BerandaCulturePeringatan Hari Kartini di Tengah Gemericik Umbul Besuki

Peringatan Hari Kartini di Tengah Gemericik Umbul Besuki

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Pagi ini, pendopo Umbul Besuki di Kiringan Ponggok dipenuhi gelak tawa dan warna-warni kebaya. Puluhan ibu-ibu dari PKK Bhakti Pertiwi Dukuh RT 3 RW 6 Trangsan, Gatak, Sukoharjo berkumpul merayakan peringatan Hari Kartini di pendopo umbul Besuki. Acara yang sederhana namun bermakna ini dirancang sebagai momen kebersamaan, pelestarian budaya, dan rekreasi keluarga. Suasana asri umbul, gemericik mata air, serta kolam renang anak menambah nuansa santai sehingga kegiatan terasa seperti reuni kecil yang sarat makna (19/04/2026).

Sejak pagi, pendopo dipenuhi warna kebaya dan kain jarik. Aroma kue tradisional dan alunan musik pengiring yang mengisi sela-sela acara, sementara anak-anak bermain riang di area kolam. Dua lomba utama menjadi pusat perhatian, Lomba Fashion Show yang menonjolkan kreativitas padu padan kebaya modern dan tradisional, serta Lomba Memakai Jarik yang menegaskan keterampilan tradisional dalam mengenakan kain. Selain lomba, acara diisi sambutan, doa bersama, sesi foto keluarga, dan pembagian door prize sederhana. Musik tradisional mengiringi beberapa penampilan, menambah nuansa kultural yang kental.

My project 20260419 130042

Dalam sambutannya, Suparti, ketua panitia, menegaskan tujuan acara dengan tegas dan penuh semangat. Ia menyatakan bahwa peringatan Hari Kartini kali ini dipadukan dengan rapat rutin PKK agar momentum perayaan dapat langsung diikuti dengan perencanaan program pemberdayaan. “Peringatan ini kami padukan dengan rapat rutin PKK agar selain merayakan, kita juga bisa merencanakan program – program pemberdayaan,” ujar Suparti. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan sekadar seremoni, melainkan sarana konkret untuk menguatkan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Suparti juga mengapresiasi antusiasme ibu-ibu yang hadir dan kerja keras panitia. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antar peserta untuk mewujudkan kegiatan yang bermanfaat “Kebersamaan kita di sini menunjukkan bahwa pemberdayaan dimulai dari komunitas. Kita bisa saling mendukung dalam pendidikan anak, kesehatan keluarga, dan pengembangan keterampilan ekonomi.” Pernyataan Suparti menempatkan peringatan Hari Kartini sebagai titik awal untuk program-program berkelanjutan, bukan sekadar perayaan tahunan.

Isna, salah seorang pengurus PKK Bhakti Pertiwi, menyampaikan kegembiraan dan dukungannya terhadap pemilihan lokasi serta konsep acara. Dengan wajah sumringah, ia mengatakan, “Saya sangat senang kegiatan ini diadakan di Umbul Besuki. Selain bisa berkumpul dan merayakan, keluarga juga bisa menikmati rekreasi di sini. Anak-anak bermain di kolam, sementara ibu-ibu bisa saling bertukar pengalaman.” Pernyataan Isna menegaskan bahwa pemilihan tempat yang ramah keluarga membuat peringatan menjadi lebih inklusif dan menyenangkan.

Lebih jauh, Isna menjelaskan relevansi pemikiran Kartini di masa kini. Menurutnya, semangat Kartini harus diterjemahkan ke dalam akses pendidikan, kemandirian ekonomi, dan penghargaan terhadap peran perempuan. “Kartini mengajarkan kita untuk terus belajar, berani bermimpi, dan berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat. Hari ini peran perempuan berkembang, dari pengelola rumah tangga menjadi pelaku usaha kecil, pendidik anak, dan penggerak kegiatan sosial. Kita harus mendorong perempuan agar memiliki keterampilan dan kesempatan yang setara,” ujar Isna. Pernyataan ini menegaskan bahwa peringatan bukan hanya soal simbol, melainkan dorongan nyata untuk peningkatan kapasitas perempuan.

Pemilihan Umbul Besuki sebagai lokasi acara diputuskan dengan pertimbangan matang. Selain fasilitas pendopo yang memadai, tempat ini menawarkan pemandangan hijau dan sumber mata air alami yang menyegarkan. Keberadaan kolam renang anak menjadi nilai tambah karena memungkinkan kegiatan keluarga berjalan serentak tanpa mengorbankan kenyamanan.

Panitia berharap suasana rekreasi ini membuat peringatan Hari Kartini terasa lebih inklusif sehingga generasi muda yang ikut hadir dapat merasakan langsung nilai-nilai kebersamaan dan pelestarian budaya.

Dampak sosial dari kegiatan ini terlihat dalam interaksi antar peserta, saling membantu merapikan kebaya, berbagi tips merawat kain tradisional, dan berdiskusi tentang rencana program PKK ke depan. Hadiah simbolis untuk pemenang lomba menjaga suasana kompetisi tetap ringan dan penuh kegembiraan, sementara door prize menambah semangat partisipasi.

Peringatan Hari Kartini di Umbul Besuki bukan sekadar perayaan estetika budaya, melainkan wujud nyata komitmen komunitas untuk memberdayakan perempuan. Suparti menegaskan bahwa kegiatan ini harus berlanjut menjadi program pemberdayaan yang terencana, sementara pernyataan Isna menggarisbawahi pentingnya menjadikan semangat Kartini sebagai dorongan untuk pendidikan, kemandirian, dan partisipasi perempuan dalam pembangunan lokal.

Ketika tradisi dipelihara dengan sukacita dan tujuan yang jelas, nilai-nilai Kartini akan terus hidup dan berkembang di tengah keluarga serta lingkungan sekitar. Kegiatan sederhana namun bermakna seperti yang berlangsung di Umbul Besuki membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil dalam komunitas.

Nurcholis, Koordinator Umbul Besuki, menyatakan pihaknya turut gembira atas suksesnya kegiatan di pendopo Umbul Besuki dan menegaskan kesiapan penuh untuk menyambut setiap tamu yang ingin mengadakan acara serupa, “Kami selalu siap menerima tamu, semua fasilitas tersedia, termasuk kantin untuk reservasi makanan, sehingga penyelenggara bisa fokus pada acara sementara kami urus kebutuhan logistik dan konsumsi,” ujarnya penuh kehangatan.

Nurcholis menambahkan bahwa Umbul Besuki ini bukan sekadar lokasi rekreasi tetapi juga ruang pertemuan yang mendukung kegiatan kebudayaan dan pemberdayaan komunitas, dengan sambutan terbuka dari pengelola, peringatan Hari Kartini di Umbul Besuki menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pengelola tempat publik dapat menciptakan momen yang menyenangkan sekaligus bermakna, memperkuat semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus mendorong peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

( Pitut Saputra )