BerandaDaerahBUMDes Sinergi Sidowayah: "Bersahabat Dengan Alam, BUMDes Berkarya Desa Berdaya"

BUMDes Sinergi Sidowayah: “Bersahabat Dengan Alam, BUMDes Berkarya Desa Berdaya”

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || BUMDes Sinergi Sidowayah Kabupaten Klaten dengan prinsip bersahabat dengan alam mengelola wisata Kampung Dolanan, Siblarak, Umbul Kemanten & sektor pertanian. Direktur Hartoyo bagikan bantuan 13 juta dan ajak BUMDes lain: ‘BUMDes Berkarya Desa Berdaya’.Minggu ( 15/3/2026)

 

Dengan prinsip dasar “bersahabat dengan alam” yang mengakar kuat dalam setiap langkah pengelolaannya, BUMDes Sinergi Sidowayah dari Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten telah menjadi contoh nyata bagaimana badan usaha milik desa dapat tumbuh menjadi motor penggerak perekonomian dan pemberdayaan masyarakat. Direktur BUMDes Sidowayah Hartoyo mengungkapkan bahwa perjalanan panjang BUMDes yang mulai beroperasi sejak tahun 2016 tidak hanya bertujuan mengejar angka pertumbuhan, namun lebih fokus pada kontribusi nyata yang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan warga desa.

 

Filosofi “Bersahabat dengan Alam”: Mengambil Manfaat Tanpa Merusak

Menurut Hartoyo, filosofi “bersahabat dengan alam” bukan sekadar slogan, melainkan landasan hidup yang diterapkan dalam setiap aspek pengelolaan BUMDes. “Alam adalah sumber kehidupan kita, juga adalah modal utama yang kita miliki. Kita tidak boleh hanya mengambil manfaat darinya tanpa memberikan perhatian dan pelestarian yang layak,” jelasnya.

Filosofi ini diwujudkan melalui berbagai langkah konkret: objek wisata Kampung Dolanan dibangun dengan mempertahankan bentuk lahan dan tumbuhan asli,Siblarak dikelola dengan sistem jalur trekking yang dirancang agar tidak merusak lereng dan ekosistem sekitar; sedangkan Umbul Kemanten menjaga kualitas air dengan melarang penggunaan bahan kimia di sekitar sumber mata air dan melakukan penanaman tanaman penahan erosi di kawasan sekitar.

“Kita mengajarkan kepada masyarakat dan wisatawan bahwa alam bukan hanya untuk dinikmati saat ini, tapi juga harus dijaga agar bisa memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Setiap pohon yang kita tanam, setiap sumber air yang kita jaga, adalah investasi untuk masa depan desa kita,” tambah Hartoyo.

 

Mengelola Potensi Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat

Saat ini, BUMDes mengelola tiga objek wisata unggulan yang menghadirkan keindahan alam khas Desa Sidowayah: Kampung Dolanan yang menawarkan pengalaman bermain tradisional dengan suasana pedesaan yang asri, Siblarak dengan pemandangan alam yang memukau, serta Umbul Kemanten dengan mata air yang jernih dan segar. Semua objek wisata dirawat dan dikembangkan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, sehingga wisatawan dapat menikmati keindahan alam sambil turut berkontribusi pada pelestariannya.

20260315 111416 0000 1

Hasil kerja keras selama satu dekade terlihat nyata pada tahun 2026 menjelang bulan suci Ramadhan, di mana BUMDes berhasil mengalokasikan bantuan sebesar 13 juta rupiah yang dibagikan secara merata ke 17 Rukun Tetangga di desa. “BUMDes tidak hanya diciptakan sebagai badan usaha, tapi sebagai wahana untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata bagi kehidupan sehari-hari mereka,” jelas Hartoyo dengan penuh semangat.

 

Dari Pariwisata ke Pertanian, Menggerakkan Rantai Ekonomi Lokal

Pada tahap awal pembangunan (2016-2020), fokus utama BUMDes adalah membangun dasar-dasar yang kokoh: mulai dari pembangunan infrastruktur jalan akses wisata, sarana prasarana pendukung seperti tempat parkir dan fasilitas umum, hingga menerapkan standar Sapta Pesona untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Setelah infrastruktur siap, langkah selanjutnya adalah pembelian aset lahan

 

Mengingat lebih dari 70% warga Desa Sidowayah bekerja sebagai petani, pengembangan sektor pertanian menjadi pilihan strategis. BUMDes tidak hanya membantu memasarkan hasil panen masyarakat, namun juga melakukan program pembagian beras secara berkala agar nilai ekonomi dari hasil bumi dapat beredar dan dirasakan langsung oleh para petani. Di sektor pertanian juga diterapkan prinsip bersahabat dengan alam melalui penggunaan pupuk organik dan sistem pertanian berkelanjutan yang menjaga kesuburan tanah. “Kita ingin hasil kerja keras petani tidak hanya dinikmati oleh pasar luar, tapi juga bisa meningkatkannya kesejahteraan mereka sendiri,” tambah Hartoyo.

 

Mengubah Kendala Menjadi Peluang dengan Prinsip “Min Kali Min Sama dengan Plus”

Tak dapat dipungkiri, perjalanan pengembangan BUMDes tidak luput dari berbagai tantangan  mulai dari keterbatasan modal awal, kurangnya pemahaman masyarakat tentang peran BUMDes, hingga tantangan alam yang harus dihadapi dalam mengelola objek wisata. Namun Hartoyo memiliki filosofi unik dalam menghadapi setiap masalah: “Min kali min sama dengan plus”.

 

“Setiap masalah jika kita pandang dari sudut pandang yang benar dan tangani dengan cara yang tepat, akan menghasilkan dampak positif yang lebih besar,” paparnya. Menurutnya, kunci utama dalam mengatasi segala rintangan adalah semangat juang yang tak pernah padam, kemauan untuk melakukan musyawarah mufakat dengan seluruh komponen masyarakat, perencanaan yang matang, serta kepekaan dalam membaca peluang yang ada di sekitar kita.

 

Pesan untuk BUMDes Seluruh Indonesia: “Setiap Desa Punya Potensi Sendiri”

Hartoyo mengajak seluruh pengelola BUMDes di Indonesia untuk tidak pernah menyerah meskipun menghadapi kesulitan. “Saya gpercaya bahwa tidak ada desa di Indonesia yang tidak memiliki potensi entah itu potensi alam, budaya, atau sumber daya manusia. Yang penting adalah kita mampu mengidentifikasinya dan mengembangkannya dengan baik, sambil tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitar,” tegasnya.

 

Dengan semangat “BUMDes Berkarya Desa Berdaya”, BUMDes Sinergi Sidowayah membuktikan bahwa badan usaha milik desa bukan hanya sekadar nama, melainkan kekuatan nyata yang dapat membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat desa sambil menjaga kelestarian alam sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini