JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Antusiasme terhadap Anugerah Jurnalistik Muhammad Hoesni Thamrin (MHT) 52-2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Dalam hitungan pekan sejak diumumkan, jumlah karya yang masuk dari tujuh kategori utama hampir menembus 600 entri hingga Kamis (2/4) sore.
Hal ini menjadi indikator kuat bahwa gairah jurnalisme tetap hidup dan responsif terhadap berbagai isu publik, khususnya yang berkaitan dengan Jakarta.
Panitia mencatat, hingga saat ini telah terkumpul 120 karya teks, 230 karya foto, 80 karya video televisi terestrial, 50 video streaming, 20 tajuk rencana, 10 infografis, serta 15 karya radio.
Seluruhnya merupakan bagian dari tujuh kategori utama dengan periode pengiriman 1 Juni 2025 hingga 31 Mei 2026.
Ketua Panitia MHT Awards 52-2026, Arman Suparman, menyatakan bahwa tingginya partisipasi dalam waktu relatif singkat mencerminkan kepercayaan insan pers terhadap kredibilitas ajang ini.
“Antusiasme ini menjadi energi bagi panitia untuk terus menjaga kualitas penyelenggaraan serta memastikan proses penilaian berjalan profesional dan independen,” ujar Arman.
Selain kategori utama, MHT Awards tahun ini juga menghadirkan kategori khusus dalam rangka menyongsong 500 tahun Jakarta. Kategori ini difokuskan pada karya feature, baik dalam bentuk tulisan maupun audiovisual berdurasi 6–15 menit, yang mengangkat sisi sejarah, transformasi, hingga masa depan Jakarta.
Ruang eksplorasi tema dalam kategori khusus mencakup jejak sejarah kota, dinamika sosial masyarakat urban, tantangan kebijakan publik dan tata kelola kota, isu lingkungan dan keberlanjutan, hingga identitas khas warga Jakarta sebagai entitas sosial budaya yang terus berkembang.
Ketua Dewan Juri MHT Awards 52-2026, Bagus Sudarmanto, menegaskan bahwa kategori khusus akan langsung menetapkan empat pemenang tanpa melalui mekanisme nominasi.
“Kategori khusus hanya menetapkan empat pemenang, masing-masing untuk feature teks, video TV terestrial, video streaming, dan radio,” jelas Bagus, Kamis (2/4).
Adapun periode pengiriman karya untuk kategori khusus berlangsung mulai 1 Maret hingga 30 Juni 2026.
Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin merupakan program tahunan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya yang terselenggara melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Pemprov DKI Jakarta.
Penganugerahan biasanya digelar di Balai Agung atau lingkungan Pemprov DKI Jakarta, meskipun pada penyelenggaraan sebelumnya dilaksanakan di Auditorium Abdurahman Saleh, RRI Jakarta.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki kemungkinan penyelenggaraan malam puncak kembali di Balai Agung.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan Diskominfotik Pemprov DKI Jakarta,” ujar Kesit di Markas PWI Jaya, Gedung Prasada Sasana Karya, Jakarta Pusat.
Kesit juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menciptakan ruang informasi yang sehat, akurat, dan berimbang.
“Kami ingin menjadi mitra kritis sekaligus strategis bagi Pemprov DKI, terutama dalam menyuarakan kepentingan publik dan memperkuat keterbukaan informasi,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya juga menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan ajang ini. Dalam audiensi bersama PWI Jaya di Balai Kota pada 23 Juli 2025, ia menegaskan dukungannya terhadap upaya peningkatan profesionalisme dan integritas insan pers.
“Pers memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui pemberitaan yang bertanggung jawab,” ujar Pramono saat itu.
(Tjip)


Komentar Klik di Sini