BerandaPariwisataPengunjung Resto Apung Muara Angke Kecewa: Harga Mahal, Toilet Kumuh, hingga Dugaan...

Pengunjung Resto Apung Muara Angke Kecewa: Harga Mahal, Toilet Kumuh, hingga Dugaan Pekerja Anak

JAKARTA – METROPAGINEWS.COM ||  Momen libur Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026 yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan wisata kuliner menyenangkan, justru berbuah kekecewaan bagi sejumlah pengunjung Resto Apung Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

 

Destinasi kuliner pesisir yang digadang-gadang sebagai ikon wisata makan di atas air itu dinilai belum mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Sejumlah keluhan muncul, mulai dari buruknya fasilitas umum hingga kualitas pelayanan yang jauh dari harapan.

Salah satu pengunjung, Prihatin (53), warga Jakarta Utara, mengaku kecewa dengan kondisi toilet di area tersebut saat berkunjung usai Lebaran pada Senin (23/3/2026).

Menurutnya, meskipun dikenakan biaya retribusi sebesar Rp2.000, fasilitas sanitasi yang tersedia sangat memprihatinkan.

“Kita bayar, tapi WC-nya tidak terurus, bau pesing, dan tidak ada air. Pintu-pintunya banyak yang rusak. Kasihan kalau ibu-ibu mau ke kamar kecil harus susah payah. Itu uang retribusinya ke mana kalau kondisinya kumuh begitu?” keluh Prihatin kepada awak media.

Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung lain, Suci (22), yang menyoroti rendahnya profesionalitas pengelola. Ia menilai harga makanan yang relatif mahal tidak sebanding dengan kualitas pelayanan yang diberikan.

“Pelayanannya tidak profesional. Padahal pembeli adalah raja, tapi di sini gelas minuman pakai plastik semua, tidak ada gelas beling, tisu juga tidak disediakan di meja. Bahkan ikan yang disajikan terasa kurang segar, padahal harganya cukup mahal,” ujarnya dengan nada kesal.

Selain persoalan fasilitas dan pelayanan, muncul pula dugaan penggunaan tenaga kerja di bawah umur. Di lokasi, ditemukan sejumlah remaja usia sekolah menengah pertama (SMP) yang bekerja sebagai pramusaji selama musim liburan Lebaran.

Salah satu pekerja anak asal Jawa Barat mengaku terpaksa bekerja untuk menambah uang saku. Ia menyebutkan bahwa pada hari biasa hanya memperoleh sekitar Rp15.000 karena sepinya pengunjung. Namun saat libur Lebaran, terutama akhir pekan, penghasilannya bisa mencapai Rp100.000 per hari dengan jam kerja hingga malam.

Temuan ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan ketenagakerjaan dan perlindungan anak di kawasan wisata kuliner tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Resto Apung Muara Angke belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai keluhan yang disampaikan pengunjung.
(Tjip)

Komentar Klik di Sini