KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Sanggar Rojolele Delanggu terima hibah kearifan lokal Gamelan baru siap lestarikan budaya, jaga persatuan.Festival Mbok Sri Mulih yang jadi kebanggaan Klaten.Kamis (22/1/2026)
Kabar gembira datang dari Delanggu, Klaten Perkumpulan Sanggar Rojolele kini dapat bernapas lega dan semakin bersemangat untuk terus melestarikan budaya dan menjaga persatuan bangsa. Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial dan Non Alam, Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI tahun 2025, secara resmi memberikan hibah kearifan lokal kepada sanggar yang telah lama menjadi garda depan pelestarian budaya di Klaten ini.

Hibah ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap upaya pengembangan kearifan lokal di desa-desa seluruh Indonesia. Kemensos RI berharap, hibah ini dapat memperkuat persatuan dan membentengi masyarakat dari berbagai potensi kerawanan sosial yang mengintai.
Perkumpulan Sanggar Rojolele menyambut gembira kabar baik ini. Mereka meyakini, hibah ini akan menjadi energi baru untuk terus melestarikan budaya dan menyalurkan energi positif para pemuda. Selain itu, hibah ini juga diyakini mampu mencegah konflik sosial yang dipicu oleh kesenjangan ekonomi dan menjadi benteng ideologi yang kokoh dalam menanggulangi penyebaran paham radikalisme yang merusak tatanan sosial.

Hibah yang diterima Perkumpulan Sanggar Rojolele berupa seperangkat gamelan karawitan yang diterima pada akhir tahun 2025. Bantuan ini sejalan dengan visi misi perkumpulan yang telah berjalan selama 10 tahun dalam menjaga seni tradisi budaya di desa. Sanggar Rojolele juga dikenal aktif menggelar festival budaya tari Mbok Sri Mulih sejak tahun 2017, sebuah acara yang selalu dinantikan masyarakat dan menjadi daya tarik wisata budaya di Klaten.
Nilai-nilai kearifan lokal di Kabupaten Klaten memang tercermin pada berbagai aspek kehidupan, terutama pada tradisi dan seni, seperti upacara adat, seni pertunjukan, dan kerajinan. Pelestarian serta pengembangan kearifan lokal di Klaten berjalan sangat pesat berkat sumber daya manusia yang peduli serta penerapan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. Potensi ini terbukti mampu membendung arus peta konflik sosial di masyarakat.

Dengan adanya hibah seperangkat gamelan karawitan ini, Perkumpulan Sanggar Rojolele semakin mantap untuk terus menggelar kegiatan seni budaya yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat di Delanggu, Klaten. Kegiatan gladen seni rutin diadakan seminggu sekali, menampilkan berbagai kesenian, seperti seni keroncong bambu, seni ketoprak humor, sendratari bocah tani Delanggu, serta seni karawitan ringkas.
Selain itu, Perkumpulan Sanggar Rojolele Delanggu juga aktif menggerakkan potensi ekonomi warga melalui berbagai kegiatan sosial masyarakat, seperti pemberdayaan UMKM desa dan membuka living museum edukasi pertanian Omah Rojolele Delanggu. Hal ini menunjukkan komitmen perkumpulan dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Hibah ini bukan hanya tentang gamelan dan kesenian, tetapi tentang harapan, persatuan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Delanggu. Dengan dukungan Kemensos RI, Sanggar Rojolele akan terus menjadi motor penggerak perubahan positif, menghidupkan tradisi, dan memberdayakan ekonomi desa.
( Desi )


Komentar Klik di Sini