KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Dunia perkoperasian tanah air kembali diguncang kabar hangat dari Nusa Tenggara Timur. Menjelang perhelatan Pra-Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Kredit (Kopdit) Swastisari yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 Maret 2026, nama Yohanes Sason Helan atau yang akrab disapa YSH mendadak menjadi episentrum pembicaraan.
Bukan tanpa alasan, mantan General Manager yang telah menyulap koperasi ini menjadi raksasa finansial beraset triliunan rupiah tersebut dikabarkan siap turun gunung untuk kembali menahkodai lembaga yang telah membesarkan namanya.
Kembalinya YSH ke gelanggang kepemimpinan bukanlah ambisi pribadi semata, melainkan sebuah respons atas gelombang desakan yang masif.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media ini, pria visioner ini mengungkapkan bahwa dirinya mendengar jeritan kerinduan dari manajemen, karyawan, hingga tokoh agama dan masyarakat.
Mereka menginginkan sosok yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki integritas baja untuk menegakkan kembali sistem dan regulasi yang telah dibangun selama puluhan tahun demi melindungi ketahanan lembaga dalam jangka panjang.
Bagi para anggota, nama YSH adalah simbol kejayaan dan perlindungan. Di bawah kepemimpinannya dulu, Kopdit Swastisari bukan sekadar lembaga simpan pinjam biasa, melainkan sebuah entitas modern yang melakukan ekspansi besar-besaran ke berbagai pelosok Indonesia tanpa kehilangan jati diri berbasis nilai.
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider
Ia berhasil mengawinkan profesionalisme manajemen keuangan dengan pelayanan yang menyentuh hati. Prinsipnya yang paling melegenda hingga kini adalah keyakinan bahwa jabatan pengurus hanyalah sementara sebagai pelayan, sementara anggota adalah “Raja dan Ratu” seumur hidup yang mandatnya harus dijaga melalui keputusan RAT sebagai hukum tertinggi.
Rekam jejak YSH pun telah diakui di level nasional dengan tinta emas. Selain keberhasilannya membawa Swastisari meraih predikat “Sehat” dari Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi RI, ia sendiri telah dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Pratama di Padang pada tahun 2023.
Prestasi ini bersanding elok dengan warisan almarhumah Sr. Dra. Carolie Hartati, CB, sang pendiri yang juga diakui negara sebagai tokoh penggerak koperasi.
Duet kepemimpinan ini terbukti telah mengangkat harkat dan martabat Swastisari hingga dipercaya anggota untuk mengelola kekayaan yang menembus angka fantastis.
Kini, menjelang fajar 1 Maret 2026, kembalinya YSH membawa harapan akan tegaknya kembali kedaulatan anggota.
Ia hadir dengan janji kejujuran dan keberpihakan total kepada pemilik lembaga, memastikan bahwa setiap rupiah aset triliunan tersebut dikelola oleh tangan yang rela berkorban dan taat pada konstitusi koperasi.
Pra-RAT besok bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah momentum krusial bagi Kopdit Swastisari untuk menentukan apakah mereka akan terus melaju sebagai mercusuar koperasi nasional di bawah nakhoda yang telah teruji oleh waktu dan prestasi.
(Alberto)


Komentar Klik di Sini