JAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Hari Ibu bukan sekadar penanda tanggal dalam kalender nasional. Ia adalah momen refleksi tentang sosok yang kerap hadir tanpa banyak kata, namun perannya begitu menentukan dalam perjalanan hidup setiap manusia.
Cinta ibu tidak selalu tampil dalam bentuk yang kasat mata. Ia hadir dalam doa yang tak terdengar, perhatian kecil yang sering luput dari kesadaran, serta keteguhan hati yang diam-diam menjaga dan menguatkan. Dari sanalah lahir kekuatan yang membuat anak-anak mampu bertahan, bangkit, dan melangkah hingga hari ini.
Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, peran ibu sering kali dianggap sebagai sesuatu yang “selalu ada”. Padahal, di balik keseharian yang tampak biasa, tersimpan pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan yang luar biasa. Ibu menjadi fondasi nilai, karakter, dan ketahanan moral dalam keluarga.

Pimpinan Redaksi MetroPagiNews.com, Hasan Basri, menegaskan bahwa Hari Ibu seharusnya dimaknai lebih dari sekadar seremoni tahunan.
“Cinta ibu tidak banyak bicara, tetapi selalu terasa. Ia hadir dalam doa yang tak terdengar, dalam perhatian kecil yang sering luput disadari, dan dalam kekuatan yang diam-diam membuat kita bertahan sampai hari ini,” ujar Hasan Basri.
Menurut Redaksi, penghormatan kepada ibu tidak cukup diwujudkan dalam ucapan atau simbol semata, tetapi juga melalui sikap sehari-hari: menghargai, mendengarkan, dan hadir secara utuh. Karena sering kali, yang paling dibutuhkan seorang ibu bukanlah pujian, melainkan perhatian dan pengertian.
Hari Ibu adalah pengingat bahwa di balik setiap langkah kehidupan, selalu ada cinta yang bekerja dalam diam. Cinta yang tidak menuntut balasan, tidak mencari sorotan, namun terus mengalir tanpa henti.
Selamat Hari Ibu.
Terima kasih atas cinta yang mungkin tak selalu terdengar, tetapi selalu terasa.


Komentar Klik di Sini