KLATEN – METROPAGINEWS.COM || DLH Klaten fasilitasi pembentukan FSSK berlandaskan SK Bupati No.32/300.2.3/8 Tahun 2026. 36 KPS se-Klaten bersinergi pulihkan ekosistem sungai. Prof. Suratman: usung kampanye River Without Plastic & regenerasi milenial. Contoh sukses KPS Tapak Bimo, Apel Siaga & Bersih Sungai Bendo 23 Oktober 2026.Selasa (13/10)
Semangat menjaga kelestarian sungai di Kabupaten Klaten kembali dihidupkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten memfasilitasi pertemuan pengurus Forum Sekolah Sungai Klaten (FSSK) bersama puluhan Komunitas Peduli Sungai (KPS) se-Kabupaten Klaten, Jumat (9/10/2026) di Ruang Merapi, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan BBPB Klaten. Pertemuan ini menjadi langkah krusial memperkuat kelembagaan KPS sekaligus mengenalkan payung hukum resmi FSSK.
Bangkitkan Kembali Kejayaan Gerakan Sungai
Kepala Bidang Pengendalian Dampak, Pertamanan, dan Penaatan Lingkungan DLH Klaten, Joko Harjono, mewakili Kepala DLH Klaten, Suryanto, S.T., M.M., menyampaikan dukungan penuh Pemkab Klaten:
“Pemerintah Daerah melalui DLH sangat mendukung terbentuknya FSSK. Forum ini hadir untuk memfasilitasi seluruh kegiatan KPS di Klaten agar rekan-rekan relawan kembali bersemangat merawat sungai, mengulangi masa kejayaan gerakan sungai kita pada rentang tahun 2016 hingga 2020 lalu.”
FSSK sekaligus menopang program strategis Bupati Klaten dengan slogan “Dalane alus padang, banyune lancar” di mana penanganan masalah sampah dan tata kelola air menjadi fokus utama. Joko menegaskan, masalah ini butuh pendekatan Pentahelix: pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media harus bergerak bersama.

FSSK: Berpayung Hukum Kuat, Empat Tugas Pokok
Sekretaris FSSK, Endah Sulistyowati, memaparkan bahwa keberadaan FSSK kini memiliki landasan hukum resmi melalui Surat Keputusan Bupati Klaten Nomor 32/300.2.3/8 Tahun 2026 tentang Pembentukan Forum Sekolah Sungai Kabupaten Klaten Periode 2026–2029.
FSSK adalah wadah koordinasi, komunikasi, edukasi, dan aksi bersama berbasis kemitraan multistakeholder yang berfokus pada pemulihan, konservasi, serta pengelolaan daerah aliran sungai secara berkelanjutan, dengan empat tugas pokok:
– Koordinasi & Fasilitasi menjembatani komunitas, pemerintah, dan pihak swasta
​
– Edukasi & Konservasi Lingkungan menggerakkan partisipasi masyarakat dan satuan pendidikan
​
– Mitigasi Bencana langkah pencegahan banjir dan tanah longsor
​
– Pemberdayaan Ekonomi kembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis pengelolaan sungai dan sampah terpadu
Fakta Lapangan: 45% Perawatan Sungai Belum Optimal
Pertemuan dihadiri 36 perwakilan KPS se-Kabupaten Klaten. Hasil evaluasi mandiri menunjukkan 45% kegiatan KPS dinilai belum berjalan secara optimal. Kendala utama: minimnya dukungan dan kesadaran warga bantaran sungai, serta belum maksimalnya keterlibatan pemerintah desa/kalurahan. Para relawan berharap FSSK mampu mendampingi, mengadvokasi, dan menjembatani kendala struktural maupun sosial yang dihadapi di lapangan.
Pesan Begawan Sungai: Sungai Tanpa Plastik & Kaderisasi Milenial
Tokoh Begawan Sungai sekaligus inisiator Sekolah Sungai Klaten 2016, Prof. Dr. Suratman Worosuprojo, M.Sc. (Guru Besar Fakultas Geografi UGM), memberikan arahan strategis:
“Kampanye gerakan ‘River Without Plastic’ atau Sungai Tanpa Plastik harus terus diusung secara masif dan berkelanjutan. Larangan membuang sampah ke sungai tidak boleh hanya himbauan sesaat.”
Beliau juga menekankan urgensi regenerasi relawan:
“Kaderisasi harus menyasar Milenial dan Gen-Z. Manfaatkan media sosial YouTube, TikTok, Instagram untuk konten edukasi yang viral. Relawan sungai butuh darah segar. Jangan hanya diisi oleh orang-orang tua, kader muda yang kreatif sangat kita butuhkan.”
Best Practice: KPS Tapak Bimo, Sampah Bernilai Ekonomis
Sesi diskusi menghadirkan KPS Tapak Bimo, Kecamatan Ceper, yang membagikan praktik pengelolaan sampah mandiri dan bernilai ekonomi:
“Agar warga terlibat aktif, butuh pendekatan insentif. Kami mengelola sampah rumah tangga, kantor, dan sekolah melalui sistem retribusi terjangkau, dipilah dan diolah di Bank Sampah. Dana yang diperoleh digunakan kembali untuk operasional perawatan sungai dan kebersihan lingkungan,” jelas perwakilan KPS Tapak Bimo.
Model ini disepakati dapat menjadi percontohan bagi KPS lain di Klaten.
Agenda Puncak: Apel Siaga & Bersih Sungai Bendo, 23 Oktober 2026
Rangkaian acara ditutup dengan pemaparan rencana teknis oleh Ketua Panitia, Dodi Hermanu. Pemkab Klaten, DLH, dan FSSK akan menggelar:
– Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi
​
– Pengukuhan Pengurus FSSK Periode 2026–2029 oleh Bupati Klaten
​
– Aksi Bersih Sungai Bendo di Buntalan, Klaten
Agenda akbar dijadwalkan berlangsung 23 Oktober 2026 di bantaran Sungai Bendo, Buntalan, diharapkan diikuti ratusan relawan, TNI/Polri, ASN, pelajar, dan masyarakat umum.( Desi)
Disclaimer
Berita ini disusun berdasarkan kegiatan pertemuan pengurus FSSK bersama 36 KPS se-Kabupaten Klaten yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Ruang Merapi BBPB Klaten.



Komentar Klik di Sini