BerandaDaerahTraining Inspiratif di Yogyakarta, Mbah Dragon Ajak AHASS Anugrah Grup Berpikir Out...

Training Inspiratif di Yogyakarta, Mbah Dragon Ajak AHASS Anugrah Grup Berpikir Out of The Box

YOGYAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Suasana berbeda terasa dalam kegiatan Training Unlocking AHASS Potential yang digelar Anugrah Grup di Crystal Lotus Hotel, Yogyakarta, Selasa (12/5/2026). Training yang menghadirkan motivator sekaligus praktisi otomotif nasional Herry Budijanto Dragono atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Dragon itu sukses memukau puluhan peserta dengan konsep pelatihan yang inspiratif, penuh inovasi, dan dibalut atraksi sulap khasnya.

Sebanyak 50 peserta dari seluruh cabang Direct Sales Division Anugrah Grup hadir mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari kepala cabang, kepala bengkel, hingga kepala mekanik dari berbagai daerah.

Sejak awal kegiatan, suasana training langsung mencair melalui aksi sulap unik Mbah Dragon yang mengubah teh botol menjadi jernih.

Atraksi itu bukan sekadar hiburan, melainkan simbol agar seluruh peserta mampu menjernihkan pikiran dan membuka wawasan terhadap perubahan dunia otomotif yang terus berkembang.

Tak berhenti di situ, peserta kembali dibuat terpukau ketika diajak membengkokkan sendok dengan kekuatan pikiran, atraksi yang pernah populer dalam tayangan The Master yang dipandu Deddy Corbuzier.

Menurut Mbah Dragon, permainan tersebut memiliki pesan mendalam agar insan AHASS berhati-hati terhadap pola pikir di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, termasuk menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga minyak dunia dan tingginya nilai tukar dolar.

“Kalau pikiran kita positif dan optimis, maka inovasi akan muncul. Justru di tengah krisis, peluang untuk berkembang itu semakin besar,” ujar Mbah Dragon dalam pemaparannya.

Dalam training tersebut, Mbah Dragon menyoroti rendahnya jumlah kendaraan yang melakukan servis di AHASS. Dari sekitar 120 juta sepeda motor yang beredar di Indonesia, hanya sekitar 5 persen atau 6 juta unit yang masuk ke AHASS, sementara sisanya memilih bengkel umum.

Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah paradigma lama bahwa servis motor membutuhkan waktu lama dan biaya mahal.

“Selama ini orang berpikir servis motor itu 40 menit sampai satu jam. Ojol malas masuk AHASS karena waktu adalah uang bagi mereka,” katanya.

Karena itu, AHASS dituntut melakukan transformasi dengan menghadirkan teknologi modern yang mampu mempercepat proses servis namun tetap meningkatkan kualitas performa kendaraan.

Mbah Dragon memaparkan berbagai teknologi dan alat bengkel modern yang ia pelajari dari Vietnam dan Thailand. Ia bahkan menunjukkan foto-foto teknologi bengkel Vietnam yang dinilai jauh lebih maju dibanding Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa pada motor injeksi modern, fokus servis sebenarnya hanya pada dua hal utama, yakni kebersihan injector dan ruang bakar, serta kondisi ruang mesin agar tetap licin dan bebas kerak.

Dengan alat modern, proses pembersihan injector dan ruang bakar kini bisa dilakukan hanya dalam waktu sekitar tiga menit tanpa perlu membongkar mesin maupun fender motor.

“Motor injeksi tidak lagi membutuhkan bongkar pasang seperti zaman karburator. Kalau injector dan ruang bakarnya bersih, performa motor akan kembali optimal,” jelasnya.

Training Inspiratif di Yogyakarta, Mbah Dragon Ajak AHASS Anugrah Grup Berpikir Out of The Box
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Konsep paling menarik yang disampaikan Mbah Dragon adalah bagaimana menghadirkan servis murah namun tetap mampu meningkatkan profit bengkel hingga berkali-kali lipat.

Menurutnya, strategi tersebut bisa tercapai jika AHASS mampu meningkatkan jumlah unit entry melalui layanan cepat, praktis, dan terjangkau.

Ia juga memperkenalkan penggunaan engine flush saat penggantian oli untuk membersihkan kerak di ruang mesin. Teknologi ini disebut telah menjadi standar perawatan di Vietnam namun masih tergolong baru di Indonesia sehingga membutuhkan edukasi kepada konsumen.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknologi MotoGP berupa Remap ECU menggunakan perangkat lunak komputer guna meningkatkan performa motor secara digital tanpa modifikasi besar.

Tidak hanya membahas teknologi, Mbah Dragon juga mengingatkan pentingnya perubahan strategi pemasaran. Ia menjelaskan bahwa konsep pemasaran lama 4P (Product, Place, Price, Promotion) kini telah berubah menjadi 4C (Customer Solution, Convenience, Cost, dan Communication).

Artinya, pelanggan saat ini lebih membutuhkan solusi, kenyamanan, komunikasi yang baik, dan pengalaman menyenangkan dibanding sekadar harga murah.

Ia mencontohkan fenomena anak muda di Yogyakarta yang rela membeli kopi mahal di kafe dibanding ngopi murah di angkringan karena faktor kenyamanan dan suasana.

“AHASS juga harus menghadirkan kenyamanan ruang tunggu dan pengalaman servis yang menyenangkan sesuai target pasar yang dibidik,” ujarnya.

Pada sesi penutup, Mbah Dragon membahas pentingnya konsep bengkel ramah lingkungan atau Green Workshop. Menurutnya, bengkel modern tidak cukup hanya bersih dan nyaman, tetapi juga harus peduli terhadap pengelolaan limbah dan polusi udara.

Ia mengkritisi penggunaan selang pembuangan gas motor di bengkel yang selama ini hanya memindahkan polusi dari dalam ruangan ke udara luar tanpa proses reduksi.

Sebagai bentuk pembuktian, Mbah Dragon membagikan pengalamannya saat memimpin inovasi pengelolaan limbah di Astra Motor Yogyakarta pada tahun 2006 hingga berhasil meraih predikat Gold EHS Proper, mengungguli sejumlah perusahaan besar nasional.

Saat itu, berbagai teknologi seperti recycle water, oil trap, pengolahan limbah cair, hingga kolam kontrol ikan diterapkan untuk menciptakan bengkel dengan konsep zero waste.

“Thailand sudah mulai menerapkan sertifikasi Green Workshop. Kita juga harus bergerak ke arah sana supaya tidak tertinggal,” tegasnya.

Training kemudian ditutup dengan atraksi sulap khas Mbah Dragon ketika segepok kertas kosong berubah menjadi tumpukan uang dolar. Atraksi tersebut menjadi simbol bahwa inovasi, kreativitas, dan edukasi pelanggan mampu menghadirkan peningkatan profit besar meski layanan servis tetap murah dan membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi sulit.

Para peserta mengaku sangat terinspirasi dengan materi yang disampaikan. Selain menambah wawasan teknis dan bisnis, training tersebut juga membuka pola pikir baru tentang masa depan AHASS yang lebih modern, cepat, efisien, dan ramah lingkungan.


Alberto

Komentar Klik di Sini