Rabu, Juli 24, 2024

Sakti!! Diduga Pengusaha Tambang Galian C Ilegal dan Kebal Hukum di Desa Wonosobo Banyuwangi “Beroperasi”

Must Read

BANYUWANGI – METROPAGINEWS.COM ||Aktivitas Penambangan galian C di duga ilegal dan kebal Hukum juga terbilang sangat Sakti di daerah Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, beraktivitas lagi, Aktivitas tambang tersebut telah beroperasi sudah lama kurang lebih 2 bulan dan seolah olah pengusaha tambang Galian C di duga Kebal hukum dan terbilang sangat SAKTI, Minggu 28 /5/2023.

Berawal dari pemilik pengusaha Tambang galian C inisial Ck, dan akhirnya berpindah tangan di miliki oleh pengusaha tambang yang baru inisial BD dan Ceker yang sama inisial HD, yang terletak di desa Wonosobo di duga Kebal hukum dan terbilang Sakti,karna sudah pernah di beritakan oleh media onlen dan sudah ada penertiban di tambang Wonosobo 2 bulan yang lalu, tapi masih beraktivitas dan beroperasi lagi.

Tambang yang di miliki inisial BD, merupakan pengusaha penambang galian C yang menguasai pertambangan di sekitar Desa Wonosobo, pengusaha tambang Inisial BD diduga kebal hukum dan terbilang sangat Sakti di dalam bisnis pertambangan, meskipun izin atau rekom pertambangan belum resmi di keluarkan dari Kementrian ESDM, sepertinya pengusaha tambang galian C di desa Wonosobo tidak merasa takut meskipun lokasi tambang tersebut pernah ada penertiban atau di tutup dari Aparat Penegak Hukum(APH) pemerintah Banyuwangi dan juga pernah di beritakan oleh media online, di duga pengusaha tambang galian C di desa Wonosobo di duga Kebal Hukum dan Terbilang sangat Sakti, karena diduga ada pembiaran dari instansi terkait dan Oknum yang gak jelas membackup pengusaha tambang galian C yang di duga Kebal hukum dan terbilang sangat Sakti di desa Wonosobo tersebut.

Sakti!! Diduga Pengusaha Tambang Galian C ilegal dan Kebal Hukum di Desa Wonosobo Banyuwangi "Beroperasi"
Diduga Pengusaha Tambang Galian C ilegal dan Kebal Hukum di Desa Wonosobo Banyuwangi “Beroperasi”

BACA JUGA : Ketua MPR RI Bamsoet Tegaskan Negara Butuh Haluan

Dari penelusuran tim awak media di lokasi tambang galian C yang di duga Kebal hukum dan ilegal juga terbilang Sakti, pada hari Sabtu tanggal 27/5/2023 sekitar pukul 14,00 wib, terlihat puluhan antrian Dumtruk untuk mengisi muatan pasir dan Tanah urukan,juga ada alat Ekskavator yang berkerja untuk mengupas dan mengeruk pasir yang fungsinya untuk mengisi dumtruk tersebut, jika di hitung setiap harinya tambang tersebut bisa menghasilkan sekitar puluhan dumtruk dan meraihi ke untungan banyak,

Dengan adanya Penambangan galian C yang di duga Kebal hukum juga terbilang Sakti di Desa Wonosobo, diduga ada pembiaran dari intansi-instansi terkait dan Aparat Penegak Hukum (APH), “Seolah olah menutup mata juga tidak melihat dengan adanya dengan penambangan galian C tersebut, padahal sering kali di beritakan oleh sebuah media online.

Selama ada kegiatan penambangan galian C yang diduga kebal hukum juga terbilang sangat sakti, mengakibatkan juga dampaknya akses jalan masuk menuju desa Wonosobo khususnya menjadi rusak dan berlubang, sehingga pengendara motor tidak nyaman untuk melewati jalan tersebut, Banyak bukti dan fakta yang di temukan di sepanjang jalan desa Wonosobo semangkin rusak akibat aktivitas Penambangan galian C yang setiap harinya di lalui/di lewati dumtruk muatan pasir yang melebihi kapasitas tonase berlebihan, sehingga jalan menjadi rusak dan berlubang, juga dapat membahayakan serta tidak membuat kenyamanan bagi pengguna jalan khususnya kendaraan yang melewatinya.

Ketika awak media melakukan penelusuran atau klarifikasi dan konfirmasi kepada salah satu warga yang berada di area lokasi penambangan galian C di desa Wonosobo, yang tidak mau di sebut namanya, menjelaskan, “Sebetulnya kami tidak senang dengan adanya tambang galian C di desa Wonosobo ini mas! padahal tambang tersebut sudah pernah di tutup dan ada penertiban dari Aparat Penegak Hukum(APH) pemerintah Banyuwangi, tapi kenapa kok masih beroperasi dan beraktivitas lagi, tambang tersebut dulu di miliki oleh inisial CK. Karena dia ada masalah terkait pengupasan atau bibir bendungan sungai sehingga ada rembesan air terlihat,karna itu satu satunya saluran air untuk persawahan di desa Wonosobo, sehingga di permasalahkan warga dan di lihat oleh seseorang dari lembaga, “ucapnya.

“Sekarang tambang galian C tersebut bukan di miliki oleh CK tapi sudah berpindah tangan ke pengusaha tambang Inisial BD orang Bali informasinya, tambang ini sudah beroperasi kurang lebih 2 bulan dan tak lihat ceker dari tambang tersebut tetap ceker yang kemarin, dan anehnya pihak kepala Desa yang punya wilayah diam aja dan tidak ada tindakan dan menertibkan untuk menutup tambang tersebut, banyak dampaknya selain jalan rusak dan berlubang, debu juga bertebaran kesana kesini, sehingga aktivitas pengendara motor terganggu karena debu dan kotoran sisa dumtruk yang terjatuh,kami merasa terganggu adanya dumtruk yang lalu lalang di desa Wonosobo, bagi kami tidak tidak ada manfaatnya ada tambang galian C, malah merusak jalan, lingkungan dan ekosistem di desa Wonosobo khususnya, “lanjutnya.

“Penambangan Galian C ilegal berpotensi merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar tambang, karena adanya ketidaksesuaian prosedur penambangan sebagaimana yang telah ditetapkan. Tambang Galian C ilegal juga dapat merugikan negara karena berpotensi menghilangkan sumber pendapatan pemerintah, baik pusat maupun daerah, ”jelasnya.

“Kerusakan lingkungan akibat penambangan galian C ilegal  terjadi karena aktivitas penambangan yang dilakukan tidak memperhatikan praktik penambangan yang baik, “ujarnya.

Menurut Undang Undang No.3 Tahun 2020 Tentang pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba )telah menyediakan beberapa Regulasinya, Pasal 158 UU Minerba Menyatakan “Setiap Orang yang melakukan Usaha Penambangan Tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana di maksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat(3), pasal 48, pasal 67 ayat 1 dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.100,000,000,000 (seratus miliar).

Seharusnya jika penertiban oleh Aparat Penegak Hukum (APH) tidak pengaruh, sebaiknya Kapolresta Banyuwangi turun tangan, terkait aktivitas penambangan galian C di Desa Wonosobo yang di ilegal dan kebal hukum juga terbilang sakti, keberanian para penambang melakukan aktivitas ilegalnya juga di sebabkan karena lemahnya penegakan hukum di wilayah Banyuwangi, sehingga pengusaha tambang galian C inisial BD di desa Wonosobo tidak peduli dengan larangan dan ketentuan syarat untuk menambang, sehingga begitu mudah untuk beraktivitas dan beroperasi biarpun izinnya belum ada dan keluar ,


(Tim FRN)

ONLINE TV NUSANTARA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Jagal RPH Pegirian Tolak Pemindahan Tempat Baru

SURABAYA-METROPAGlNEWS.COM || Tersiar kabar bahwasanya dalam waktu dekat ini pemerintah kota Surabaya, bakalan memindahkan rumah pemotongan hewan (RPH) yang...

More Articles Like This


Notice: ob_end_flush(): Failed to send buffer of zlib output compression (0) in /home/metropaginews/public_html/wp-includes/functions.php on line 5427