BADUNG – METROPAGINEWS.COM || Suasana penuh semangat dan kreatifitas menyelimuti lingkungan SMK Prshanti Nilayam Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, saat sekolah tersebut menggelar perayaan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia Tahun 2025.
Kegiatan tahunan yang selalu dinanti ini menjadi momentum penting bagi seluruh warga sekolah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra sebagai wujud pelestarian jati diri bangsa.
Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra di SMK Prshanti Nilayam menjadi tradisi unik yang digelar dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Oktober untuk Bahasa dan Sastra Indonesia, dan pada bulan Februari untuk Bahasa dan Sastra Bali.
Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang lomba dan kreativitas peserta didik, tetapi juga wadah pembelajaran karakter dan budaya bangsa.
Dalam sambutannya saat membuka acara pada 24 Oktober 2025, Kepala SMK Prshanti Nilayam, Ni Wayan Suarni menegaskan pentingnya menempatkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku dan budaya yang ada di Indonesia.
“Dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kalian sudah menghargai bahasa kalian sendiri,” ujarnya.
Mengusung tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju”, kegiatan tahun ini memiliki makna mendalam.
Tema tersebut menggambarkan semangat untuk memperkuat peran bahasa dan sastra Indonesia sebagai pilar utama dalam membangun karakter, identitas, dan budaya bangsa.
Untuk mewujudkan semangat itu, panitia menyusun beragam kegiatan lomba yang tak hanya menghibur, tetapi juga mendidik.
Di antaranya lomba karikatur, lomba baca puisi, dan lomba mengarang cerpen yang menjadi ajang ekspresi peserta didik menyalurkan ide dan imajinasi melalui karya kreatif.

BACA JUGA : Kasus Perampokan di Kedungreja Disidangkan, Tak Ada Saksi yang Meringankan
Dari semua kegiatan yang digelar, pentas sastra “Baca Puisi” menjadi daya tarik tersendiri.
Para peserta didik tampil penuh penghayatan, menyampaikan puisi karya sendiri maupun karya sastrawan Indonesia dengan penuh makna, membuat suasana aula sekolah berubah menjadi panggung literasi yang hidup dan menginspirasi.
Ni Wayan Suarni menekankan pentingnya sastra sebagai media pembentukan karakter dan empati sosial.
“Sastra menjadi media menumpahkan ide dan buah pikiran melalui cerita fiktif yang menumbuhkan empati, membangun karakter, dan memperkaya wawasan. Tanpa disadari, karakter dan cerita yang kalian tampilkan dapat membantu kita memahami pengalaman dan emosi orang lain, serta merefleksikan diri sendiri. Hal ini menumbuhkan welas asih dan kesadaran moral,” tegasnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol jati diri bangsa.
Melalui bahasa yang baik dan santun, generasi muda dapat memperkuat rasa persatuan dan kebanggaan terhadap tanah air.
Perayaan Bulan Bahasa dan Sastra 2025 di SMK Prshanti Nilayam pun diakhiri dengan antusiasme tinggi dari para peserta dan penonton.
Setiap penampilan menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi dan apresiasi terhadap bahasa dan sastra Indonesia masih hidup di hati para pelajar muda.
Dengan semangat “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju,” SMK Prshanti Nilayam berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai literasi, karakter, dan budaya kepada generasi penerus bangsa — agar mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudaya dan berjiwa Indonesia.*
(Alberto)


Komentar Klik di Sini