BerandaNasionalIdul Fitri Di Rutan Kelas I Surakarta: 151 Narapidana Dapat Remisi, 2...

Idul Fitri Di Rutan Kelas I Surakarta: 151 Narapidana Dapat Remisi, 2 Orang Langsung Bebas

SURAKARTA – METROPAGINEWS.COM || Momen Idul Fitri 1447 H/2026 di Rutan Kelas I Surakarta menghadirkan harapan baru dengan 151 narapidana mendapatkan remisi dan 2 orang langsung bebas,informasi lengkap tentang kegiatan perayaan, program pembinaan seni budaya, jadwal kunjungan, serta komentar dari keluarga dan pihak berwenang.Senin (23/3/2026)

 

Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 membawa kedamaian dan harapan baru di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surakarta. Area sekitar rutan terlihat ramai dengan antrean panjang pengunjung yang datang untuk bertemu keluarga atau sanak saudara yang menjadi warga binaan, sementara kendaraan memenuhi area parkir sebagai bukti kehangatan hubungan meskipun dalam batasan hukum. Pengamanan dan pelayanan dioptimalkan dengan dukungan bersama dari Balai Pemasyarakatan (Bapas), Polres Surakarta, dan Kodim Surakarta.

20260323 101403 0000

Kepala Rutan Surakarta: “Lebaran Jadi Momentum Penyejukan Hati dan Perbaiki Diri”

Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan A.Md.IP.SH menyampaikan bahwa momen Idul Fitri memiliki makna yang sangat dalam bagi seluruh warga binaan. “Lebaran di rutan bukan hanya tentang berkumpul dengan keluarga, tetapi juga menjadi momentum penyejukan hati, introspeksi diri, dan komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berusaha menciptakan suasana yang hangat agar setiap warga binaan merasakan kebahagiaan dan harapan baru seperti masyarakat luas,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan pandangan menyeluruh mengenai perayaan Idul Fitri dan program pembinaan yang berjalan di rutan. “Momen Idul Fitri yang penuh berkah ini kami jadikan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai pembaikan diri dan kebersamaan di antara warga binaan. Remisi yang diberikan bukan hanya sebagai potongan masa hukuman, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang menunjukkan perkembangan positif selama menjalani masa pembinaan,” ucapnya.

Desain tanpa judul 20260323 101709 0000

151 Warga Binaan Terima Remisi, 2 Orang Bebas Seketika

Dari total 597 penghuni, sebanyak 151 warga binaan mendapatkan remisi khusus Idul Fitri. Dua di antaranya bahkan langsung bebas setelah masa hukuman mereka berakhir secara penuh melalui remisi yang diberikan untuk kasus pencurian.

Kasi Pelayanan Tahanan, Bayu Novianto, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan spesial Idul Fitri berlangsung selama 3 hari. “Kegiatan dimulai dengan sholat Idul Fitri bersama seluruh warga binaan di lapangan rutan, diikuti dengan prosesi penyerahan surat keputusan remisi secara resmi, dan ditutup dengan acara makan bersama menggunakan hidangan khas Idul Fitri seperti ketupat dan opor ayam,” ujarnya.

 

Rutan Kelas I Surakarta juga memiliki sekitar 53 warga binaan wanita yang turut merasakan kehangatan momen lebaran. Untuk memastikan setiap keluarga bisa bertemu dengan nyaman, pihak rutan menyediakan dua sesi pertemuan tatap muka:

– Sesi pertama: Pukul 09.00 – 11.00 WIB

– Sesi kedua: Pukul 13.00 – 14.30 WIB

Setiap keluarga diperbolehkan maksimal 5 orang (dewasa dan anak-anak) dengan lama waktu bertemu selama 20 menit per kelompok.

 

Komentar Keluarga: “Momen Ini Membuat Kita Lebih Dekat Meski Berada di Batasan Hukum”

Sri Wahyuni (45 tahun), bertemu kakaknya yang menjadi warga binaan, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Setelah hampir setahun tidak bisa bertemu secara langsung, momen lebaran ini benar-benar berharga. Melihat kondisinya baik dan membuatnya merasa lega,” ucapnya sambil menunjukkan bingkisan kue kering yang dibawanya.

Ia menambahkan bahwa dukungan keluarga akan selalu ada untuk membantu kakaknya kembali berintegrasi dengan masyarakat. “Kita paham bahwa ia telah melakukan kesalahan, namun kesempatan untuk memperbaiki diri adalah hak setiap orang. Kami selalu menyampaikan bahwa rumah selalu terbuka dan siap membantu dia memulai hidup baru nantinya,” jelas Sri.

20260323 101129 0000

Jumlah Warga Binaan Menurun, Program Pembinaan Dikuatkan – Termasuk Pelatihan Seni dan Budaya

Bayu mengungkapkan bahwa jumlah warga binaan pada tahun 2026 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 600 orang. Peningkatan efektivitas program pembinaan menjadi faktor utama, antara lain dengan percepatan proses pemulangan melalui pengusulan remisi dan upaya integrasi kembali ke masyarakat dengan melibatkan keluarga sebagai pihak penjamin.

 

“Kami juga terus melakukan sosialisasi secara berkala terkait program integrasi berupa Pengampunan Bersyarat (PB) dan Cara Bersyarat (CB), sehingga warga binaan memiliki jalan untuk memperbaiki diri dan kembali bergabung dengan lingkungan keluarga lebih cepat,” tambahnya.

Sebagai bagian penting dari pembinaan, Rutan Kelas I Surakarta juga mengembangkan program seni dan budaya yang dirancang untuk membangun kreativitas serta menguatkan nilai-nilai lokal pada warga binaan. Beberapa program yang berjalan secara rutin antara lain:

– Seni Tari Tradisional: Pelatihan tari Jawa

– Kerajinan Tangan Berbasis Budaya

– Seni Musik Tradisional: Pelatihan alat musik seperti gamelan

Sebelum perayaan Idul Fitri, Rutan Kelas I Surakarta juga menyelenggarakan pagelaran wayang. Pagelaran yang berlangsung di dalam halaman utama rutan dihadiri langsung oleh Walikota Surakarta, serta berbagai stakeholder termasuk perwakilan dari DPRD Surakarta, Bapas Jawa Tengah.

“Program seni dan budaya tidak hanya menjadi sarana untuk mengisi waktu luang, tetapi juga membantu warga binaan menemukan nilai diri baru dan terhubung kembali dengan akar budaya mereka. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan bakat yang luar biasa dan memiliki potensi,” jelas Bayu.

Sebagian besar warga binaan di rutan ini berusia sekitar 50 tahun ke atas, dengan kasus yang paling dominan adalah terkait narkotika. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik serta mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Solo Raya untuk menjauhi bahaya narkoba agar tidak terjerumus ke dalam masalah hukum,” pungkas Bayu.

 

Jadwal Kunjungan Hari Biasa dan Prosedur Keamanan yang Ketat

Untuk kunjungan hari biasa, Rutan Kelas I Surakarta memiliki jadwal khusus sebagai berikut:

– Senin: Khusus warga binaan kasus narkotika

– Selasa – Kamis: Khusus warga binaan kasus kriminal

– Jumat: Khusus layanan titipan barang dan makanan spesial

– Sabtu: Khusus untuk kunjungan anak-anak kepada orang tua yang menjadi warga binaan (sesuai dengan hari libur sekolah di Solo Raya)

Waktu kunjungan hari biasa adalah pukul 08.00 – 11.00 WIB. Pihak rutan juga menerapkan prosedur keamanan yang ketat untuk menjaga stabilitas di dalam lingkungan tahanan, antara lain dengan pemberian stempel identifikasi kepada pengunjung, penggeledahan badan secara teratur, dan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan.

Perayaan Idul Fitri dan berbagai program pembinaan di Rutan Kelas I Surakarta menunjukkan bahwa rehabilitasi bukan hanya tentang pelaksanaan hukuman, tetapi juga tentang memberikan kesempatan nyata untuk merenung, memperbaiki diri, dan kembali menjadi bagian yang produktif dari masyarakat. Melalui kerja sama antara pihak berwenang, keluarga, dan seluruh komponen masyarakat, diharapkan setiap warga binaan dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna, serta membawa nilai-nilai positif yang diperoleh selama di rutan untuk kemajuan bersama wilayah Solo Raya.

 

 

( Desi )

Komentar Klik di Sini