BerandaDaerahDiduga Pangulu Kebun Sayur Gelapkan Dana Desa 2024, Nilai Capai Rp677 Juta

Diduga Pangulu Kebun Sayur Gelapkan Dana Desa 2024, Nilai Capai Rp677 Juta

SIMALUNGUN – METROPAGINEWS.COM || Pangulu Kebun Sayur, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Misno, diduga menggelapkan Dana Desa (DD) tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp677.315.000. Dugaan ini mencuat setelah sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran yang dianggap tidak jelas sejak Misno menjabat.

Hingga kini, Dana Desa tahap I senilai Rp345.474.800 dan tahap II senilai Rp331.840.200 belum jelas peruntukannya. Masyarakat juga menyoroti ketiadaan papan transparansi anggaran, neonbox, maupun papan perangkat desa di kantor pangulu, meski sebelumnya BPMN melalui Kabid Robet Kennedi Silalahi sudah mewajibkan pemasangan.

Sekretaris desa, Parulian Butar-butar, menilai Pangulu Misno tidak memiliki kemampuan mengembangkan perekonomian masyarakat. Bahkan, dalam pengakuannya, dana desa tahun 2024 hanya tampak digunakan untuk kegiatan posyandu, sementara anggaran peningkatan produksi tanaman pangan dan alat pertanian sebesar Rp89 juta lebih dipertanyakan.

Diduga Pangulu Kebun Sayur Gelapkan Dana Desa 2024, Nilai Capai Rp677 Juta

BACA JUGA : Ketua DPD RI : Sebaiknya Buka Bersama Ramadhan 1444 H Diatur, Bukan Dilarang

Keanehan lain, Misno disebut tidak memiliki telepon seluler sejak menjabat sehingga sulit dihubungi. Media Metropaginews yang sudah 25 kali mendatangi kantor pangulu pun tak pernah mendapati kehadirannya.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat Kebun Sayur yang mayoritas tinggal di kawasan perkebunan tanpa memiliki lahan pertanian sendiri. Mereka menilai alokasi dana pertanian janggal karena tidak sesuai dengan kondisi wilayah.

Masyarakat bersama perangkat desa meminta agar dugaan penyalahgunaan Dana Desa segera diusut oleh aparat penegak hukum, mulai dari Polri, Kejaksaan hingga KPK.

“Bila informasi ini terbukti, artinya pangulu telah merongrong keuangan negara. Publik berharap Misno dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegas Sujhoni Situmeang, salah satu warga.


(Sujhony Situmeang)

Komentar Klik di Sini