Kab. Bandung – metropaginesw.com || Sinergitas BPH Migas dan DPR merupakan sarana membangun komunikasi yang sangat strategis, Badan Pengatur Hilir minyak dan Gas bumi(BPH) menggelar sosialisasi kebijakan dan penyuluhan regulasi BPH Migas. sebagai bentuk sinergitas antara BPH migas dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR-RI di hotel sunshine Soreang kabupaten Bandung. Rabu (1/2/2023)
Selain mengatur, BPH Migas juga melakukan pengawasan terhadap BBM, karena BBM ini tidak boleh disalahgunakan apalagi BBM ini dapat subsidi dari pemerintah sehingga harus diawasi ,tugas BPH migas itu adalah melakukan pengaturan agar ketersediaan distribusi bahan bakar minyak Gas bumi,supaya dapat terjamin keberadaanya di seluruh wilayah NKRI.Ucap Komite Migas Soleh Abdurrahman saat menyampaikan sambutan.

BPH Migas juga melakukan pengawasan dalam pendistribusian bahan bakar minyak BBM,karena bahan bakar minyak ini digunakan juga oleh kelompok masyarakat non transportasi, seperti nelayan,UMKM, petani juga kebutuhan pelayanan umum lainya
Seperti di sektor petani yang luas garapannya, dua hektar itu mendapatkan subsidi, dan itu harus direkomendasikan oleh dinas terkait, nah tugas kami di BPH migas ini melakukan pembinaan agar penerbitan surat rekomendasi itu betul-betul kepada haknya, karena banyak yang disalahgunakan dan ini tentunya harus masyarakat yang berhak yang harus bisa mengkonsumsi bahan bakar subsidi tersebut.tegasnya

Bahan bakar minyak merupakan komoditas yang sangat penting cuman ini terkait dari huruf ke hilir kita tahu bahwa ini sesungguhnya cadangan minyak bumi kita itu terbatas sekitar 3 miliar atau diproduksikan pada saat ini tanpa ada teman-teman baru dan itu akan habis dalam 10 tahun ke depan jika kita tidak melakukan eksplorasi. pungkas Saleh
Anggota Komisi VII DPR-RI praksi PKS , Hj Diah Nurwitasari.MI.Pol menjelaskan , Sebagian dari minyak bumi ini kita masih impor baik bahan mentahnya maupun produk jadinya masih impor, kenapa kita impor karena memang produksi kita tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita sehari-hari.ungkapnya

Banyak diantara kita yang belum bisa menggunakan secara Efisien di masyarakat, seperti industri dan transportasi yang belum efisien.
Hj Diah mengutarakan, subsidi itu semakin ke sini semakin besar, tahun kemarin pemerintah mengalokasikan subsidi itu lebih dari 500 triliun untuk energi termasuk untuk elpiji itu memang sangat luar biasa, jadi kondisi ini sengaja saya sampaikan agar kita semakin bijaksana dalam menggunakan BBM bahan bakar minyak bumi.ucapnya
Jadi saya berpesan marilah kita bersama-sama menggunakan bahan bakar minyak bumi ini dengan bijak, menggunakan bahan bakar minyak dalam menggunakan transportasi publik, mudah-mudahan program sosialisasi kali ini bisa mengingatkan kita semua.
Lanjut Diah, Memang saat ini kita berhadapan dengan sebuah tantangan yang tidak sederhana ,kami PP prakdi PKS di komisi 7 DPR RI menjadi wakil rakyat sekaligus mitra dari pemerintah, menerima keluhan dan masukan dari masyarakat juga tentang berbagai macam kondisi yang sedang dihadapi oleh pemerintah, “pungkas Diah. (*)
Reporter : Jaelani


Komentar Klik di Sini