BerandaUncategorizedSagi River Camp Baki Area Glamping dan Susur Sungai Baru di Jantung...

Sagi River Camp Baki Area Glamping dan Susur Sungai Baru di Jantung Klaten

KLATEN -METROPAGINEWS.COM || Pagi cerah di Dukuh Sagi Tjokro mengawali babak baru pariwisata rural Klaten. Sagi River Camp Baki resmi menyuntikkan suasana segar melalui area glamping dan petualangan susur sungai. Rangkaian soft opening pada hari ini memadukan visi Arifin, gotong royong warga, dan dukungan Pemerintah Desa Tjokro dalam satu harmoni sinergis (21/09/2025).

 

Latar Belakang Inisiatif

Inspirasi lahir saat Arifin menilik jejak sukses Desa Pentingsari dan Tebing Breksi. Ia menyadari potensi alam asri Sungai Sagi sebagai magnet wisatawan urban yang rindu nuansa tradisional. Setelah menelusuri lereng, aliran sungai, dan hutan pinggir desa, Arifin yakin kawasan ini setara untuk dikembangkan. Visi utamanya, mengubah lahan liar menjadi destinasi berkelanjutan tanpa merusak karakter alami kawasan.

 

Screenshot 20250921 124235

Pengembangan Fasilitas Glamping

Pondasi tenda glamping dibangun dengan pendekatan minimalis dan ramah lingkungan. Jalur setapak diperlebar, bebatuan disusun rapi, dan papan kayu dipasang sebagai pijakan di titik rawan licin. Beberapa fasilitas mulai dipersiapkan untuk dibangun. Setiap elemen dirancang agar memaksimalkan perpaduan kenyamanan modern dan nuansa tradisional.

Susur Sungai dan Aktivitas Alam

Susur Sungai Sagi dirancang sebagai trek santai namun menantang. Rute sepanjang beberapa kilometer melewati jeram kecil, air tenang, dan hutan riparian sedang terus dipersiapakan. Sementara pengunjung dapat memilih paket:

 

Screenshot 20250921 124300

1. Petualangan family-friendly dengan pemandu muda
2. Outbound ringan dengan pemandu profesional.
3. Trekking pendek di tepi sungai hingga titik panorama
4. Camping eksklusif dengan api unggun dan birdwatching

Arifin menekankan bahwa keamanan menjadi prioritas mutlak. Setiap pemandu dilatih pertolongan pertama dan navigasi air oleh Babinsa setempat.

Filosofi “Semangat Tanpa Mengeluh”

Arifin memboyong semangat leluhur gotong royong ke dalam proyek ini. “Dahulu nenek moyang membangun irigasi dengan tekad sama,” ungkapnya saat sesi sharing visi wisata. Baginya, glamping dan susur sungai bukan sekadar komersial. Ia memaknai proyek sebagai wujud kecintaan pada tanah kelahiran. Semboyan “Semangat Tanpa Mengeluh” menjadi mantra harian, meneguhkan bahwa berbagai rintangan, cuaca ekstrem, perbaikan jalur, hingga promosi, bisa dihadapi bersama.

Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Desa

Heru Budi Santosa, Kepala Desa Tjokro, memuji sinergi warga dan pihak desa. Dukungan tak hanya dana, melainkan izin, tenaga kerja, dan forum evaluasi rutin. Ibu-ibu PKK dilibatkan mengolah produk lokal menjadi paket kuliner glamping. Generasi muda direkrut sebagai relawan pemandu susur sungai. Peran Babinsa aktif memfasilitasi pelatihan keselamatan air dan pelestarian ekosistem sungai.

Peneguhan Komitmen Warga

Komitmen kolektif tercermin dalam sambutan Ketua RW 2 Sagi, Jamto. Ia menegaskan, “Sekecil apa pun langkah kita, asal bersama, pasti membuahkan hasil.” Kesepakatan warga mencakup pola pembagian keuntungan, keamanan, dan perbaikan infrastruktur berkelanjutan. Tak kalah penting, warga sepakat memantau operasional harian untuk memastikan kualitas layanan dan kelestarian lingkungan.

Jamuan santap bersama dan Inspirasi Kebersamaan

Soft opening dilanjutkan dengan jamuan santap bersama tepi sungai. Menu jagung rebus, pisang godok, dan camilan desa menjadi perekat solidaritas. Arifin menyatakan, “Makna makan bersama lebih dari sekadar mengisi perut. Ia memupuk cinta tanah air dan kecintaan pada potensi sendiri.” Suasana akrab mencerminkan fondasi wisata berkelanjutan yang tumbuh dari kebersamaan.

Tantangan dan Peluang Ke Depan

Walau soft opening masih terbatas untuk warga internal, proyek ini segera memasuki tahap finalisasi infrastruktur. Kamar ganti, ruang keluarga wisata, dan titik spot fotografi tengah dibangun. Arifin optimistis paket wisata keluarga, outing sekolah, dan lokawisata komunal bakal menarik volume pengunjung yang signifikan. Rencana jangka panjang mencakup festival ekowisata tahunan, kompetisi digital storytelling, dan kolaborasi paket wisata terintegrasi bersama Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community.

Pandangan Arifin untuk Sagi River Camp Baki

Arifin berharap Sagi River Camp Baki menjadi destinasi unggulan di Jawa Tengah. Visi akhirnya, bisa masuk dalam daftar Wonderful of Indonesia, bersanding dengan ikon pariwisata lainnya. Ia menekankan pentingnya inovasi terus-menerus dan transparansi dalam pengelolaan. Menurutnya, “Kita harus mampu mengemas keunikan asri dan nuansa tradisional menjadi cerita yang memikat, lalu mengkomunikasikannya secara digital.” guna bisa mempublikasikan dan memperkenalkan pada dunia luar.

Dari Mimpi Menjadi Destinasi

Soft opening Sagi River Camp Baki lebih dari seremoni pembukaan, ini adalah penegasan bahwa pariwisata rural bisa tumbuh lewat semangat perintis dan sinergi masyarakat. Arifin dan warga Tjokro membuktikan bahwa keberanian memulai dari nol, ketika dipadu gotong royong, menghasilkan destinasi yang berdaya saing dan lestari. Dengan komitmen tanpa henti, dukungan stakeholder, dan dengan tekad “Semangat Tanpa Mengeluh”, Sagi River Camp Baki tengah bersiap menunjukkan pesona Klaten kepada dunia.

Gelaran Outbond Perdana

Menutup kegiatan di siang ini setelah senam sehat warga dan santap siang bersama, Arifin juga telah mempersiapkan team pemandu outbound profesional guna memulai debut perdana gelaran outbound di object wisata baru ini yang diikuti dengan antusias segenap warga dan pengunjung yang hadir siang ini. Semoga persiapan infrastruktur pendukung dan pembangunan serta pembenahan akses dan jalur trek wisata segera terselesaikan sehingga pada akhirnya inject wisata ini bisa memberikan kebermanfaatan pada masyarakat luas.

Ipunk salah seorang pemandu wisata dari Ngantilalicaraneturu Tour Guide Community menyatakan dirinya sudah tidak sabar lagi guna bisa mengajak wisatawan menjajal object wisata baru di Tjokro ini yang juga merupakan daerah tempat tinggalnya bersama keluarga. “Doain aja semoga lekas terselesaikan dan bisa menambah satu lagi destinasi wisata keluarga di daerah Tjokro dan sekitar” paparnya pada awak media di tengah-tengah kegiatan Outbond.

( Pitut Saputra )

Komentar Klik di Sini