BerandaKesehatanDonor Darah di Janti Park Tingkatkan Solidaritas Warga dan Wisatawan

Donor Darah di Janti Park Tingkatkan Solidaritas Warga dan Wisatawan

KLATEN – METROPAGINEWS.COM ||
Pagi hingga siang ini, objek wisata Janti Park di Desa Janti, Kecamatan Polanharjo, Klaten, menjadi lokasi kegiatan donor darah yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Acara yang digagas dan difasilitasi oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Janti ini menarik partisipasi wisatawan yang sedang berkunjung serta warga sekitar. Suasana ceria dan semangat kebersamaan terlihat sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan, menegaskan peran Janti Park tidak hanya sebagai destinasi rekreasi tetapi juga pusat kegiatan sosial kemasyarakatan (18/04/2026).

Panitia mencatat 68 orang mendaftar untuk mengikuti donor darah pada hari ini. Setelah melalui proses skrining kesehatan yang meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, dan riwayat kesehatan singkat, sebanyak 50 pendonor sesuai kuota dinyatakan lolos dan berhasil mendonorkan darahnya. Angka ini disambut positif oleh penyelenggara karena mampu menambah stok darah yang sangat dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan setempat.

My project 20260418 125002

Proses pendaftaran dan pengambilan darah berjalan tertib. Tim medis dari unit transfusi darah PMI Kabupaten Klaten, bekerja sama dengan relawan lokal menyiapkan meja pendaftaran, ruang skrining, serta area pengambilan darah yang nyaman dan higienis. Protokol kesehatan diterapkan secara konsisten, petugas mengenakan alat pelindung diri, serta menyediakan hand sanitizer, dan pengaturan jarak di area tunggu untuk menjaga kenyamanan pendonor.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, baik wisatawan yang sedang berkunjung, warga Desa Janti dan beberapa pendonor dari desa tetangga, serta anggota komunitas lokal. Banyak pendonor datang bersama keluarga atau teman, saling memberi dukungan dan semangat. Setelah mendonorkan darah, para pendonor mendapat layanan pemulihan berupa minuman, makanan ringan, dan area istirahat yang memadai.

Kehadiran donor darah di area wisata ini juga menjadi momen edukasi kesehatan. Petugas medis memberikan informasi singkat tentang manfaat donor darah, anjuran pola hidup sehat, dan tips pemulihan pasca-donor. Bagi sebagian pendonor, kegiatan tersebut sekaligus menjadi pemeriksaan kesehatan berkala yang berguna untuk memantau kondisi tubuh.

Salah seorang pendonor, Lusia, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini karena sudah rutin berdonor sejak lama. Ia menyampaikan bahwa donor darah bukan hanya tindakan sosial tetapi juga bagian dari gaya hidup yang memberi kepuasan batin.

“Saya sangat antusias. Karena saya sudah rutin berdonor sejak lama, setiap kesempatan seperti ini selalu saya manfaatkan untuk membantu sesama. Selain itu, donor darah juga membuat saya lebih sadar menjaga kesehatan,” ujar Lusia.

Kisah Lusia mencerminkan motivasi banyak pendonor lain, keinginan membantu sesama, rasa tanggung jawab sosial, dan manfaat kesehatan pribadi. Kehadiran pendonor yang sudah berpengalaman juga membantu menciptakan suasana tenang dan percaya diri bagi pendonor baru.

Diana Nugraheni, manajemen pengelola Janti Park, menegaskan komitmen pihaknya untuk menyelenggarakan kegiatan yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, salah satunya donor darah yang menjadi agenda rutin setiap tiga bulan, serta berbagai program edukatif seperti Janti Menghafal dan pelatihan tasmi’ metode menghafal Al‑Qur’an dengan memperdengarkan hafalan ayat secara langsung di hadapan guru, penguji, atau jamaah tanpa kesalahan, yang bertujuan mengevaluasi kelancaran, memperbaiki tajwid, memperkuat hafalan (murojaah), serta melatih mental dan meningkatkan kepercayaan diri para penghafal.

Diana menegaskan “Bumdes Janti Park berkomitmen menjadikan Janti Park sebagai pusat kegiatan sosial dan edukatif. Donor darah rutin setiap tiga bulan adalah wujud nyata kepedulian kami untuk meningkatkan kesejahteraan dan solidaritas warga.” paparnya.

Pernyataan tersebut menekankan peran strategis Bumdes dalam memfasilitasi kegiatan yang bersifat sosial dan kesehatan, sekaligus memperkuat hubungan antara pengelola wisata, pemerintah desa, dan masyarakat.

Dengan terkumpulnya 50 kantong darah, penyelenggara optimis stok darah di fasilitas kesehatan setempat akan terbantu, terutama untuk kebutuhan darurat dan pasien yang memerlukan transfusi. Kegiatan ini juga memperkuat citra Janti Park sebagai ruang publik multifungsi yang mampu menggabungkan rekreasi, pendidikan, dan pelayanan sosial.

Diana turut menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat kegiatan, tim medis, relawan, pengunjung, dan warga yang telah berpartisipasi. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dengan jumlah pendonor yang meningkat pada pelaksanaan berikutnya. Bagi warga yang belum sempat mendonorkan darah hari ini, panitia menghimbau untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri agar dapat ikut pada gelaran donor darah berikutnya.

Kegiatan donor darah di Janti Park hari ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pengelola wisata, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghasilkan manfaat sosial yang nyata dan berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan budaya kepedulian yang kuat di tingkat lokal.

( Pitut Saputra )