KLATEN – METROPAGINEWS .COM || Lapas Klaten berantas narkoba. Tes urine mendadak WBP, tindaklanjuti instruksi Dirjenpas. Hasil negatif, bukan alasan lengah.Jumat ( 9/1/26)
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten menunjukkan keseriusan dalam memerangi peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Sebagai implementasi konkret dari instruksi Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, Lapas Klaten menggelar tes urine mendadak bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Langkah ini merupakan bagian integral dari program “Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju”, yang meliputi deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan narkoba, serta sinergi dengan aparat penegak hukum.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh jajaran pengamanan dan tim medis Lapas Klaten ini menyasar sejumlah warga binaan yang dipilih secara acak dari berbagai blok hunian. Proses pengambilan sampel urine dilakukan dengan pengawasan ketat oleh petugas untuk memastikan hasil yang akurat dan transparan.
“Kami Tidak Main-Main dengan Narkoba!” Pesan Tegas Kalapas untuk Warga Binaan
Kepala Lapas Klaten, Andik Dwi Saputro, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas.
“Kami tidak main-main dengan urusan narkoba. Tes urine ini adalah instruksi langsung dari pusat (Kemenimipas) yang harus segera kita eksekusi sebagai upaya deteksi dini. Ini adalah pesan tegas bagi seluruh warga binaan maupun petugas agar tetap menjaga lingkungan yang bersih dari narkoba (Bersinar),” tegasnya dengan nada lantang.

Hasil Negatif: Bukan Alasan untuk Lengah!
Berdasarkan pemeriksaan terhadap sampel yang diambil, seluruh hasil menunjukkan negatif dari zat adiktif maupun narkotika. Meski demikian, pihak Lapas menegaskan akan terus melakukan razia rutin dan tes urine berkala tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain tes urine, petugas juga melakukan penggeledahan hunian untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk ke dalam lingkungan blok.
Lapas Klaten terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk proses pembinaan. Dengan hasil yang nihil dari penyalahgunaan narkoba ini, diharapkan warga binaan dapat fokus mengikuti program pembinaan kepribadian maupun kemandirian yang telah disediakan oleh pihak Lapas. Upaya ini sejalan dengan visi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam melakukan transformasi pemasyarakatan yang lebih modern, transparan, dan berintegritas.
( Desi )


Komentar Klik di Sini