KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi museum serta mendengarkan langsung tantangan dan kendala yang dihadapi dalam pelestarian benda bersejarah di daerah tersebut. Komisi X dpr
Rombongan Komisi X DPR RI tiba di Museum NTT pada Sabtu (7/12/24) pagi, disambut dengan tarian Hedung yang merupakan tarian tradisional Adonara. Sambutan ini diberikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, yang didampingi Kepala UPTD Museum NTT, Aplinuksi Asamani.
Dalam pemaparan yang disampaikan kepada rombongan, Aplinuksi Asamani mengungkapkan bahwa Museum NTT menyimpan sekitar 7.000 koleksi peninggalan sejarah, termasuk benda purbakala milik masyarakat adat yang harus dilestarikan. Ia menjelaskan bahwa koleksi-koleksi tersebut sangat berharga untuk identitas budaya NTT, dan penting untuk mencegah kepunahannya.
Asamani berharap, pemerintah terus mendukung usaha pelestarian yang tengah dilakukan.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Maria Yohana Esti Wijayati, dalam sambutannya mengatakan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Komisi X DPR RI terhadap UPTD Museum NTT. “Kami juga ingin mengetahui secara langsung mengenai kendala yang dihadapi oleh Museum NTT, terutama terkait dengan anggaran dan pemeliharaan koleksi,” ungkap Esti Wijayati.
Esti juga menyoroti pentingnya untuk melanjutkan ekskavasi peninggalan manusia purba yang masih terbatas karena keterbatasan anggaran. “Peradaban-peradaban lampau harus dapat dikenali dan menjadi bagian dari kehidupan masa kini, sehingga kita tidak meninggalkan warisan leluhur kita,” ujarnya. Ia berharap museum bisa menjadi tempat yang tidak hanya menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran bagi generasi mendatang.
Di sisi lain, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa anggaran untuk setiap museum di Indonesia, termasuk Museum NTT, telah dipaparkan. Dengan anggaran yang lebih besar, ia berharap museum dapat segera direnovasi agar lebih baik dan menarik bagi masyarakat. “Dengan anggaran yang lebih baik, kami berharap museum ini bisa lebih baik lagi, lebih menarik dan bermanfaat,” ungkap Fadli Zon.
Politisi PDI Perjuangan, Maria Yohana Esti Wijayati, juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan museum sebagai bagian dari perjalanan peradaban yang bisa dipelajari oleh semua pihak. Ia menambahkan, “Museum harus menjadi tempat di mana anak-anak kita bisa belajar dan menghargai proses yang berlangsung di setiap wilayah, hingga mencapai titik kekinian,” tegasnya.
Sementara itu, Anita Jacoba Gah menyatakan bahwa Museum NTT perlu lebih berkembang dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung. “Untuk menarik minat masyarakat, tentu perlu anggaran yang lebih besar agar museum bisa direnovasi dan lebih menarik,” jelas Anita. Ia mengungkapkan bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi museum diperkirakan mencapai Rp90-100 miliar. Renovasi ini diharapkan bisa dilakukan secara bertahap dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah.
Setelah mendengarkan pemaparan, rombongan Komisi X DPR RI berkesempatan mengunjungi berbagai koleksi yang ada di Museum NTT. Mereka dipandu oleh pemandu yang berkompeten mengenai sejarah dan arti penting setiap koleksi. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Komisi X untuk memberikan perhatian lebih kepada pengelolaan museum serta memperjuangkan anggaran yang diperlukan untuk peningkatan kualitas museum.
Sebagai bagian dari tanggung jawab pengawasan, Esti Wijayati menegaskan bahwa Komisi X DPR RI akan terus memperjuangkan anggaran yang dibutuhkan, serta memantau hasil dari pembangunan yang dilakukan melalui dana APBN. “Kami akan memastikan bahwa hasil pembangunan di Museum NTT dilakukan dengan baik, sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap pelestarian budaya dan sejarah, serta mendukung museum sebagai tempat edukasi yang penting bagi generasi muda. Dengan anggaran yang tepat dan renovasi yang memadai, Museum NTT diharapkan dapat menjadi pusat budaya yang lebih maju dan menarik bagi masyarakat, sekaligus memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan peradaban Nusa Tenggara Timur.***
Laporan: Alberto/L


Komentar Klik di Sini