KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Bapas Klaten terima monitoring pelayanan publik responsif disabilitas. Komitmen wujudkan layanan inklusif, humanis, dan setara bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Senin (26/10)
Kegiatan Monitoring Pelayanan Publik
Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klaten menjadi lokasi kegiatan monitoring pelayanan publik yang responsif dan sensitif terhadap kebutuhan disabilitas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kabupaten Klaten pada Senin (26/10). Langkah ini merupakan wujud nyata upaya bersama untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang inklusif, ramah, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Fokus Penilaian dan Tujuan Monitoring
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk meninjau sejauh mana pelayanan publik di Bapas Klaten telah memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas. Aspek yang ditinjau mencakup aksesibilitas sarana dan prasarana, sikap dan kesigapan petugas, serta kemudahan dalam memperoleh informasi dan layanan. Melalui kegiatan ini, diharapkan penyelenggara pelayanan publik dapat terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna mewujudkan pelayanan yang adil, setara, dan nondiskriminatif bagi semua kalangan masyarakat.
Komitmen Kepala Bapas Klaten
Kepala Bapas Klaten dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelayanan publik yang berkualitas harus mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Bapas Klaten berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang responsif, humanis, dan inklusif. Kami menyadari bahwa setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pelayanan harus diberikan dengan memperhatikan aksesibilitas, kesetaraan, serta penghormatan terhadap hak-hak penyandang disabilitas,” ujar Kepala Bapas Klaten.

Harapan dari Tim Pengawas
Sementara itu, salah seorang pengawas yang mengikuti kegiatan tersebut menyampaikan bahwa monitoring ini menjadi sarana penting untuk memastikan pelaksanaan pelayanan publik berjalan sesuai dengan prinsip inklusivitas dan kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan monitoring ini, kita dapat melihat secara langsung aspek-aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan. Harapannya, seluruh petugas pelayanan semakin memahami pentingnya memberikan layanan yang ramah disabilitas, mulai dari cara berkomunikasi, memberikan pendampingan, hingga memastikan setiap pengguna layanan memperoleh hak yang sama,” ungkapnya.
Langkah Perbaikan Berkelanjutan ke Depan
Bagi Bapas Klaten, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Peningkatan pemahaman petugas serta evaluasi terhadap fasilitas dan prosedur pelayanan diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pelayanan publik yang semakin mudah diakses, nyaman, dan ramah disabilitas di masa mendatang.
( Desi )



Komentar Klik di Sini