BREBES – METROPAGINEWS.COM ll Kelompok Emak Bergerak dari Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Slamet.
Sebanyak 17 orang emak-emak bersiap melakukan aksi lanjutan dengan membawa pesan penyelamatan alam dan tuntutan penanganan serius banjir yang terus mengancam wilayah Brebes selatan.pada Jumat (6/1/2026)
Aksi ini dijadwalkan berlangsung Senin pagi, 2 Februari 2026, pukul 09.00 WIB, dengan titik keberangkatan dari Gang Badrun, Desa Adisana, menuju Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Rombongan dipimpin oleh Koordinator Lapangan, Ibu Dewi Wahyuni.

Para emak-emak ini bergerak secara swadaya dengan urunan biaya menyewa mobil bak terbuka, membawa spanduk berisi pesan penyelamatan lingkungan yang akan dipasang di wilayah Desa Bojong. Aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan mendalam atas kerusakan hutan Gunung Slamet yang dinilai menjadi penyebab utama banjir bandang di Desa Adisana, Dukuhturi, Kalierang, dan wilayah Bumiayu sekitarnya.
“Kami bukan mencari sensasi. Kami hanya ingin anak cucu kami masih punya alam yang bisa diwariskan. Gunung Slamet sudah terlalu lama disakiti,” ujar Dewi Wahyuni, Koordinator Lapangan Emak Bergerak.
Selain aksi pemasangan spanduk, gerakan solidaritas juga dilakukan dalam kegiatan Jum’at Berkah pada Jumat sebelumnya, dengan pembagian nasi bungkus hasil donasi dari para relawan yang tergabung dalam Brebes Selatan Berbagi. Bantuan tersebut didistribusikan ke tiga lokasi, salah satunya kepada warga yang sedang kerja bakti membuat jalan alternatif akibat jembatan ambruk, agar tiga RT tidak terisolasi.
Para emak-emak berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang merusak hutan Gunung Slamet, serta pemerintah segera melakukan penanganan banjir yang nyata dan berkelanjutan.
“Insyaallah Semestakung. Kami percaya semesta mendukung niat baik ini,” ujar salah satu peserta aksi.
Aksi Emak Bergerak menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal usia, dan suara ibu-ibu dari desa mampu menjadi pengingat keras akan pentingnya menjaga alam demi keselamatan0 bersama.
( Mistam )


Komentar Klik di Sini