BerandaPendidikanDosen Akuntansi FEB Undana Berdayakan Ibu-Ibu PKK Karangsiri Olah Ayam Petelur Jadi...

Dosen Akuntansi FEB Undana Berdayakan Ibu-Ibu PKK Karangsiri Olah Ayam Petelur Jadi Nugget dan Abon untuk Cegah Stunting

SO’E – METROPAGINEWS.COM || Komitmen Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pengabdian.

Kali ini, Tim Dosen Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kelurahan Karangsiri, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dengan menghadirkan inovasi pengolahan ayam petelur menjadi produk pangan bergizi berupa nugget dan abon sebagai upaya pencegahan stunting sekaligus pemberdayaan ekonomi keluarga.

Kegiatan yang berlangsung pada 24 Juli 2026 di Aula Kelurahan Karangsiri tersebut mengusung tema “Inovasi Diversifikasi Produk Olahan Ayam Petelur: Nugget dan Abon untuk Peningkatan Gizi, Pencegahan Stunting, serta Pemberdayaan Ekonomi Keluarga di Kelurahan Karangsiri, Kabupaten Timor Tengah Selatan.”

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat.

Ketua Tim PKM, Minarni Anaci Dethan, S.E., M.Ak, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab dua tantangan sekaligus, yakni tingginya angka stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan rendahnya pemanfaatan potensi lokal yang dimiliki masyarakat.

Kabupaten TTS masih menjadi salah satu daerah yang menghadapi persoalan stunting. Meskipun prevalensinya mengalami penurunan dari 48,3 persen pada 2021 menjadi 28,3 persen pada 2022, angka tersebut masih tergolong tinggi sehingga membutuhkan intervensi berkelanjutan dari berbagai pihak.

Menurut tim pengabdi, salah satu penyebab utama tingginya stunting adalah rendahnya akses masyarakat terhadap pangan bergizi, keterbatasan pendapatan keluarga, serta minimnya pengetahuan mengenai pengolahan makanan yang sehat dan bernilai ekonomi.

Di sisi lain, masyarakat Karangsiri sebenarnya telah memiliki potensi berupa usaha pemeliharaan ayam petelur skala rumah tangga. Namun selama ini hasil ternak tersebut sebagian besar hanya dijual atau dikonsumsi dalam bentuk telur segar tanpa diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim PKM FEB Undana menghadirkan solusi melalui diversifikasi produk olahan ayam petelur menjadi nugget dan abon. Kedua produk tersebut dipilih karena mudah diproduksi, memiliki kandungan protein yang tinggi, disukai berbagai kalangan usia, terutama anak-anak, serta berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi keluarga.

Dosen Akuntansi FEB Undana Berdayakan Ibu-Ibu PKK Karangsiri Olah Ayam Petelur Jadi Nugget dan Abon untuk Cegah Stunting
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Program ini menyasar ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Kelurahan Karangsiri sebagai motor penggerak ketahanan pangan keluarga. Selama delapan bulan pelaksanaan, peserta akan memperoleh pendampingan secara berkelanjutan mulai dari peningkatan pengetahuan gizi hingga pengembangan usaha.

Tahapan kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting. Selanjutnya masyarakat diberikan pelatihan pemeliharaan ayam petelur secara sederhana agar ketersediaan sumber protein hewani di tingkat rumah tangga dapat terjamin.

Memasuki tahap produksi, peserta memperoleh pelatihan praktik langsung (hands-on training) mengolah ayam petelur menjadi nugget dan abon dengan menerapkan prinsip kebersihan serta keamanan pangan. Selain menghasilkan produk yang sehat dan bergizi, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi.

Tidak hanya berhenti pada proses produksi, tim pengabdian juga membekali peserta dengan kemampuan mendesain kemasan menggunakan aplikasi sederhana seperti Canva agar produk memiliki tampilan yang menarik dan mampu bersaing di pasaran.

Selanjutnya, ibu-ibu PKK dilatih memanfaatkan platform digital seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram sebagai media promosi dan pemasaran produk. Pendampingan juga diberikan dalam aspek manajemen usaha, mulai dari pencatatan biaya produksi, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga penentuan harga jual sehingga usaha yang dibangun dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui program ini, Tim PKM menargetkan terbentuknya kelompok usaha masyarakat yang mampu memproduksi nugget dan abon ayam secara mandiri. Produk tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif pangan bergizi bagi keluarga, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui pengembangan usaha mikro berbasis potensi lokal.

Program ini juga memberikan manfaat bagi mahasiswa yang terlibat. Sebanyak dua mahasiswa menjadi bagian dari tim pelaksana dan berpeluang memperoleh rekognisi hingga 20 SKS melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga pengalaman pengabdian masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik.

Selain berdampak pada peningkatan kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan mengakhiri kelaparan, mewujudkan kehidupan sehat dan sejahtera, mengurangi kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Tim pengabdian dipimpin oleh Minarni Anaci Dethan, S.E., M.Ak, dengan anggota Anthon S. Y. Kerihi, S.E., M.Si., Herly Mathelda Oematan, S.E., M.Si., Herlina Helmy Klau, S.E., M.Si., dan Suhartati, S.Tr.Ak., M.Ak.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, Program Studi Akuntansi FEB Undana berharap inovasi diversifikasi olahan ayam petelur ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.*

(Alberto)

Komentar Klik di Sini