BerandaPendidikanWisuda ke-9 IAKN Kupang, Lulusan Diminta Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

Wisuda ke-9 IAKN Kupang, Lulusan Diminta Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

KUPANG – METROPAGINEWS.COM || Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang kembali menggelar wisuda ke-9 yang berlangsung khidmat dan penuh sukacita pada Senin, 16 Maret 2026, di Hotel Harper Kupang.

Pada momentum akademik tersebut, sebanyak 380 lulusan resmi dikukuhkan setelah menyelesaikan pendidikan mereka di kampus tersebut.

Rektor IAKN Kupang, Dr. I Made Suardana, M.Th, menyampaikan bahwa pelaksanaan wisuda kali ini berjalan dengan sangat baik dan dihadiri oleh berbagai undangan serta orang tua wisudawan yang datang untuk memberikan dukungan kepada putra-putri mereka.

“Wisuda hari ini berlangsung dengan luar biasa. Kehadiran para undangan dan juga orang tua yang mendampingi anak-anak sangat positif, dan seluruh pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik,” ujar Rektor.

Dalam wawancaranya, Rektor menekankan bahwa para lulusan kini tidak lagi berada dalam ruang terbatas seperti lingkungan kampus, melainkan telah memasuki ruang belajar yang jauh lebih luas, yakni masyarakat dan dunia kerja.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut para lulusan untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir luas, dan mampu berinovasi dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Setelah lulus, mereka tidak lagi berada dalam ruang belajar yang terbatas seperti di kampus. Masyarakat adalah ruang belajar yang jauh lebih luas dan komprehensif. Karena itu mereka harus inovatif, adaptif dan terus belajar,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dunia kerja harus dipandang sebagai ruang pembelajaran yang tidak pernah berhenti. Oleh sebab itu para lulusan perlu terus meningkatkan kapasitas diri melalui pengembangan keterampilan, baik melalui proses reskilling maupun upskilling, agar mampu menghadapi berbagai perubahan yang terjadi dengan cepat.

Selain itu, para lulusan juga diingatkan untuk tidak hanya berorientasi pada mencari pekerjaan, tetapi harus mampu menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan baru.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang ada di masyarakat.

“Lulusan tidak cukup hanya mencari kerja, tetapi harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Mereka harus menjadi bagian dari jawaban atas pergumulan sosial yang ada,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menekankan pentingnya sikap proaktif di tengah perubahan zaman yang sangat cepat. Ia mengingatkan bahwa lulusan tidak boleh memiliki mentalitas menunggu karena akan tertinggal oleh dinamika perkembangan yang terjadi.

Sebaliknya, para lulusan harus berani mengambil peran sebagai pencipta gagasan dan perubahan di tengah masyarakat.

“Lulusan tidak boleh hanya menjadi pengikut, tetapi harus mampu menjadi pelopor yang menghadirkan gagasan dan perubahan,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa pihak kampus terus berupaya memperkuat kurikulum agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, dunia industri, dan dunia usaha.

Wisuda ke-9 IAKN Kupang, Lulusan Diminta Adaptif Hadapi Perubahan Zaman
BACA JUGA : Sinergi Ekosistem Online Delanggu merayakan 5 tahun kebersamaan komunitas Ojol gabungan Delanggu Free Rider

Kampus, menurutnya, harus menjadi ruang inkubasi yang mampu mempersiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan sosial dan perkembangan global.

“Kurikulum harus terus diperbarui agar mampu menjawab kebutuhan transformasi sosial dan menghadirkan lulusan yang berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Selain itu, para lulusan juga diingatkan bahwa ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka akan dipercaya sebagai figur publik dan pemimpin di lingkungan masing-masing.

Karena itu mereka harus mampu menunjukkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Rektor menjelaskan bahwa ada tiga level kepemimpinan yang perlu dipahami oleh para lulusan.

Level pertama adalah kepemimpinan legal formal, yaitu kepemimpinan yang diperoleh melalui jabatan atau penunjukan resmi.

Namun menurutnya, kepemimpinan tidak boleh berhenti pada level tersebut karena berpotensi terjebak pada kekuasaan, kewenangan dan kepentingan pribadi.

Level kedua adalah kepemimpinan tanggung jawab (responsibility leadership), yang ditunjukkan melalui dedikasi, integritas, disiplin serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan berbagai situasi.

Sementara level ketiga adalah kepemimpinan spiritual (spiritual leadership), yakni kepemimpinan yang dilandasi nilai-nilai iman sehingga mampu memberikan dampak yang luas dan meninggalkan warisan kepemimpinan bagi generasi berikutnya.

Sebagai perguruan tinggi keagamaan Kristen, Rektor menegaskan bahwa seluruh lulusan harus tetap mendasarkan kehidupan dan pengabdian mereka pada nilai-nilai iman dan kebenaran.

Ia mengingatkan bahwa di mana pun para lulusan berada, mereka sesungguhnya sedang membawa nama dan reputasi kampus.

“Di mana lulusan berada, di situlah masyarakat mengenal IAKN Kupang melalui karya dan kehidupan mereka,” ungkapnya.

Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menjaga integritas, hidup dalam nilai kebenaran, serta memberikan kontribusi positif bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

Wisuda ke-9 ini menjadi momentum penting bagi IAKN Kupang dalam melahirkan generasi intelektual yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, dan spiritualitas yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat.


(Alberto)

Komentar Klik di Sini