persen mahasiswa yang mengikuti ujian skripsi harus sudah lulus semua mata kuliah, baik teori maupun praktik,” tegas Prof. Frans.
(Alberto)


Komentar Klik di Sini