PASURUAN — METROPAGINEWS.COM || Tinggal di kawasan lereng Gunung Arjuno ternyata tidak menjamin warga mudah mendapatkan air bersih. Ironi ini dirasakan masyarakat Dusun Tambak Watu, Desa Tambak Sari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, yang hingga Sabtu (17/10/2026) mengeluhkan kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Di tengah kawasan pegunungan yang dikenal memiliki potensi sumber mata air, warga justru dihadapkan pada persoalan mendasar yang seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait. Air yang menjadi kebutuhan utama setiap rumah tangga masih menjadi persoalan bagi masyarakat setempat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan kritis: bagaimana mungkin warga yang tinggal di lereng Gunung Arjuno justru kesulitan mendapatkan air bersih?
Apakah persoalannya terletak pada terbatasnya debit sumber mata air, buruknya jaringan perpipaan, minimnya fasilitas penampungan, atau sistem distribusi yang belum menjangkau kebutuhan seluruh warga?
Pertanyaan-pertanyaan ini tidak boleh berhenti sebagai keluhan masyarakat. Diperlukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk memastikan akar persoalan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
Jangan Biarkan Warga Terus Berjuang Mendapatkan Air
Kesulitan air bersih bukan persoalan sepele. Air merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan, kebersihan lingkungan, sanitasi, serta aktivitas rumah tangga. Ketika akses terhadap air terganggu, masyarakat harus menanggung beban tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Situasi ini menjadi semakin memprihatinkan apabila berlangsung tanpa kejelasan penanganan dan tanpa informasi terbuka mengenai penyebab masalahnya.
Pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, serta instansi teknis yang membidangi sumber daya air dan penyediaan air minum perlu turun langsung untuk memeriksa kondisi di Dusun Tambak Watu.
Pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan secara administratif. Kondisi sumber air, kapasitas penampungan, jaringan distribusi, jangkauan pelayanan, hingga kebutuhan riil masyarakat harus menjadi bagian dari evaluasi.
Jika sumber air memang tersedia tetapi tidak mampu memenuhi kebutuhan warga, maka persoalannya harus diurai secara terbuka. Sebaliknya, jika debit mata air mengalami penurunan, diperlukan kajian teknis untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah penanganan yang berkelanjutan.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Potensi Air Harus Sejalan dengan Akses Masyarakat
Kawasan lereng gunung memiliki kondisi geografis dan hidrologis yang beragam. Keberadaan gunung maupun mata air di suatu wilayah tidak otomatis menjamin ketersediaan air yang cukup bagi seluruh penduduk. Karena itu, diperlukan data mengenai kondisi sumber air, kapasitas produksi, jaringan distribusi, dan kebutuhan masyarakat.
Namun, kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan persoalan air bersih berlarut-larut tanpa solusi yang jelas.
Masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai kondisi pelayanan air bersih di wilayahnya, termasuk langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut.
Pemerintah juga perlu memastikan apakah infrastruktur yang tersedia sudah berfungsi optimal dan apakah distribusi air telah menjangkau warga secara merata.
Jangan sampai persoalan mendasar seperti air bersih baru mendapat perhatian setelah keluhan masyarakat mencuat ke ruang publik.
Warga Menunggu Tindakan Nyata, Bukan Sekadar Janji
Warga Dusun Tambak Watu berharap pihak terkait segera melakukan peninjauan langsung dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi kesulitan air bersih yang mereka alami.
Langkah awal yang mendesak ialah mendata jumlah keluarga terdampak, memastikan penyebab gangguan pasokan, serta menyediakan bantuan air bersih apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan darurat.
Dalam jangka panjang, diperlukan solusi yang terukur, mulai dari perbaikan jaringan perpipaan, optimalisasi penampungan, hingga pengembangan sistem distribusi sesuai hasil kajian teknis.
Persoalan air bersih di Tambak Watu kini menjadi ujian bagi keseriusan pelayanan publik di Kabupaten Pasuruan. Masyarakat tidak sekadar membutuhkan penjelasan, tetapi juga kepastian bahwa persoalan yang mereka hadapi benar-benar ditangani.
Sampai penyebab kesulitan air dan kondisi infrastruktur setempat diperiksa secara langsung, belum dapat dipastikan apakah masalah utamanya berada pada sumber air, jaringan distribusi, atau pengelolaannya.
Satu hal yang jelas, kebutuhan air bersih masyarakat tidak seharusnya dibiarkan menjadi persoalan tanpa kepastian penyelesaian.
Kini, warga menunggu jawaban sekaligus tindakan nyata dari pihak yang berwenang. Sebab, bagi masyarakat Tambak Watu, air bersih bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari.
(Redho)



Komentar Klik di Sini