BerandaPemerintahWujud Kesetiaan Pada NKRI, Dua Warga Binaan Terorisme Di Lapas IIB Klaten...

Wujud Kesetiaan Pada NKRI, Dua Warga Binaan Terorisme Di Lapas IIB Klaten Ikrar Kembali Ke Pangkuan Ibu Pertiwi

KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Lapas IIB Klaten gelar acara Ikrar Setia NKRI bagi 2 warga binaan terorisme asal Mako Brimob & Gunung Sindur. Kalapas Andik Dwi Saputro jelaskan proses ketat asesmen BNPT syarat remisi integrasi.Kamis.(23/4/2026)

 

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten menggelar acara pengucapan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi warga binaan kasus terorisme, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai bukti pengakuan dan kembalinya mereka ke pangkuan Ibu Pertiwi.

20260423 122751 0000

Acara ini dilaksanakan setelah para warga binaan mengikuti serangkaian pembinaan intensif di lingkungan Lapas Kelas IIB Klaten. Kepala Lapas Kelas IIB Klaten, Andik Dwi Saputro, dalam keterangannya menjelaskan bahwa ikrar ini merupakan salah satu syarat utama dan bentuk bukti kesetiaan warga binaan terhadap NKRI.

 

Proses Ketat Dan Seleksi

Andik menegaskan bahwa tidak semua warga binaan kasus terorisme mendapatkan kesempatan ini. Ada proses panjang dan seleksi yang sangat ketat yang harus dilalui dengan melibatkan berbagai instansi terkait.

“Ikrar ini tidak diberikan sembarangan. Mereka harus melalui proses asesmen dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) dan litmas dari Bapas. Baru setelah mendapatkan rekomendasi atau lampu hijau, mereka dapat diajukan untuk mengikrarkan kesetiaannya,” jelas Andik.

20260423 122203 0000

Selama dalam masa pembinaan, para warga binaan ini juga terus didampingi secara khusus oleh berbagai instansi vertikal seperti BNPT, Densus 88 Anti Teror, hingga BIN guna memantau perkembangan perilaku dan pemahaman keagamaan mereka.

Selain sebagai bukti loyalitas, pengikraran ini juga menjadi syarat administratif penting bagi warga binaan untuk memperoleh hak-hak mereka, terutama terkait dengan Remisi Integrasi agar dapat lebih cepat kembali ke masyarakat.

 

Asal Usul Dan Pertimbangan Lokasi

Lapas IIB Klaten saat ini mendapatkan titipan dua orang warga binaan kasus terorisme yang sebelumnya menjalani pembinaan di luar daerah, yakni berasal dari wilayah Mako Brimob dan Gunung Sindur.

Adapun alasan penempatan di Klaten, lanjut Andik, didasarkan pada pertimbangan domisili atau asal daerah.

“Mereka kami titipkan di sini karena dilihat dari domisili asalnya yang berasal dari Klaten dan Sukoharjo. Dengan demikian, lokasi ini dianggap lebih dekat dan memudahkan akses dengan keluarga,” tambahnya.

20260423 123819 0000

Kepala Lapas Andik Dwi Saputro berharap, melalui momen ikrar ini, para warga binaan benar-benar memiliki kesadaran penuh untuk memperbaiki diri. Mengikuti seluruh program pembinaan dengan sungguh-sungguh, hingga nantinya dapat kembali ke masyarakat dan berkumpul bersama keluarga sebagai warga negara yang baik.

“Harapannya tentu ada kesadaran dan perbaikan diri. Setelah ikrar ini, mereka bisa mengikuti program binaan dengan maksimal dan nantinya bisa kembali berkumpul bersama keluarga,” pungkas Kalapas Andik.

 

Prosesi Penandatanganan

Acara berlangsung khidmat dengan prosesi penandatanganan dokumen Ikrar Setia NKRI yang disaksikan langsung oleh perwakilan dari berbagai instansi, antara lain:

 

– Saksi dari BNPT

– Saksi dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri

– Saksi dari TNI

– Saksi dari POLRI

– Kepala Lapas Kelas IIB Klaten

– Saksi dari Kementerian Agama

– Saksi dari Balai Pemasyarakatan (Bapas)

– Saksi dari Pamong Napiter

Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pimpinan instansi daerah maupun perwakilannya, meliputi:

1. Perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)

2. Kepala Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri atau yang mewakili

3. Kepala Badan Intelijen Negara Jawa Tengah

4. Kepala Kepolisian Resor Klaten

5. Komandan Kodim 0723 Klaten

6. Kepala Kejaksaan Negeri Klaten

7. Ketua Pengadilan Negeri Klaten

Melalui momentum ikrar setia ini, diharapkan menjadi titik balik yang positif bagi para warga binaan untuk meninggalkan paham radikal dan mulai lembaran baru sebagai warga negara yang taat, berbakti, dan berguna bagi nusa serta bangsa. Semoga dengan adanya dukungan dan pembinaan yang maksimal dari berbagai pihak, tujuan pemasyarakatan untuk mengembalikan warga binaan ke tengah masyarakat sebagai insan yang lebih baik dapat terwujud sepenuhnya.

 

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini