KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LPPPM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menegaskan komitmennya untuk mendukung secara penuh visi dan misi Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., dalam mewujudkan Undana sebagai World Class–Locally Relevant University. Undana
Kepala LPPPM Undana, Dr. Ir. Jacob Matheos Ratu, M.Kes, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor Undana atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin LPPPM selama empat tahun ke depan.
“Terima kasih kepada Bapak Rektor karena kembali memberikan kepercayaan kepada kami untuk melanjutkan tugas di LPPPM. Tantangan ke depan sangat besar, terutama dalam mempertahankan akreditasi institusi unggul,” ujar Dr. Jacob.
Ia menjelaskan, berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, akreditasi institusi Undana akan dievaluasi kembali pada tahun 2029.
Oleh karena itu, LPPPM harus mempersiapkan data kinerja secara matang, melakukan evaluasi diri secara rutin, serta memastikan seluruh standar mutu dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Dalam mendukung visi World Class, LPPPM menerjemahkannya melalui penguatan implementasi Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) di seluruh program studi.
Kurikulum OBE diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi internasional dan menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pembelajaran berdaya saing global.
“Dengan menerapkan OBE secara konsisten, sesungguhnya Undana telah menetapkan standar pembelajaran yang diakui secara internasional,” jelasnya.
Sementara itu, untuk memperkuat aspek Locally Relevant, Rektor Undana menugaskan LPPPM untuk meninjau kembali mata kuliah penciri universitas.
Saat ini, LPPPM tengah membentuk tim khusus untuk merumuskan ulang mata kuliah penciri yang akan menjadi mata kuliah wajib bagi seluruh program studi.
“Kami ingin lulusan Undana memiliki karakter unggul dan kompetensi khas yang mencerminkan ciri keilmuan dan keunggulan institusi,” kata Dr. Jacob.
Pada aspek berkelanjutan, LPPPM menekankan pentingnya pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan berkelanjutan terhadap seluruh kebijakan dan instrumen mutu yang telah ditetapkan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu di lingkungan Undana.
“Berkelanjutan berarti setiap kebijakan yang ditetapkan harus dievaluasi dan terus ditingkatkan agar visi dan misi Undana dapat terwujud,” tegasnya.
Sedangkan pada aspek berdampak, LPPPM melalui Pusat Pembelajaran Luar Program Studi mengoordinasikan berbagai program mahasiswa berkegiatan di luar kampus, seperti magang berdampak, Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan pertukaran mahasiswa.
Meski pelaksanaannya berada di bawah program studi, LPPPM tetap mengawal mutu pembelajaran, memantau proses, serta melakukan evaluasi dampak.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya berdampak bagi diri mereka sendiri, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan mitra pembangunan,” ujarnya.
Selain itu, LPPPM juga mengoordinasikan magang dan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga terkait Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Evaluasi dilakukan untuk memastikan bahwa mahasiswa yang telah mengikuti program tersebut mampu terserap di dunia kerja, menciptakan lapangan kerja baru, atau berkontribusi pada pengembangan UMKM.
“Keunggulan Undana harus berdampak dan dirasakan oleh masyarakat, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika,” tambah Dr. Jacob.
Sebagai bagian dari implementasi visi Rektor, LPPPM juga terus mendorong peningkatan akreditasi internasional program studi.
Saat ini, Undana telah memiliki delapan program studi terakreditasi internasional penuh, terdiri atas empat program studi terakreditasi ASIIN dan empat program studi terakreditasi FIBAA.
“Tahun ini kami mendorong batch berikutnya, khususnya tiga program studi di Fakultas Sains dan Teknik, dengan pendampingan intensif dan target pengajuan dokumen pada tahun ini,” ungkapnya.
Untuk merespons tantangan global, LPPPM juga mengadopsi berbagai isu strategis dalam pengembangan kurikulum, terutama yang berkaitan dengan Sustainable Development, seperti isu kesehatan dan pendidikan, agar pembelajaran di Undana semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, LPPPM optimistis Undana mampu mempertahankan mutu unggul sekaligus memperkuat peran dan dampaknya bagi pembangunan daerah, nasional, hingga internasional.*
Alberto


Komentar Klik di Sini