KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Talkshow KPA Klaten bahas HIV & isu perilaku secara menyeluruh. Tercatat 1.759 kasus HIV sejak 2007 Agustus 2026. Pembedaan orientasi, perilaku, dan gerakan sosial-politik agar edukasi tepat sasaran cegah penularan baru, kurangi stigma, perkuat keluarga.Kamis (1/10/)
Isu kesehatan masyarakat perlu dipahami secara utuh, tidak terjebak asumsi atau stigma. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Klaten menggelar talkshow bertema “Pencegahan HIV dan Perilaku LGBT”, mengundang sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah, ormas, tokoh agama, akademisi, hingga komunitas. Kegiatan ini menjadi ruang untuk membahas fakta, membedakan persoalan, serta menyusun langkah pencegahan yang tepat sasaran.

1.759 Kasus Menjadi Catatan Bersama
Sekretaris KPA Klaten, dr. Ronny Roekmito, M.Kes., memaparkan situasi riil di lapangan. Sejak tahun 2007 hingga Agustus 2026, tercatat 1.759 kasus HIV di Kabupaten Klaten. Angka ini menjadi pengingat bahwa pencegahan tidak boleh lemah atau terabaikan pemahaman yang benar dan langkah nyata dari semua pihak sangat dibutuhkan.
Tiga Dimensi: Agar Tidak Tercampuraduk
Pembicara dr. Rahmad Setia Budi, M.M. menegaskan pentingnya membedakan tiga hal yang sering disamakan:
– Orientasi seksual identitas diri yang tidak dapat diubah secara paksa
– Perilaku seksual tindakan yang memiliki risiko kesehatan dan dapat dipelajari pencegahannya
– Gerakan sosial-politik upaya yang menyangkut aspirasi di ruang publik
Pembedaan ini bukan untuk memperumit, melainkan agar fokus pencegahan tepat pada perilaku berisiko yang menjadi jalur penularan HIV dan penyakit menular seksual tanpa menaburkan prasangka pada kelompok tertentu.
Pencegahan, Penguatan Keluarga & Penghapusan Stigma
Kegiatan juga menekankan:
– Edukasi sejak dini kepada anak dan remaja melalui keluarga
– Peran tokoh agama dan masyarakat sebagai pendamping yang dipercaya
– Perlindungan hukum dan peraturan yang menjaga ketertiban bersama
– Penghapusan stigma dan diskriminasi orang dengan HIV berhak diperlakukan manusiawi, dirawat, dan didukung agar tetap produktif
Tujuannya jelas: menurunkan angka penularan baru, menekan angka kematian akibat AIDS, serta memastikan tidak ada yang ditinggalkan dalam penanganan kesehatan ini.
Data berbicara, edukasi memandu, kebersamaan melindungi. KPA Klaten mengajak seluruh elemen masyarakat: jangan menutup mata, jangan menutup hati. Pencegahan paling kuat tumbuh dari pemahaman yang benar, keluarga yang kokoh, dan sikap saling menjaga tanpa membeda-bedakan. Langkah ini bukan milik satu pihak ini tanggung jawab kita semua.( Desi )
Disclaimer
Berita ini disusun berdasarkan kegiatan talkshow KPA Kabupaten Klaten serta data yang dipaparkan pada acara. Pembahasan isu disajikan secara berimbang dari perspektif kesehatan, sosial, dan kemasyarakatan sesuai narasi yang dikembangkan dalam kegiatan.



Komentar Klik di Sini