BerandaBerita TerkiniJembatan Dengkeng Dipercepat: Pembangunannya untuk Keselamatan dan Kebangkitan Ekonomi Lokal

Jembatan Dengkeng Dipercepat: Pembangunannya untuk Keselamatan dan Kebangkitan Ekonomi Lokal

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat pembangunan Jembatan Dengkeng, di Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, yang menghubungkan wilayah Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hal itu guna meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperlancar arus transportasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat (20/10/2026).

Pembangunan Jembatan Dengkeng menjadi perhatian serius pemerintah provinsi setelah kondisi jembatan lama yang berusia sekitar 40 tahun dinilai tidak lagi aman untuk dilewati. Proyek yang berada di ruas jalan provinsi Karangwuni–Cawas–batas DIY ini dibiayai dengan nilai kontrak sebesar Rp20,62 miliar. Jembatan baru dirancang memiliki panjang 40 meter dan lebar 7,5 meter, lengkap dengan trotoar di kedua sisi masing-masing selebar 0,5 meter, sehingga memberi ruang lebih aman bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan kecil.

vertikal 1 19

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah, Temmy Purboyono, menyatakan percepatan pembangunan Jembatan Dengkeng merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, agar infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat segera dapat dimanfaatkan. “Ini merupakan perintah dari Bapak Gubernur supaya pembangunan dipercepat, sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Temmy mewakili Kepala Dinas PUPR Jateng, Senin 19 Oktober 2026.

Kontrak pelaksanaan pekerjaan Jembatan Dengkeng berlangsung selama 180 hari kalender, terhitung sejak 25 Juni hingga 21 Desember 2026. Hingga 19 Oktober 2026, progres fisik mencapai 60 persen, sedikit melampaui target rencana sebesar 59 persen. Temmy optimistis pekerjaan dapat selesai lebih cepat dari jadwal kontrak, bahkan berharap rampung satu minggu hingga 10 hari sebelum batas waktu sehingga dapat diresmikan oleh Gubernur.

Salah satu perubahan signifikan pada Jembatan Dengkeng yang baru adalah peninggian struktur sekitar dua meter dari posisi jembatan lama. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko gangguan lalu lintas saat Sungai Dengkeng meluap. Temmy menjelaskan bahwa jembatan lama terkadang tidak terlihat ketika air melimpah, sehingga peninggian akan membuat jembatan tetap terlihat dan aman dilintasi saat banjir.

Selain itu, desain baru Jembatan Dengkeng menghilangkan tiang di tengah aliran sungai yang selama ini kerap menghambat arus air dan menjadi titik penumpukan sampah. Dengan konstruksi tanpa tiang tengah, aliran air diharapkan lebih lancar sehingga potensi luapan yang merembes ke pemukiman dapat berkurang. Upaya ini juga didukung oleh normalisasi sungai yang dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo serta pembenahan infrastruktur pengendali air di sekitar lokasi.

Kepala Desa Plosowangi, Danang Mahendra, menegaskan bahwa Jembatan Dengkeng sangat vital bagi mobilitas warga Kecamatan Cawas dan wilayah sekitarnya. Jalan tersebut menjadi jalur utama menuju DIY, termasuk akses ke kawasan wisata Gunungkidul. Menurut Danang, kepadatan lalu lintas cukup tinggi terutama saat akhir pekan dan hari libur, karena jalan ini digunakan untuk bekerja, mengangkut barang, berdagang, dan berwisata.

Danang berharap perbaikan Jembatan Dengkeng dapat memulihkan aktivitas ekonomi yang sempat terganggu selama proses pembangunan. Mayoritas penduduk Desa Plosowangi bekerja sebagai petani, namun terdapat pula pelaku UMKM yang mengandalkan arus kendaraan dan kunjungan wisatawan. Produk unggulan setempat seperti rambak kulit sapi, abon, dan olahan lainnya sangat bergantung pada kelancaran akses jalan, semakin mudah akses, semakin besar peluang wisatawan singgah dan membeli oleh-oleh.

Warga setempat seperti Ragil menyambut baik pembangunan ini. Ia berharap Jembatan Dengkeng segera selesai sehingga perjalanan masyarakat kembali lancar dan risiko gangguan akibat banjir dapat diminimalkan. “Kami sebagai warga Cawas dan sekitarnya mengucapkan terima kasih. Semoga dengan adanya jembatan ini, perjalanan dari berbagai arah tetap lancar dan ke depan tidak terjadi banjir yang mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Pantauan awak media di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung intensif. Pekerjaan akan memasuki tahap pengecoran lantai Jembatan Dengkeng dalam waktu dekat, dan sejumlah pekerja terlihat bekerja hingga malam hari untuk mengejar target. Sementara itu, pengguna jalan sementara dialihkan melintasi jalan kampung sebagai alternatif.

Temmy menegaskan komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai standar keselamatan dan kualitas, sekaligus mengejar percepatan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Di sisi lain, dukungan lintas instansi seperti Balai Besar Wilayah Sungai dan pemerintah desa menjadi kunci agar pembangunan Jembatan Dengkeng tidak hanya menyelesaikan masalah struktural, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan terhadap banjir.

Penyelesaian Jembatan Dengkeng bukan sekadar proyek fisik, ia menjadi simbol konektivitas yang menghubungkan mobilitas, keselamatan, dan peluang ekonomi. Ketika jembatan baru beroperasi, harapannya arus transportasi lebih lancar, risiko banjir berkurang, dan perekonomian lokal kembali bergeliat.

( Pitut Saputra )