Kamis, November 30, 2023

Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Gelar Sidang Lanjutan Terdakwa Kasus Penganiayaan Lansia di Fontein

Must Read

KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang menggelar sidang lanjutan kasus penganiayaan dengan terdakwa Wandri Manno, Senin (17/4/2023).
Sidang yang dipimpin Hakim Murthada Moh. Mberu, SH., MH., mengagendakan pembacaan putusan majelis hakim atas perkara penganiayaan.

Terdakwa Wandri Manno didampingi penasehat hukumnya, Oktovianus Ola Bage Ariana, SH., Fridolin Jaya A. Tolang, SH., dan Adrianus Leo Du, SH.

Dalam putusannya, hakim membebaskan terdakwa Wandri Manno dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mendakwa terdakwa melakukan pengeroyokan dan pemukulan terhadap Benyamin Lawa.

putusan yang dibacakan di persidangan pada tanggal 17 April 2023, Hakim menerangkan bahwa dalam fakta persidangan tidak ditemukan bahwa Wandri Manno melakukan pemukulan terhadap korban.

BACA JUGA : AKEN Kembali Gelar Pameran Indonesia Sustainable Procurement Expo 2023

Hakim menilai bahwa yang melakukan pemukulan adalah Rony Djara yang masih menjadi DPO.

Dalam amar putusan, hakim memerintahkan memulihkan harkat dan martabat Wandri Manno.

Pernyataan Oktovianus O. B Ariana, S.H:
Kami dari Tim Kuasa Hukum berharap agar JPU tidak melakukan upaya hukum lagi, karena dalam Fakta persidangan sudah sangat jelas bahwa saudara Wandri Manno tidak melakukan pemukulan terhadap korban ungkap Oktovianus O.B Ariana, S.H.

Oktovianus O.B Ariana yang juga sebagai ketua team penasehat Wandri Manno juga menambahkan jika dirinya dan rekan penasehat hukum lainnya berempati terhadap korban, pasalnya hingga saat Pelaku Tunggal Rony Djara belum di Tangkap dan Masih menjadi DPO, kami mendesak kepada pihak Kepolisian agar segera menangkap Rony Djara.

Lanjut penasehat hukum terdakwa Adrianus Leo Du, S.H:
Klien kami atas nama Wandri Manno telah divonis bebas oleh majelis hakim, Hal tersebut karena klien kami tidak terbukti bersalah dalam persidangan. Selama pemeriksaan saksi-saksi, tidak ada temuan fakta yang menyebutkan atau yang bisa menyandra klien kami sebagai pelaku penganiayaan.

Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Gelar Sidang Lanjutan Terdakwa Kasus Penganiayaan Lansia di Fontein
Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Gelar Sidang Lanjutan Terdakwa Kasus Penganiayaan Lansia di Fontein

Bahwa saksi yang di hadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan ini sama sekali tidak melihat Terdakwa melakukan pemukulan atau ikut menganiaya Korban maupun setelah saksi melihat rekaman vidio akan tetapi saksi saksi tersebut mengetahui dan melihat yang melakukan pemukulan terhadap korban adalah seorang pria bertato, yang kemudian baru di ketahui oleh saksi-saksi pria tersebut adalah Roni Djara dan saat ini berstatus DPO.

BACA JUGA : Ketua MPR RI Bamsoet Tegaskan Negara Butuh Haluan

Sambung Fridolin “Bahwa Wandri Manno
korban dari proses hukum dari tingkat penyidikan di kepolisian dan penuntutan di Kejaksaan, namun semuanya mampu ditegakkan dalam putusan hakim yang sangat adil,” ujar salah satu penasehat hukum terdakwa Fridolin Jaya A. Tolang, SH usai sidang.


Fridolin sangat mengapresiasi putusan yang dijatuhkan majelis hakim dalam perkara ini.
“Putusan tersebut mencerminkan bahwa keadilan masih tetap ada dan hidup”.

Sebelumnya JPU Kejaksaan Negeri Kota Kupang, Nelson Tahik dalam tuntutannya menuntut terdakwa agar dihukum 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan terhadap terdakwa
Wandri (27), warga RT 013/RW 005, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang diamankan polisi dari Polsek Oebobo pada Minggu (27/11/2022).
Ia disangka sebagai salah satu tersangka pelaku penganiayaan terhadap seorang Lansia beberapa waktu lalu.

Kapolsek Oebobo, AKP Ricky Dally saat itu menyebutkan kalau Wandri adalah salah seorang tersangka atau pelaku dari video viral penganiayaan terhadap seorang kakek oleh sekelompok pemuda beberapa hari yang lalu.

“Tersangka Wandri ditangkap sehubungan dengan adanya laporan polisi nomor LP/B/189/XI/2022/Sektor Oebobo dalam perkara pidana secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang,” tambah mantan Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Kupang Kota ini.
Wandri diduga melanggar pasal 170 ayat (1) sub pasal 351 ayat (1) Jo pasal 55 ayat (1) ke-1e. Ia menganiaya Benyamin Lawa alias Min (65), warga RT 027/RW 009, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Kapolsek menyebutkan, selain Wandri masih ada sejumlah pelaku yang diselidiki pihak kepolisian.

“Sementara masih ada tersangka yang lain yang belum ditangkap,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU) ini.

Tersangka lain, Rony masih dalam pengejaran polisi dengan status DPO (Daftar Pencarian Orang).

BACA JUGA : Ketua DPD RI : Sebaiknya Buka Bersama Ramadhan 1444 H Diatur, Bukan Dilarang

Benyamin Lawa (65) dikeroyok sejumlah pemuda yang diduga mabuk miras pekan lalu di Jalan Cak Malada, RT 27/RW 09, Kelurahan Fontein, Kecamatan Kota Raja.
Akibat penganiayaan dan pengeroyokan ini, korban Benyamin Lawa mengalami luka robek dan sudah menjalani visum serta diperiksa penyidik Reskrim Polsek Oebobo.


(Alberto)

ONLINE TV NUSANTARA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Silaturahmi, Diskominfo Cilacap Gelar Kursus Singkat (Pembinaan) Media Gathering

CILACAP - METROPAGINEWS.COM || Pemkab Cilacap, Jawa Tengah, dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Kursus Singkat...

More Articles Like This


Notice: ob_end_flush(): Failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/metropaginews/public_html/wp-includes/functions.php on line 5373