BerandaBerita POLRIPOLIRAN Jembatani Peluang Kerja di PT Mondrian Klaten

POLIRAN Jembatani Peluang Kerja di PT Mondrian Klaten

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Polresta Klaten menjajaki peluang kerja bagi masyarakat melalui program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) dengan mengunjungi PT Mondrian Export Garment Factory Indonesia di Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Kunjungan yang dipimpin Kapolresta Klaten Kombes Pol. Ari Cahya Nugraha, S.H., S.I.K., M.Si., tersebut bertujuan menghubungkan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan (22/10/2026)

Polresta Klaten menyatakan komitmennya untuk memperluas peran kepolisian ke ranah pemberdayaan ekonomi melalui program POLIRAN. Kunjungan ke pabrik garmen tersebut bukan sekadar kunjungan protokoler, melainkan upaya konkret menjembatani kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja lokal. Dipimpin langsung oleh Kapolresta Klaten, rombongan juga diikuti Wakapolresta dan pejabat utama, yang membuka dialog intens dengan manajemen PT Mondrian yang diwakili Direktur Utama Andreas Kartika Yoyok.

vertikal 1 20

Dari pertemuan terungkap bahwa PT Mondrian membutuhkan tenaga kerja yang menguasai pengoperasian mesin jahit. Selain keterampilan teknis, perusahaan turut menekankan syarat non-teknis yang tak kalah penting, kemauan bekerja, kondisi kesehatan yang baik, tidak buta warna, serta memenuhi ketentuan usia yang berlaku. Kriteria ini memberi arah jelas bagi calon pelamar sehingga proses seleksi dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

Manajemen PT Mondrian juga menyatakan kesiapan menerima pekerja yang telah mengikuti pelatihan dasar sesuai standar industri. Pernyataan ini membuka peluang kolaborasi antara perusahaan, kepolisian, dan lembaga pelatihan kerja untuk menyusun program pelatihan yang relevan dan aplikatif.

Salah satu strategi utama yang diusung Polresta Klaten adalah penyebaran informasi lowongan melalui Bhabinkamtibmas. Dengan jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas dinilai efektif menyampaikan informasi kepada warga yang kurang aktif mencari lowongan secara daring, termasuk lulusan sekolah menengah dan warga desa.

Pendekatan ini bersifat lokal dan personal, sehingga peluang informasi sampai kepada calon pelamar yang tepat lebih besar. Selain menyampaikan lowongan, Bhabinkamtibmas juga berperan mengidentifikasi warga yang membutuhkan pelatihan tambahan, sehingga program POLIRAN tidak hanya sekedar menyalurkan informasi tetapi juga memfasilitasi kesiapan kerja.

Pertemuan juga membahas kemungkinan koordinasi dengan lembaga pelatihan kerja (LPK) milik pemerintah. Sinergi ini bertujuan menyusun modul pelatihan yang sesuai kebutuhan industri garmen, seperti teknik menjahit, pengoperasian mesin, kontrol kualitas, dan standar keselamatan kerja. Pelatihan terstruktur diharapkan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal dan mengurangi kesenjangan keterampilan yang sering menjadi hambatan penyerapan tenaga kerja.

Peninjauan lapangan ke area produksi PT Mondrian, mulai ruang produksi, pemeriksaan sampel, gudang aksesori, pemeriksaan bahan kain, ruang pengeringan, hingga area pengemasan, memberi gambaran nyata tentang standar kerja dan keterampilan yang diperlukan. Observasi ini menjadi dasar penting dalam merancang kurikulum pelatihan yang aplikatif.

Melalui pernyataan resmi Kasihumas Polresta Klaten AKP Edi Nugroho, program POLIRAN diposisikan sebagai upaya kepolisian membantu masyarakat memperoleh akses pekerjaan melalui kerja sama dengan dunia usaha. “Melalui program POLIRAN, kami berupaya menjembatani kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. Informasi lowongan yang tersedia nantinya dapat disampaikan melalui Bhabinkamtibmas agar menjangkau warga di berbagai wilayah Kabupaten Klaten. Kami juga mendorong koordinasi dengan lembaga pelatihan kerja agar calon tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar AKP Edi Nugroho.

Inisiatif ini memperluas peran kepolisian tidak hanya pada aspek keamanan, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. POLIRAN menjadi contoh nyata bagaimana aparat negara dapat berperan aktif dalam mengatasi masalah pengangguran melalui pendekatan kolaboratif.

Jika dijalankan secara berkelanjutan, program POLIRAN berpotensi menurunkan angka pengangguran lokal, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memperkuat hubungan antara masyarakat dengan sektor industri. Langkah konkret berikutnya meliputi penyusunan jadwal pelatihan bersama LPK, penyebaran informasi lowongan melalui Bhabinkamtibmas, serta monitoring penyerapan tenaga kerja di PT Mondrian.

Kolaborasi yang terencana antara kepolisian, perusahaan, dan lembaga pelatihan akan membuka peluang kerja bagi warga Klaten, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, POLIRAN dapat menjadi model replikasi bagi daerah lain yang ingin mengatasi pengangguran melalui sinergi antar-institusi.

( Pitut Saputra )