BerandaPendidikan100 Pelajar SMA di Jakarta Utara Ikuti Edukasi Etika Politik

100 Pelajar SMA di Jakarta Utara Ikuti Edukasi Etika Politik

JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara terus mendorong peningkatan pemahaman demokrasi di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Etika dan Budaya Politik dalam Berdemokrasi Tahun 2026 yang digelar di Ruang Bahari, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Fredy Setiawan, tersebut diikuti sekitar 100 pelajar SMA dari berbagai sekolah di wilayah Jakarta Utara. Kegiatan ditujukan terutama bagi pelajar yang akan memasuki usia 17 tahun atau menjadi pemilih pemula.

Dalam sambutannya, Fredy mengatakan pemilu merupakan salah satu bagian penting dalam sistem demokrasi yang memberikan kesempatan kepada warga negara untuk menggunakan hak politiknya.

Menurutnya, bagi pemilih pemula, pengalaman pertama mengikuti pemilu menjadi momentum penting untuk memahami arti partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

“Bagi pemilih pemula, ini menjadi pengalaman pertama yang sangat penting. Jangan pernah menganggap satu suara itu tidak berarti. Setiap suara adalah bentuk partisipasi dalam menentukan masa depan bangsa,” ujar Fredy.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya, terutama melalui media sosial.

Fredy menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi berbagai informasi, termasuk mewaspadai hoaks, provokasi, maupun ujaran kebencian.

“Jangan mudah percaya pada hoaks, provokasi, atau ujaran kebencian. Gunakan media sosial secara bijak dan jadilah generasi yang mampu membedakan mana informasi yang benar dan menyesatkan,” tegasnya.

100 Pelajar SMA di Jakarta Utara Ikuti Edukasi Etika Politik

BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Selain itu, Fredy mengajak para pelajar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berdemokrasi. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi yang harus disikapi secara dewasa.

“Berbeda pilihan bukan alasan untuk bermusuhan. Demokrasi membutuhkan kedewasaan, dan persatuan adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Utara, M. Reza Phahlevi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi pelajar untuk memahami etika politik serta prinsip-prinsip demokrasi.

“Melalui forum ini, kami menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum untuk memberikan wawasan yang komprehensif kepada peserta,” jelas Reza.

Ia mengatakan sasaran kegiatan merupakan pelajar yang akan memasuki usia 17 tahun atau pemilih pemula. Mereka diharapkan tidak hanya memahami penggunaan hak pilih, tetapi juga mengetahui proses demokrasi secara lebih utuh.

“Kami ingin generasi muda tidak sekadar datang ke TPS, tetapi juga memahami makna di balik setiap proses demokrasi dan mampu menyikapi perbedaan dengan dewasa,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran politik generasi muda di Jakarta Utara sekaligus mendorong tumbuhnya sikap kritis, bertanggung jawab, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.

(Tjip)

Komentar Klik di Sini