BerandaPendidikanDosen PTE dan PTM FKIP Undana Bawa Semangat Digitalisasi ke Sekolah Kejuruan...

Dosen PTE dan PTM FKIP Undana Bawa Semangat Digitalisasi ke Sekolah Kejuruan NTT

OELAMASI – METROPAGINEWS.COM || Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah.

 

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektro (PTE) dan Pendidikan Teknik Mesin (PTM) hadir di SMKN 1 Amabi Oefeto Timur, Desa Pathau, Kabupaten Kupang, untuk berbagi ilmu sekaligus membekali para guru dengan keterampilan digital.

 

Screenshot 20250922 152834

Kegiatan yang berlangsung beberapa hari ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025. Fokus utama kegiatan adalah meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran.

Antusiasme Guru di Sekolah Terpencil
Kepala SMKN 1 Amabi Oefeto Timur, Dikson, S.Pd., MM, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan tim Undana yang dinilai sangat langka.

“Kesempatan seperti ini jarang sekali kami dapatkan di Desa Pathau. Akses jalan menuju sekolah pun cukup sulit, hanya bisa dilalui kendaraan tertentu. Karena itu, kami sangat berharap ilmu yang dibagikan bisa langsung kami terapkan di sekolah,” ujarnya.

Tim pengabdian terdiri dari tiga dosen FKIP Undana: Ichsan Fahmi, S.T., M.T. dan Frans F.G. Ray, S.Pd., M.Si. dari Prodi PTE, serta Prof. Edy Suprapto, M.Pd. dari Prodi PTM. Selain itu, sejumlah mahasiswa turut mendampingi sebagai bagian dari pembelajaran nyata di lapangan.

Materi Praktis dan Aplikatif
Selama dua hari penuh, para guru mendapatkan pembekalan teori dengan metode yang sederhana, komunikatif, namun tetap mendalam.

Materi yang diajarkan meliputi pengenalan perangkat Raspberry Pi sebagai Portable Server serta pemanfaatannya untuk sistem E-learning.

Tak berhenti pada teori, para guru juga diajak untuk langsung mempraktikkan instalasi Moodlebox dan mengonfigurasinya hingga siap digunakan sebagai sistem E-learning offline.

“Kami ingin guru tidak hanya paham teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan baik,” jelas Ichsan Fahmi, selaku ketua pelaksana kegiatan.

Jembatan antara Kampus dan Sekolah
Dalam sambutannya, Frans F.G. Ray menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang sudah membuka ruang kerja sama. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah bagian dari misi Undana untuk hadir langsung di masyarakat.

“Terima kasih kepada pihak sekolah yang sudah menerima kami dengan baik. Kami berharap kegiatan ini bisa memberi manfaat nyata, dan tentu masih banyak ruang untuk perbaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Edy Suprapto menekankan bahwa pengabdian semacam ini sangat penting untuk menjembatani kesenjangan akses pendidikan.

“Ilmu tidak boleh berhenti di kampus. Harus sampai ke sekolah-sekolah, termasuk yang jauh dari pusat kota seperti di Amabi Oefeto Timur. Inilah tanggung jawab moral kami sebagai akademisi,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan evaluasi bersama. Para guru peserta mengaku mendapat banyak manfaat dan berharap agar kerja sama ini terus berlanjut.
Tim FKIP Undana pun berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa di masa depan.

Bahkan, sudah direncanakan adanya kunjungan berikutnya untuk memastikan implementasi materi dapat berjalan dengan baik di SMKN 1 Amabi Oefeto Timur.

Bagi Undana, pengabdian bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan pendidikan teknik di Indonesia, khususnya di wilayah yang masih minim akses teknologi.

Reporter: Alberto L

Komentar Klik di Sini