BerandaKesehatanPelayanan Kesehatan Gratis Persatuan Disabilitas Pedan

Pelayanan Kesehatan Gratis Persatuan Disabilitas Pedan

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Hari ini, sekretariat Persatuan Disabilitas Pedan (PDP) di Drangsan RT 34/RW 15, Troketon Pedan, Klaten, dipenuhi aktivitas positif. Sejak pukul 08.00 WIB, suasana tampak ramai namun tertib ketika warga dan anggota PDP berdatangan untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang diselenggarakan bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Kegiatan berlangsung aman dan penuh antusiasme; antrian teratur, petugas sigap, dan relawan PDP aktif mendampingi peserta sehingga alur pelayanan berjalan lancar (10/02/2026).

Panitia menata lokasi dengan rapi, meja pendaftaran di depan sekretariat, meja skrining kesehatan, ruang konsultasi, serta area pemulihan pasca dilakukan pemeriksaan. Setiap peserta diminta menunjukkan KTP atau fotokopi KTP sebagai syarat administrasi sehingga data tercatat rapi dan bantuan tepat sasaran. Relawan PDP membantu mengarahkan peserta berkebutuhan khusus, menyiapkan kursi roda, dan memastikan aksesibilitas di setiap titik pelayanan.

My project 17

Layanan utama yang tersedia hari ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi singkat dengan tenaga kesehatan Puskesmas, pemberian obat cacing, serta pengobatan gratis sesuai ketentuan Puskesmas. Petugas medis melakukan skrining awal dengan teliti; mereka mengecek riwayat kesehatan, menimbang kondisi peserta, dan memberi rekomendasi lanjutan bila diperlukan. Untuk kasus yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas memberikan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Antusiasme terlihat dari beragamnya peserta yang hadir. Selain anggota PDP, banyak warga sekitar yang memanfaatkan kesempatan ini. Beberapa orang datang bersama keluarga, ada pula yang diantar relawan. Kehadiran tokoh masyarakat dan perwakilan pemerintah kecamatan menambah semangat kegiatan. Suasana hangat tercipta ketika peserta saling bertukar cerita tentang pengalaman kesehatan dan saling memberi dukungan moral.

Ketua PDP, Supriyadi, hadir dan memantau jalannya kegiatan. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan hari ini merupakan wujud komitmen organisasi untuk menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas. “Kegiatan ini kami rancang agar anggota dan warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan tanpa beban biaya,” ujarnya. Supriyadi juga menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota agar program ini dapat berkelanjutan dan lebih terkoordinasi dengan pihak terkait.

My project 18

Sekretaris PDP, Nugroho, terlihat sibuk mengatur registrasi dan memastikan relawan mendampingi peserta yang memerlukan bantuan khusus. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal yang kuat untuk mempererat kerja sama antara PDP, Puskesmas, dan pemerintah kecamatan. Nugroho menambahkan bahwa panitia akan mencatat jumlah peserta dan jenis layanan yang paling banyak dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan berikutnya.

Dari pihak Puskesmas, tenaga medis menjelaskan bahwa kegiatan ini membantu menjangkau kelompok yang selama ini kurang terlayani. Mereka menekankan bahwa pemeriksaan sederhana seperti cek tekanan darah dan gula darah dapat mencegah komplikasi serius jika ditindaklanjuti sejak dini. Petugas juga memberikan edukasi singkat tentang pola hidup sehat, pentingnya pemeriksaan berkala, dan cara pencegahan penyakit menular yang masih menjadi perhatian di beberapa wilayah.

Pelayanan pengobatan gratis berjalan dengan mekanisme yang jelas. Petugas memprioritaskan kasus yang membutuhkan penanganan segera dan menyesuaikan pemberian obat dengan ketersediaan. Untuk menjaga ketertiban, panitia mengatur nomor antrian dan memberikan estimasi waktu pelayanan sehingga peserta dapat menunggu dengan nyaman di area yang telah disiapkan. Air mineral dan camilan ringan disediakan untuk membantu pemulihan peserta setelah pemeriksaan.

Kehadiran relawan lokal menjadi kunci kelancaran acara. Mereka tidak hanya membantu administrasi, tetapi juga mendampingi peserta berkebutuhan khusus, menerjemahkan instruksi medis bila diperlukan, dan memastikan aksesibilitas fasilitas. Relawan muda terlihat antusias, bergerak cepat membantu memindahkan kursi roda, mengantar peserta ke meja pemeriksaan, serta mencatat hasil skrining untuk dokumentasi.

Dampak sosial kegiatan ini juga nyata. Selain manfaat medis, kegiatan memperkuat rasa kebersamaan antar warga. Banyak peserta yang merasa dihargai karena layanan diselenggarakan di lingkungan yang familiar. Interaksi langsung antara komunitas penyandang disabilitas dan tenaga kesehatan membuka ruang komunikasi yang konstruktif untuk merancang program kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan khusus.

Panitia menegaskan bahwa kegiatan hari ini bukan sekadar aksi sekali jadi. Mereka berencana melakukan evaluasi menyeluruh meliputi jumlah peserta yang dilayani, jenis layanan yang paling dibutuhkan, serta kendala teknis yang muncul selama pelaksanaan. Hasil evaluasi akan menjadi dasar perencanaan program lanjutan yang lebih komprehensif dan terintegrasi dengan program pemerintah kecamatan.

Menjelang penutupan, panitia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, anggota PDP, relawan, petugas Puskesmas, serta warga yang hadir. Mereka mengingatkan masyarakat yang belum sempat datang untuk tetap mengikuti informasi kegiatan serupa di masa mendatang. Semangat gotong royong dan kepedulian yang terlihat hari ini menjadi modal penting bagi upaya peningkatan kesejahteraan penyandang disabilitas di Kecamatan Pedan.

Kegiatan layanan kesehatan gratis yang berlangsung hari ini membuktikan bahwa kolaborasi antara organisasi masyarakat dan fasilitas kesehatan publik mampu menghadirkan layanan yang inklusif dan bermakna. Dengan dukungan berkelanjutan, PDP berharap program ini akan terus berkembang, memberi manfaat lebih luas, dan memperkuat kemandirian serta kesejahteraan penyandang disabilitas di wilayahnya.

( Pitut Saputra )