BerandaDaerahMundur Dari Pegawai Dinas Pariwisata Monas, Wartoyo Nyatakan Maju Calon Kades Puluhan...

Mundur Dari Pegawai Dinas Pariwisata Monas, Wartoyo Nyatakan Maju Calon Kades Puluhan Klaten di Podcast Ruang Bicara IKA PMII

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || 9 tahun mengabdi di Dinas Pariwisata Monas Jakarta, Wartoyo memilih mundur dan pulang ke Desa Puluhan. Lewat Podcast Ruang Bicara IKA PMII, ia nyatakan maju calon Kepala Desa gali potensi budaya, lahan tidur jadi destinasi wisata & ikon desa. Bersama pemuda wujudkan kemajuan.Jumat (9/10)

 

Banyak orang berjuang keras untuk menetap di ibu kota. Namun seorang pemuda justru melangkah sebaliknya: ia memilih mundur dari pekerjaan di Dinas Pariwisata kawasan Monas Jakarta, lalu pulang ke desa kelahirannya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa.

Namanya Wartoyo, akrab disapa Oye. Selama sembilan tahun ia mengabdi sebagai pegawai Pemerintah Daerah DKI Jakarta di Dinas Pariwisata, kawasan Monas. Keprihatinan melihat Desa Puluhan, Dusun Karangri, Kecamatan Trucuk, yang dinilai belum menunjukkan kemajuan berarti, membuatnya mengambil keputusan berani mundur dari pekerjaan, pulang, dan mencalonkan diri memimpin desanya sendiri.

Pengumuman dan pemaparan visi misi itu disampaikan secara terbuka dalam acara Podcast Ruang Bicara yang digelar bersama IKA PMII.

Desain tanpa judul 20261009 111004 0000

Potensi Desa yang Terabaikan: Budaya & Lahan Tidur

“Sembilan tahun saya bekerja di bidang pariwisata, melihat banyak tempat berkembang, sementara desa sendiri masih diam di tempat,” ungkap Oye dalam podcast tersebut.

Ia melihat dua kekuatan besar yang belum tergarap maksimal di desanya:

– Kekayaan budaya: seni Wireng, Kuda Lumping, dan Karawitan yang masih lestari namun belum dikenal luas

– Lahan tidur: lahan-lahan yang terbengkalai, jika dikelola bersama dapat diubah menjadi destinasi wisata sekaligus ikon kebanggaan Desa Puluhan

“Saya melihat sebenarnya banyak sekali potensi desa yang bisa dikembangkan. Apa yang sudah saya pelajari di dunia pariwisata, ingin saya terapkan di sini agar desa ini tidak sekadar dikunjungi, tetapi menjadi tempat yang dibanggakan warganya,” ujarnya.

Anak Muda adalah Motor Perubahan

Keputusan Oye pulang dan mencalonkan diri disambut antusias, terutama oleh generasi muda. Karang Taruna Krida Bakti menjadi pendukung pertamanya.

“Justru dari anak-anak mudalah saya banyak menerima masukan. Mereka bukan sekadar pendukung merekalah yang akan menjadi motor penggerak kemajuan desa ke depan. Saya hadir untuk merangkul semua elemen,” tegasnya. Dukungan juga datang dari kakaknya, Aan, tokoh masyarakat setempat tanda tekadnya mendapat dukungan lintas generasi.

Visi Misi Tertuang, Siap Wujudkan Perubahan

Dalam Podcast Ruang Bicara bersama IKA PMII, Oye memaparkan secara lengkap visi, misi, langkah kerja, serta peluang yang dikembangkan untuk Desa Puluhan. Dari pelestarian budaya, pemanfaatan lahan tidur menjadi wisata, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat semua disusun agar kemajuan benar-benar dirasakan warga, bukan sekadar janji.

Keputusan mundur dari pekerjaan yang mapan demi membangun desa bukanlah hal yang mudah. Namun bagi Wartoyo, pulang bukan berarti mundur ia justru melangkah maju, menuju hal yang lebih bermakna: memajukan tanah kelahirannya. Semoga langkah ini menginspirasi lebih banyak anak desa bahwa kemajuan tidak selalu datang dari kota, tetapi bisa dimulai dari keberanian pulang dan kebersamaan membangun dari rumah sendiri.

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini