BALI – METROPAGINEWS.COM || Semangat kreativitas dan kemandirian mewarnai perayaan Bulan Bahasa Bali di SMK Prshanti Nilayam Kuta, Jumat (13/2/2026). Di halaman sekolah, sebanyak 26 stand berdiri megah menampilkan aneka produk hasil karya 214 murid kelas XII dalam kegiatan Uji Project Kewirausahaan.
Sejak pagi, para murid tampak sibuk menata produk, mempercantik tampilan stand, hingga bersiap melayani pembeli. Berbagai varian makanan dan minuman hasil produksi sendiri menjadi daya tarik utama.
Tahun ini, inovasi yang ditampilkan terlihat lebih beragam dibandingkan sebelumnya. Setiap kelompok dituntut tidak hanya mampu menciptakan produk, tetapi juga mengelola proses produksi, menentukan strategi pemasaran, hingga melakukan transaksi secara langsung dengan konsumen.
Kepala SMK Prshanti Nilayam, Ni Wayan Suarni, S.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik nyata merupakan bagian penting dari pendidikan vokasi. Menurutnya, murid tidak boleh hanya memahami teori, tetapi harus terjun langsung dalam pengalaman riil agar siap menghadapi dunia usaha dan dunia kerja.
“Kegiatan ini sudah kami tetapkan sebagai ikon sekolah dan menjadi agenda rutin sebagai ajang silaturahmi warga sekolah dengan alumni, orang tua, DuDi, dan masyarakat,” ungkapnya.

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Bazaar kewirausahaan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian proyek, tetapi juga momentum kebersamaan. Sejumlah alumni hadir untuk melepas rindu dengan sekolah dan para guru. Kehadiran mereka memberi motivasi tersendiri bagi adik-adik kelas XII yang tengah menuntaskan proses belajarnya.
Pihak sekolah juga secara khusus mengundang orang tua murid agar dapat menyaksikan langsung hasil pembelajaran putra-putri mereka. Sebanyak 27 kupon gratis disediakan bagi orang tua sebagai bentuk apresiasi sekaligus wujud keterlibatan keluarga dalam pendidikan.
Menurut Ni Wayan Suarni, kegiatan semacam ini telah memberi dampak nyata. Tidak sedikit alumni yang kini sukses menekuni dunia wirausaha setelah mendapatkan pengalaman dan pembekalan selama bersekolah.
Sekolah, katanya, hanya membuka ruang dan memberikan motivasi, sementara keberhasilan ditentukan oleh ketekunan dan keberanian lulusan dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Meski pagi hari sempat diselimuti mendung, kegiatan tetap berlangsung lancar dan penuh antusiasme. Astungkara, melalui bazaar kewirausahaan ini, semangat entrepreneur terus tumbuh dan menjadi bekal berharga bagi para murid untuk menatap masa depan dengan percaya diri dan mandiri.
(Alberto)

Komentar Klik di Sini