PURWAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) melaksanakan program pembuatan Ecoflame serta menggelar sosialisasi Zero Waste di Desa Neglasari, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta.
Kegiatan ini disusun dalam dua rangkaian sederhana, yakni pembuatan Ecoflame yang dilaksanakan pada 16 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi Zero Waste pada 17 Januari 2026.
Alat ini dibuat lantaran kami sebagai mahasiswa tidak melihat adanya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pada desa tersebut, masalah ini akan menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan terjadinya banjir jika sampah dibiarkan terus menerus tanpa adanya pembersihan dan pembakaran oleh masyarakat sekitar.
Kondisi tersebut menyebabkan banyak sampah dibuang secara sembarangan ke dalam lahan perkebunan milik masyarakat sekitar dan kemudian dibakar. Akibatnya, timbul polusi udara yang berdampak langsung pada warga yang bermukim di sekitar area perkebunan. Dampak kesehatan yang dirasakan pun cukup serius, mulai dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), infeksi paru-paru (pneumonia), bronkitis, hingga serangan asma, ungkap Kepala Dusun 4, Ibu Mariam.

Sebelumnya, kami menawarkan dua opsi pelaksanaan kegiatan, “Pembuatan ecoflame yang diadakan di lahan perkebunan yang jauh dari pemukiman atau di lahan warga yang berdekatan dengan area pemukiman”, ujar Firdaus selaku penanggung jawab program kerja Ecoflame.
Setelah melakukan diskusi dengan Kepala Dusun 4, mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) di Desa Neglasari memutuskan untuk melakukan pembangunan Ecoflame di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga. Keputusan tersebut diambil karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan di depan rumah serta melakukan pembakaran sampah secara tidak terkendali.
Selanjutnya, mahasiswa KKN UNSIKA membeli seluruh alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan Ecoflame. Proses pembuatan diawali dengan pembangunan pondasi yang dilakukan bersama warga Dusun 4. “Pondasi tersebut dibangun menggunakan bahan dasar hebel, besi, dan semen”, sebagaimana disampaikan oleh Asep.
Inovasi ini merupakan salah satu penerapan teknologi tepat guna (TTG) yang mengedepankan efisiensi pembakaran dengan minim asap, hemat bahan bakar, serta ramah lingkungan.
“Dalam membangun ecoflame, kami memilih menggunakan bahan dasar hebel karena pondasinya lebih kuat dan tahan lama,”Jelasnya.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Mahasiswa KKN Unsika tidak hanya membangun ecoflame, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat serta tata cara penggunaannya. Upaya ini dilakukan agar ecoflame dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terbengkalai maupun digunakan secara tidak tepat. Selain melahirkan inovasi baru, Ecoflame juga berkontribusi dalam menciptakan kualitas udara yang lebih bersih, sehingga mendukung kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Sejalan dengan upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) tidak hanya menghadirkan solusi teknis melalui pembangunan Ecoflame, tetapi juga berfokus pada pembentukan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi Zero Waste yang ditujukan kepada anak-anak Dusun 4 Desa Neglasari, bertempat di Majelis Al-Ikhlas.
Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh Daniya Raisa Nasywa selaku penanggung jawab kegiatan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan konsep zero waste, jenis-jenis sampah, serta cara sederhana dalam memanfaatkan sampah organik. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN UNSIKA juga melaksanakan kegiatan petisi kesiapan penerapan zero waste kepada peserta sosialisasi.

Petisi ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus menumbuhkan komitmen anak-anak dalam menerapkan kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Penanggung jawab kegiatan sosialisasi Zero Waste menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN dalam mendukung edukasi lingkungan bagi masyarakat.
“Melalui sosialisasi zero waste ini, kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil, seperti memilah sampah, membawa tempat makan sendiri saat jajan, serta memanfaatkan sampah organik dengan tepat, baik di rumah maupun di sekolah,” ujar Daniya Raisa Nasywa.
Pelaksanaan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak Majelis Al-Ikhlas serta Kepala Dusun 4. Keduanya mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam mendukung pendidikan karakter berbasis lingkungan.
Melalui kegiatan sosialisasi dan petisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Singaperbangsa Karawang berharap dapat menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak dini serta mendorong terciptanya budaya hidup bersih dan sehat di Desa Neglasari.


Komentar Klik di Sini