KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Suasana hangat dan penuh nostalgia menyelimuti Water Gong Pusur Resto Karanglo, Ponggok, saat puluhan alumni SMP Negeri 2 Cokro Tulung Klaten angkatan 1977 berkumpul dalam acara bertajuk Halal Bi Halal Pecok 77. Pertemuan ini menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi kabar kehidupan, serta mengenang masa-masa sekolah yang telah berlalu puluhan tahun (26/03/2026).
Acara dimulai sejak pagi dengan sambutan singkat dari panitia yang menegaskan tujuan utama pertemuan yakni reuni dan silaturahmi Halal BI Halal menjaga persaudaraan antar alumni, saling mendoakan, dan memperbarui komitmen untuk terus berkomunikasi. Penataan meja yang rapi, sajian hidangan tradisional, serta aroma kopi yang menguar menambah keakraban suasana. Para peserta tampak antusias membuka percakapan, saling bertukar cerita tentang guru-guru, kenangan pelajaran favorit, hingga kenakalan masa remaja yang kini menjadi bahan tawa bersama.

Hadir dalam acara tersebut tidak hanya alumni yang berdomisili di Klaten dan sekitarnya, namun beberapa peserta juga menempuh perjalanan jauh dari luar kota demi kesempatan berkumpul kembali. Mereka datang dari berbagai latar belakang kehidupan, ada yang sudah pensiun, masih aktif bekerja, hingga yang mengelola usaha keluarga. Perbedaan pengalaman hidup itu justru memperkaya diskusi, karena setiap orang membawa kisah dan perspektif yang berbeda namun tetap terikat oleh kenangan bersama di bangku sekolah.
Musik pengiring menjadi salah satu elemen yang menambah kehangatan acara. Grup orgen tunggal pimpinan Nurkolis dari Boyolali membawakan lagu-lagu bernuansa religi dan nostalgia yang membuat suasana semakin cair. Alunan musik Ramadhan dan nostalgia tersebut memicu gelak tawa dan sesekali membuat peserta ikut bergoyang, sekaligus menjadi medium untuk menghidupkan kembali memori kolektif tentang lagu-lagu lama yang familiar hingga membuat beberapa peserta ikut menyanyikan lirik yang dulu sering terdengar di radio atau acara sekolah.
Ketua panitia, Supadmo, yang juga dikenal aktif di kalangan alumni, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam wawancara singkat dengan awak media, Supadmo menegaskan bahwa pertemuan semacam ini merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya berfungsi sebagai reuni, tetapi juga sebagai wadah kegiatan sosial. “Selain silaturahmi, kami juga seringkali menggelar kegiatan sosial rutin, menjenguk rekan yang sakit, melakukan takziah bila ada saudara atau rekan yang berduka, dan kesemuanya menggunakan kas kolektif dari iuran sukarela anggota untuk membantu kebutuhan sesama, begitupun dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.
Supadmo menambahkan bahwa tujuan lain dari Halal Bi Halal ini juga untuk menjaga kesinambungan nilai kebersamaan dan gotong royong antar generasi alumni. Ia berharap komunikasi antar anggota tetap terjaga sehingga nilai-nilai sosial yang dibangun sejak sekolah dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. “Pertemuan hari ini bukan sekedar reuni, namun ia adalah pengingat bahwa persaudaraan yang dibangun di sekolah tidak hilang oleh waktu,” tegasnya.
Selain sesi formal dan musik, panitia juga menyiapkan kegiatan ringan yang mengundang tawa, seperti sesi permintaan lagu dan bernyanyi bersama. Meski terkadang suara tidak selalu selaras dengan alunan musik, namun semangat kebersamaan tetap terasa kuat. Sesi makan bersama menjadi momen penting untuk saling berbagi cerita lebih intim tentang keluarga, pekerjaan, dan rencana masa depan. Percakapan yang awalnya formal berangsur menjadi lebih santai, membahas cucu, hobi baru, hingga rencana pertemuan berikutnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang khidmat, diikuti prosesi saling memaafkan dan ucapan terima kasih kepada panitia serta pengurus alumni juga pihak Water Gong Pusur Resto. Penutupan ini memberi kesan mendalam bagi peserta, yang pulang dengan wajah cerah dan harapan agar pertemuan serupa dapat terus diadakan secara berkala. Banyak peserta menyatakan bahwa momen seperti ini memberi energi positif dan mengingatkan kembali akar sosial yang menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup modern.
Dari sisi organisasi, acara berjalan lancar berkat kerjasama panitia yang rapi. Penempatan meja, penyajian makanan, hingga pengaturan sesi acara dilakukan dengan perhatian terhadap kenyamanan peserta. Keberhasilan penyelenggaraan ini mendapat apresiasi dari banyak alumni yang hadir, yang berharap agar kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak generasi alumni.
Menjelang akhir, janji untuk bertemu kembali diucapkan dengan hangat. Water Gong Pusur Resto hari itu menjadi saksi bisu kembalinya tawa dan cerita Pecok 77, sebuah bukti bahwa persahabatan yang dibangun sejak masa sekolah mampu bertahan melintasi waktu dan menjadi harta tak ternilai bagi setiap anggotanya.
Water Gong Pusur Resto hari ini menyimpan lebih dari sekadar jejak langkah, tawa, pelukan, dan lagu-lagu lama yang mengalun menjadi benang pengikat yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, membuat setiap alumni Pecok 77 seolah kembali muda untuk sesaat dan pulang dengan hati yang hangat, kenangan yang diperbarui, dan janji sederhana untuk tidak membiarkan persahabatan ini pudar oleh waktu.
( Pitut Saputra )

