BANGKA TENGAH – METROPAGINEWS.COM || Desa Kerantai, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, berhasil meraih juara II nasional dalam Apresiasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) kategori DEKAT (Desa/Kelurahan Ayah Teladan) tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Bangka Tengah sekaligus mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga. Penilaian tingkat nasional berlangsung secara daring pada Kamis (22/10/2026), setelah Desa Kerantai melewati tahapan seleksi di tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 19 Oktober 2026.

Dalam seleksi provinsi, tim perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penilaian terhadap profil program yang diajukan. Hasilnya, Desa Kerantai terpilih mewakili provinsi dalam kompetisi tingkat nasional.
Pada tahap penilaian nasional, Kepala Desa Kerantai, Jefri Andrian, S.Pd., memaparkan pelaksanaan dan pengembangan program DEKAT di hadapan dewan juri tingkat pusat. Ia didampingi Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKBPPA Kabupaten Bangka Tengah, Romadona, S.ST., Ketua Pokja Kampung KB Sandrigo, serta Ketua BPD Desa Kerantai, Didi Utama.
Usai pemaparan, dewan juri dari BKKBN pusat melanjutkan penilaian melalui sesi wawancara mendalam. Sejumlah pertanyaan menguji pelaksanaan program, inovasi yang dikembangkan, serta strategi keberlanjutan kegiatan dalam mendorong keterlibatan ayah di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Bagi tim Desa Kerantai, proses tersebut bukan sekadar tahapan untuk memperebutkan penghargaan. Pertanyaan dan masukan dari dewan juri juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Kolaborasi Menjadi Kunci Persiapan
Di balik capaian nasional tersebut, terdapat kerja sama sejumlah pihak dalam mempersiapkan profil dan materi program. Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Sungaiselan, Lukman Hakim, bersama pengelola Rumah Data Kampung KB, Joko Pitoyo, turut berperan dalam penyusunan profil Desa Kerantai.
Persiapan itu meliputi penataan narasi kegiatan, pengumpulan dokumentasi, serta penyajian berbagai inovasi yang telah dilaksanakan. Seluruh materi disusun secara sistematis untuk menggambarkan pelaksanaan program sekaligus menunjukkan keterkaitannya dengan tujuan penguatan peran ayah dalam keluarga.
Joko menjelaskan bahwa penyusunan profil membutuhkan ketelitian dan dukungan dari berbagai pihak. Kegiatan yang telah berjalan di lapangan perlu didokumentasikan dan disajikan secara utuh agar dapat dipahami oleh tim penilai.
Menurutnya, capaian Desa Kerantai tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan menyusun profil atau menyampaikan presentasi. Prestasi tersebut juga didukung oleh pelaksanaan kegiatan, kolaborasi lintas unsur, dan komitmen untuk mengembangkan program secara berkelanjutan.
Kerja sama antara pemerintah desa, perangkat daerah, penyuluh KB, pengelola Kampung KB, serta unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan program DEKAT.
Bukan Sekadar Penghargaan
Pada akhir kegiatan, Jefri Andrian menyampaikan apresiasi kepada Kepala DPPKBPPA Kabupaten Bangka Tengah atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Kerantai untuk mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam ajang nasional tersebut.
Kepercayaan itu menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan seluruh tim untuk mempersiapkan diri secara maksimal sekaligus menunjukkan bahwa program pembangunan keluarga di tingkat desa memiliki peluang untuk memperoleh pengakuan secara nasional.
Raihan juara II nasional diharapkan menjadi pemacu bagi Desa Kerantai untuk terus memperkuat program DEKAT. Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, program ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan ayah secara nyata dalam pengasuhan anak, pendampingan keluarga, serta pembentukan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Capaian tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan keluarga. Program yang dirancang dan dijalankan secara bersama-sama berpeluang memberikan dampak lebih luas apabila didukung komitmen, evaluasi, dan pelaksanaan yang konsisten.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan bahwa semangat Gerakan Ayah Teladan Indonesia tidak berhenti pada penghargaan. Peran ayah perlu terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mendampingi anak, membangun komunikasi dalam keluarga, hingga berbagi tanggung jawab pengasuhan.
Dengan demikian, prestasi Desa Kerantai bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga momentum untuk memperkuat gerakan ayah teladan yang berkelanjutan demi mewujudkan keluarga yang berkualitas dan generasi masa depan yang lebih baik.



Komentar Klik di Sini