KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Sungai Modin RW 06 Mojayan dipenuhi sampah & rawan banjir. Warga, FSSK, DLH, DPUPR, BBWS Solo & unsur lain gotong royong bersihkan. Lurah Nining: bukan sekadar seremonial, Mojayan Bergerak ajak jaga berkelanjutan. Endah FSSK: wujudkan sungai bebas plastik.Kamis (8/10)
Semangat kebersamaan kembali menyala di tepian Sungai Modin. Warga Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, bergotong royong membersihkan sungai yang telah lama dipenuhi sampah, Minggu (4/10/2026). Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa melainkan jawaban nyata atas keprihatinan bersama: sungai yang penuh sampah bukan hanya tak sedap dipandang, melainkan kerap menjadi pemicu banjir saat musim hujan tiba.

Kolaborasi Penta Helix: Semua Bergerak Bersama
Kegiatan ini lahir dari inisiatif warga dan Pemerintah Kelurahan Mojayan, dengan melibatkan banyak pihak model kerja sama Penta Helix yang nyata:
– Forum Sekolah Sungai Klaten (FSSK)
– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten
– Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Klaten
– BBWS Solo
– Babinsa & Bhabinkamtibmas
– Relawan Mojayan & MDMC Kabupaten Klaten
– Ponny Park sebagai pelaku usaha di sekitar sungai
“Bukan Sekadar Seremonial” Keberlanjutan Adalah Kunci
Lurah Mojayan, Nining Martiningsih, S.Kom., M.Si., menegaskan bahwa sungai yang bersih adalah hak sekaligus tanggung jawab semua.
“Kalau kita ingin lingkungan yang sehat dan nyaman, maka sungai harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menekankan: kegiatan ini tidak boleh berhenti setelah hari ini.
“Yang paling penting adalah keberlanjutan. Setelah dibersihkan, bagaimana kita menjaganya agar tetap bersih. Jangan sampai sungai kembali menjadi tempat membuang sampah,” tegas Nining.
Gerakan “Mojayan Bergerak” bukan sekadar slogan hari ini dibuktikan dengan keringat dan kerja nyata.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika warga, komunitas, pemerintah, aparat, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lain bergerak bersama, perubahan akan terasa jauh lebih kuat,” tambahnya.

FSSK: Wujudkan Sungai Bebas Plastik Sehari-hari
Pengurus Harian FSSK, Endah Sulistyowati, mengajak langkah nyata dari setiap rumah:
– Kurangi kantong plastik sekali pakai
– Bawa botol minum sendiri
– Pilah sampah rumah tangga
– Bangun bank sampah di RT/RW
“River without plastic” bukan impian jauh — dimulai dari kebiasaan kecil setiap hari.
Cegah Banjir, Wujudkan Sungai Bermartabat
Kepala Bidang SDA DPUPR Kabupaten Klaten, Darminto, ST., MM., menegaskan: sungai yang bersih adalah benteng pertama dari banjir.
“Diharapkan kesadaran tidak membuang sampah ke sungai tumbuh terus, bukan hanya saat kegiatan bersih-bersih. Semua ini demi mewujudkan sungai yang bermartabat,” ujarnya.
Semangat warga Mojayan diharapkan menular ke desa-desa lain agar kembali gumregah ngopeni sungai, yaitu sadar dan peduli merawatnya. Sejalan visi FSSK: menjadikan sungai di Klaten sungai yang lestari, bersih, dan membanggakan. Karena sungai yang sehat adalah warisan paling berharga bagi anak cucu.
[Desi — MetropagiNews.com]



Komentar Klik di Sini