KLATEN – METROPAGINEWS.COM || Lapas Kelas IIB Klaten gelar tasyakuran HBP ke-62. Komitmen Zero Haliner, inovasi Sipekapasten, hingga momen haru penyerahan bantuan gerobak bagi warga binaan yang mendapatkan kebebasan bersyarat.Selasa (28/4/2026)
Senin, 27 April 2026 menjadi hari yang penuh makna dan kebersamaan bagi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten. Di halaman lapangan kantor, digelar acara Tasyakuran Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 dengan mengusung tema besar “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”.

Acara berlangsung dengan khidmat dan meriah, dihadiri oleh berbagai elemen penting. Hadir dalam kesempatan tersebut Staf Ahli Bidang Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten, Kepala Kepolisian Resor Klaten atau yang mewakili, Komandan Kodim 0723 Klaten atau yang mewakili, Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Ketua Pengadilan Negeri Klaten, Ketua Pengadilan Agama Klaten, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klaten.
Turut hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala KPPN Klaten, Kepala PKBM Harapan Bangsa, Pimpinan Cabang BRI Klaten, Senior Purna Bhakti Pemasyarakatan, seluruh jajaran pegawai Lapas Kelas IIB Klaten, serta warga binaan pemasyarakatan.

Komitmen Zero Haliner dan Program Unggulan
Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIB Klaten, Andik Dwi Saputro, memaparkan sejumlah capaian dan program strategis yang dijalankan. Ia menegaskan komitmen kuat untuk menjaga Lapas Klaten tetap steril dari berbagai praktik merusak, khususnya peredaran gelap narkoba.
“Sebagai program Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Lapas Kelas IIB Klaten memastikan lingkungan yang benar-benar steril. Kami telah menyatakan komitmen melalui ikrar Zero Haliner. Komitmen ini kami wujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan memindahkan 35 orang warga binaan ke Nusakambangan sebagai langkah tegas menjaga integritas dan ketertiban,” ujar Andik.
Lebih lanjut, Andik menjelaskan berbagai program pembinaan yang berfokus pada kemandirian. Dalam mendukung ketahanan pangan, Lapas Klaten mengembangkan unit pertanian dan peternakan di area belakang, menanam berbagai komoditas seperti kangkung, cabai, sawi, terong, tomat, bayam, serta memelihara ayam, bebek, dan budidaya lele.
“Program ini penting untuk membekali warga binaan dengan keterampilan aplikatif dan bernilai ekonomi. Kami juga menghadirkan inovasi SIPEKAPASTEN (Sistem Pembinaan Kemandirian Terintegrasi) dari hulu ke hilir, yang didukung kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pendidikan, serta BRI Klaten,” jelasnya.
Tidak hanya itu, untuk mewujudkan pelayanan yang transparan, cepat, dan humanis, Lapas Klaten juga mengembangkan inovasi Informasi Tanpa Batas. Sebuah sarana komunikasi terbuka 24 jam antara petugas, warga binaan, maupun keluarga.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Lapas Klaten juga konsisten menyalurkan bantuan kepada keluarga binaan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan. Andik juga memaparkan potensi pengembangan lahan kosong di belakang Soto Fatimah Sekarsuli yang akan dioptimalkan menjadi kawasan produktif melalui kolaborasi luas dengan berbagai stakeholder.
“Momentum ini mengingatkan kita bahwa tugas kita bukan sekadar menjaga, tetapi membina. Bukan sekadar mengawasi, tapi membimbing, dan bukan sekadar menghukum, tapi memanusiakan manusia,” tegasnya.

Haru dan Bahagia, Warga Binaan Dapat Kebebasan dan Modal Usaha
Momen paling menyentuh dalam acara tersebut terjadi saat penyerahan bantuan produktif. Salah satu penerima manfaat, Agung Gumelar yang pada hari yang sama mendapatkan hak Asimilasi/Kebebasan Bersyarat, tampak tak kuasa menahan haru.
Ia mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas segala bimbingan, arahan, dan perhatian yang diberikan oleh pihak Lapas Kelas IIB Klaten selama ia menjalani masa pidana.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan terharu. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas yang sudah sabar membimbing saya. Bukan hanya mengajarkan kedisiplinan, tapi juga membekali saya dengan keterampilan,” ujar Agung Gumelar dengan tatapan bahagia.
Lebih lanjut, Agung menyebutkan bantuan berupa gerobak dan satu set peralatan usaha yang diterimanya sangat berarti. Menurutnya, ini adalah modal awal yang luar biasa untuk memulai lembaran hidup baru di luar nanti.
“Bantuan gerobak dan alat usaha ini sungguh luar biasa. Ini menjadi penyemangat dan modal bagi saya untuk bangkit, bekerja keras, dan tidak akan mengulangi kesalahan yang lalu. Insya Allah saya akan manfaatkan sebaik mungkin untuk menghidupi keluarga dan menjadi warga yang berguna,” tambahnya penuh semangat.
Rangkaian Acara Penuh Makna
Acara tasyakuran ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng dan kue tart bersama para tamu undangan. Suasana semakin meriah dengan penampilan seni budaya, yaitu Tarian Ilir-ilir. Tarian ini merupakan transformasi dari tembang Jawa yang sarat makna, mengandung pesan tentang semangat memperbaiki diri dan bangkit dari keterpurukan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. Sebagai bagian dari peringatan HBP ke-62, sebelumnya telah digelar berbagai kompetisi olahraga yang diikuti oleh seluruh pegawai dan warga binaan, mempererat kebersamaan dan sportivitas di lingkungan Lapas Kelas IIB Klaten.
“Peringatan HBP ke-62 ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata komitmen Lapas Kelas IIB Klaten dalam menghadirkan pelayanan terbaik dan pembinaan yang humanis. Semoga berbagai program dan inovasi yang telah diluncurkan dapat terus memberikan manfaat luas, melahirkan warga binaan yang mandiri, dan membawa Pemasyarakatan semakin maju, bermartabat, dan diterima baik oleh masyarakat.”
( Desi )


Komentar Klik di Sini