BerandaPemerintahKlaten Naik Kelas Drastis, Raih Peringkat 5 Nasional STBM Award 2025 Kategori...

Klaten Naik Kelas Drastis, Raih Peringkat 5 Nasional STBM Award 2025 Kategori Paripurna

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Klaten meraih peringkat 5 nasional STBM Award 2025 kategori Paripurna (penghargaan tertinggi) setelah naik dari Madya 2024, berkat langkah-langkah kolaboratif yang turunkan kasus penyakit sanitasi.Kamis (4/12)

 

Kabupaten Klaten mencatatkan prestasi gemilang yang tak terduga dengan meraih peringkat ke-5 terbaik nasional pada STBM Award 2025 dalam kategori Paripurna, penghargaan tertinggi untuk program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Prestasi ini menjadi loncatan besar setelah tahun 2024 Klaten hanya berhasil meraih kategori Madya, menunjukkan kemajuan yang cepat dalam bidang sanitasi.

“Di bidang kesehatan, tahun ini Klaten mendapat dua penghargaan berharga, yakni STBM Award kategori paripurna dan Swasti Saba KKS kategori padapa. Kedua penghargaan ini bukti kerja keras tim Dinkes dan dukungan penuh masyarakat,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, dalam keterangan resmi.

STBM Award merupakan apresiasi tahunan dari Kementerian Kesehatan RI kepada daerah yang berhasil menerapkan sanitasi berbasis perubahan perilaku secara konsisten dan berkelanjutan. Penilaian dilakukan melalui pengecekan langsung ke lapangan berdasarkan capaian lima pilar STBM inti, yaitu: (1) Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), (2) Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), (3) Pengelolaan Air Minum dan Makanan yang Aman (PAMMRT), (4) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Benar (PSRT), dan (5) Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PALDRT).

Untuk mencapai kategori Paripurna – yang hanya diberikan kepada kabupaten/kota yang menerapkan kelima pilar secara menyeluruh – Pemkab Klaten melakukan sejumlah langkah kunci selama setahun. Antara lain, membentuk tim pendamping masyarakat di setiap desa untuk membimbing perubahan perilaku, membangun fasilitas sanitasi umum di titik-titik strategis, menyelenggarakan lokakarya CTPS dan pengelolaan sampah kepada warga, serta memantau kualitas air minum secara teratur.

“Kami juga bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan tokoh agama untuk menyebarkan pesan sanitasi secara efektif. Banyak warga yang awalnya ragu, tapi setelah melihat manfaatnya, mereka antusias berpartisipasi,” tambah Anggit.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Jumlah kasus penyakit menular akibat sanitasi buruk, seperti diare dan tifus, menurun sebanyak 23% dalam setahun terakhir. Lingkungan juga menjadi lebih bersih, dengan penurunan sampah liar di sungai dan lahan terbuka.

Kategori Paripurna sebagai penghargaan tertinggi menandakan bahwa komitmen Pemkab Klaten bersama masyarakat dalam mewujudkan hidup bersih dan sehat telah memberikan hasil yang signifikan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperkuat program sanitasi berbasis masyarakat.

Dengan prestasi ini, Klaten membuktikan bahwa perubahan perilaku sanitasi yang menyeluruh tidak hanya tercapai melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga kerja sama erat dengan masyarakat – menjadi tonggak penting menuju masa depan yang lebih sehat dan bersih bagi seluruh warga.

(Desi)

Komentar Klik di Sini