BerandaDaerahShalat Istisqa di Klaten: Doa Bersama untuk Hujan dan Keberkahan

Shalat Istisqa di Klaten: Doa Bersama untuk Hujan dan Keberkahan

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Ratusan jamaah mengikuti Shalat Istisqa di halaman Pemerintah Kabupaten Klaten. Shalat yang digelar sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan tersebut dipimpin oleh Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, Hakimuddin Salim, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib (27/10/2026).

Ribuan langkah doa dan harapan berkumpul di halaman Pemerintah Kabupaten Klaten pada Selasa siang, ketika ratusan warga, pejabat daerah, dan unsur masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa. Kegiatan keagamaan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar kolektif menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan dan sejumlah bencana terkait kekeringan serta kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah.

vertikal 1 22

Shalat Istisqa dipimpin oleh Hakimuddin Salim, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Klaten, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Pelaksanaan ibadah berjalan khidmat, diikuti oleh sekitar 500 orang yang terdiri dari unsur Forkopimda, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta organisasi masyarakat. Suasana penuh harap terlihat dari raut wajah para peserta yang datang dari berbagai penjuru kabupaten.

Plt. Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi yang akrab disapa Mbak Linda, menyampaikan bahwa pelaksanaan Shalat Istisqa ini mengikuti arahan dari MUI Jawa Tengah, yang mengimbau seluruh daerah di provinsi untuk menggelar doa bersama serentak. Menurutnya, langkah ini bukan hanya ritual formal, melainkan wujud pertobatan kolektif dan upaya spiritual untuk memohon rahmat hujan.

“Alhamdulillah, hari ini kami melakukan Shalat Istisqa atas arahan dari MUI Jawa Tengah. Jadi, hari ini kami se-Jawa Tengah serentak melakukan shalat,” ujar Mbak Linda usai kegiatan. Pernyataan tersebut menegaskan koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam merespons kondisi darurat iklim yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Bupati menyampaikan harapan agar Shalat Istisqa membawa berkah dan menurunkan hujan yang sangat dinantikan. Ia menekankan dua tujuan utama pelaksanaan doa bersama ini, pertobatan kepada Allah dan memohon turunnya hujan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan dan kebakaran hutan.

“Semoga harapan kami yang pertama kita melakukan pertobatan terhadap Allah dan yang kedua nanti bisa dapat mendatangkan hujan untuk keberkahan saudara-saudara kita yang khususnya tertimpa musibah yang kekeringan, dan kebakaran hutan. Semoga ini semua nanti bisa menjawab doa kita semua untuk masyarakat Kabupaten Klaten yang lebih baik lagi,” kata Mbak Linda, menutup sambutannya dengan doa dan optimisme.

Harapan serupa juga disampaikan oleh para tokoh agama dan pemuka masyarakat yang hadir. Mereka mengajak warga untuk tidak hanya bergantung pada doa, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan, mencegah kebakaran, dan mengelola sumber daya air secara bijak.

Meski doa telah dipanjatkan, kondisi cuaca di Klaten menunjukkan variasi. Menurut keterangan Plt. Bupati Klaten, beberapa wilayah di kabupaten sudah mulai diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, namun masih ada daerah lain yang belum merasakan hujan. Perbedaan ini menimbulkan tantangan dalam penanganan dampak kekeringan, terutama bagi petani, peternak, dan masyarakat yang bergantung pada sumber air permukaan.

Kebakaran hutan yang sempat terjadi di beberapa titik juga menjadi perhatian serius. Selain merusak ekosistem, kebakaran memperburuk kondisi udara dan mengancam ketersediaan air. Oleh karena itu, upaya pencegahan kebakaran, patroli terpadu, dan edukasi publik menjadi bagian penting dari respons jangka pendek dan jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Klaten menyatakan akan terus memantau perkembangan cuaca dan dampak sosial ekonomi yang timbul. Selain doa bersama, langkah-langkah teknis seperti pengaturan distribusi air, bantuan bagi wilayah terdampak, serta koordinasi penanggulangan kebakaran akan diperkuat. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini.

Kegiatan Shalat Istisqa di Klaten menjadi pengingat bahwa menghadapi tantangan iklim memerlukan kombinasi antara upaya spiritual dan tindakan nyata. Doa bersama memberi kekuatan moral dan solidaritas, sementara langkah-langkah praktis memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan risiko bencana diminimalkan.

Shalat Istisqa yang digelar di halaman Pemkab Klaten itu bukan sekadar ritual seremonial, ia mencerminkan harapan kolektif, tanggung jawab bersama, dan tekad untuk menjaga alam serta sesama. Semoga doa yang dipanjatkan membawa hujan dan keberkahan, serta memicu langkah-langkah berkelanjutan untuk melindungi lingkungan dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.

( Pitut Saputra )